Search Results
DP
Omarsharlot Jama
at Nov 22, 2014 1:20:38 AM
Ali Mohamed Seedow, Osma Yudhi,Guhaad Hashi,Jama Jama,Haji Ugas,Noor Abaas,Deeq Adde,

Alla Berka Wax Aan Ku Qoro Maba Aqaano Hhhhhhhhh Dhameyso Kadib Ha Qoslin plz hhh
DP
Ahmed Ali Haji Xaaji shared Caliaxmedali Cali's photo.
at Nov 22, 2014 1:19:48 AM
DP
Akhtar Jamal Usmani shared Mustafa Sherwani's status update.
at Nov 22, 2014 1:14:51 AM
Mustafa Sherwani
Re-writing the history
************************
“ If Hindu scholars produce misleading historical facts to convince the masses that Taj Mahal and Qutub Minar were built by Hindu rulers, they are praised for their wonderful research work, but if a Muslim dares to present the correct picture , he is pooh-poohed as the supporter of those who allegedly ruined the Hindu society and its culture.

If the same trends continue, the time is not far off , when shocked by the overwhelming rush of Hindu devotees to the mazars of Muslim sufis , some brilliant Hindu scholar may startle the nation by proving through his astonishing research work that the great saints like Khwaja Moinuddin Chishti of Ajmer, Hazrat Nizamuddin Auliya of Delhi , Haji Waris Ali Shah of Deva, Hazrat Shah Mina of Lucknow and many others were in fact Hindus and their names were changed under the Muslim rule.”

( Excerpts from my article ‘ Secularism vis-à-vis Hindu Chauvinism’, published in Radiance, Viewsweekly, 28 October – 3 November, 1984, page.3)

On the basis of this article, I was prosecuted under sections 124a ( sedition) and 505(b), Indian Penal Code at Tees Hazari Court, Delhi. for fifteen years, i.e from 1985 to 2000. After acquittal, I wrote the book ‘ Secular Horror – A Real story of fifteen years ordeal with Indian secularism’. It can be seen

at google under the caption ‘ Secular Horror by Mustafa Kamal Sherwani’
************************************************
Dr. Mustafa Kamal Sherwani
Lucknow, U.P. India
sherwanimk@yahoo.com
DP
Haji Zulfiqar Ali shared Abdul-razaque Buriro's photo.
at Nov 22, 2014 1:13:56 AM
DP
Yayan Rusheryana
at Nov 22, 2014 1:07:52 AM
My Lovely Wife
Dahsyatnya Bangun Pagi, Tahajud , Subuh dan Dhuha
Istriku, Tolong Berhentilah Mengeluh!

isah ini menceritakan sepasang suami istri yang memiliki tujuh orang anak. Suatu hari, suaminya melihat sang istri sedang menangis sambil memasak makanan.
Melihat hal itu, suami bertanya, “Wahai Istriku, apa yang terjadi denganmu? Apa yang membuatmu menangis?”

“Aku menangis karena merasa sangat lelah dalam mengurus keluarga dan melakukan semua pekerjaan rumah,” sahutnya. “Aku mengurus tujuh anak kita dengan berbagai tabiat mereka. Aku harus menyediakan makanan, membereskan rumah, mencuci baju yang sangat banyak. Aku bekerja 24 jam sehari. Rasanya, aku tidak sanggup lagi untuk melakukan semua ini.”

Sang suami tersenyum. “Apa yang harus aku lakukan?” tanyanya.
“Tolong carikan aku budak perempuan yang dapat membantuku mengurus semuanya.”

“Tentu saja, aku akan mencarikannya. Tapi, tolong dengarkan aku sebentar saja,” kata sang suami sambil membelai istrinya dengan penuh kasih sayang.

“Allah senantiasa membantu hamba-Nya yang tidak pernah berputus asa dan ikhlas dalam mengerjakan apa pun yang mengandung kebaikan. Kau adalah seorang istri yang sangat sabar dalam menjaga keluargamu, seorang ibu yang menjadi teladan bagi ketujuh anakmu, dan menjadi pendampingku yang salihah dengan beratnya tugas-tugasmu. Aku bisa saja mencarikan seorang Pembantu untuk meringankan pekerjaanmu. Namun, jika kau tetap mengerjakan semua kebaikan itu untuk keluarga kita maka Allah akan menghapus semua salah dan dosamu.” Ujar suaminya.

Sang suami kemudian berkata lagi, “Istriku yang salihah, perempuan yang tidak pernah lelah menjaga keluarganya dan ikhlas dengan apa yang dilakukannya, Allah akan menetapkan setiap butiran keringatnya menjadi kebaikan yang dapat melebur keburukannya sekaligus mengangkat derajatnya.”

Sang Suami membelai Istrinya yang masih terisak menahan malu, lalu diajaknya duduk santai di ruang dapur mungil yang sangat sederhana itu, lalu Sang Suami melanjutkan nasehatnya,

“ coba ingat kembali Wasiat Rosulullah SAW kepada Fatimah putri Beliau, yang dipersunting Ali Bin Abi Thalib yang sangat miskin, yang ketika itu juga sedang mengeluh kepada Ayahnya Rosulullah SAW karena tangannya yang dulunya halus kini berubah menjadi kasar dan lecet-lecet karena setiap hari harus menumbuk gandum sendiri, mengolah dan memasaknya. Ada 10 WASIAT Beliau kepada Putrinya :

1. Wahai Fatimah ! Sesungguhnya wanita yang membuat tepung untuk suami dan anak-anaknya, kelak Allah akan tetapkan baginya kebaikan dari setiap biji gandum yang diadonnya, dan juga Allah akan melebur kejelekan serta meningkatkan derajatnya.

2. Wahai Fatimah ! Sesungguhnya wanita yang berkeringat ketika menumbuk tepung untuk suami dan anak-anaknya, niscaya Allah akan menjadikan antara neraka dan dirinya tujuh tabir pemisah.

3. Wahai Fatimah ! Sesungguhnya wanita yang meminyaki rambut anak-anaknya lalu menyisirnya dan kemudian mencuci pakaiannya, maka Allah akan tetapkan pahala baginya seperti pahala memberi makan seribu orang yang kelaparan dan memberi pakaian seribu orang yang telanjang.

4. Wahai Fatimah ! Sesungguhnya wanita yang membantu kebutuhan tetangga-tetangganya, maka Allah akan membantunya untuk dapat meminum Telaga Kautsar pada hari kiamat nanti.

5. Wahai Fatimah ! Yang lebih utama dari seluruh keutamaan di atas adalah keridhaan suami terhadap istri. Andaikata suamimu tidak ridha kepadamu,maka aku tidak akan mendoakanmu. Ketahuilah Fatimah, Kemarahan suami adalah kemurkaan Allah.

6. Wahai Fatimah ! Disaat seorang wanita hamil, maka malaikat memohonkan ampunan baginya, danAllah tetapkan baginya setiap hari seribu kebaikan, serta melebur seribu kejelakan. Ketika seorang wanita merasa sakit akan melahirkan, maka Allah tetapkan pahala baginya sama dengan pahala para Pejuang Allah. Disaat seorang wanita melahirkan kandungannya, makabersihlah dosa-dosanya seperti ketika dia dilahirkan dari kandungan ibunya. Disaat seorang wanita meninggal karena melahirkan, maka dia tidak akan membawa dosa sedikit pun, didalam kubur akan mendapat taman yang indah yang merupakan bagian dari taman surga. Allah memberikan padanya pahala yang sama dengan pahala seribu orang yang melaksanakan ibadah haji dan umrah, dan seribu malaikat memohonkan ampunan baginya hingga hari kiamat.

7. Wahai Fatimah! Disaat seorang istri melayani suaminya selama sehari semalam, dengan rasa senang dan ikhlas, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya serta memakaikan pakaian padanya dihari kiamat berupa pakaian yang serba hijau, dan menetapkan baginya setiap rambut pada tubuhnya seribu kebaikan. Allahpun akan memberikan kepadanya pahala seratus kali ibadah haji dan umrah.

8. Wahai Fatimah! Disaat seorang istri tersenyum dihadapan suaminya, maka Allah akan memandangnya dengan pandangan penuh kasih.

9. Wahai Fatimah! Disaat seorang istri membentangkan alas tidur untuk suaminya dengan rasa senang hati, maka para malaikat yang memanggil dari langit menyeru wanita itu agar menyaksikan pahala amalnya, dan Allah mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.

10. Wahai Fatimah! Disaat seorang wanita meminyaki kepala suami dan menyisirnya, meminyaki jenggotnya dan memotong kumisnya serta kuku-kukunya, maka Allah akan memberi minuman yang dikemas indah kepadanya, yang didatangkan dari sungai-sungai surga. Allah pun akan mempermudah sakaratul maut baginya, serta menjadikan kuburnya bagian dari taman surga. Allah pun menetapkan baginya bebas dari siksa neraka serta dapat melintasi shirathal mustaqim dengan selamat.

Bacaan selengkapnya=> http://goo.gl/DU2mUO
DP
Khursheed Hazarvi shared Hazara Qaumi Mahaz Pakistan's photo.
at Nov 22, 2014 12:53:46 AM
Haji Khursheed Ali Hazarvi Markazi Sadar Hazara Qaumi Mahaz Pakistan Karkunan Sa Khitab Kar raha hain.
 Khursheed Hazarvi likes this
DP
DP
Haji Khursheed Ali Hazarvi shared Hazara Qaumi Mahaz Pakistan's photo.
at Nov 22, 2014 12:50:12 AM
Timeline Photos
Abbot Abad Hazara Pakistan.
DP
Haji Khursheed Ali Hazarvi shared Hazara Qaumi Mahaz Pakistan's photo.
at Nov 22, 2014 12:50:01 AM
Timeline Photos
Village pishora District Battagram Hazara Pakistan.
DP
Haji Khursheed Ali Hazarvi shared Hazara Qaumi Mahaz Pakistan's photo.
at Nov 22, 2014 12:49:49 AM
Timeline Photos
Parhina Mansehra Hazara Pakistan.
DP
Haji Khursheed Ali Hazarvi shared Hazara Qaumi Mahaz Pakistan's photo.
at Nov 22, 2014 12:49:36 AM
Timeline Photos
Kaghan District Mansehra Hazar Pakistan.
DP
Ali Haji shared ‎مفرق القوش‎'s video.
at Nov 22, 2014 12:43:27 AM

ماساة شعبنا / لالش / القوش
 Rivan Madridi likes this
DP
Abu Syamil Humaidy
at Nov 22, 2014 12:40:35 AM
Timeline Photos
40 HADITS SEPUTAR RUMAH TANGGA

Cara Menyikapi Kesalahan Isteri

Hadits no 25
عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ عَمْرِو بْنِ الأَحْوَصِ قَالَ : حَدَّثّنِيْ أَبِيْ : أَنَّهُ شَهِدَ حَجَّةَ الْوَادَاعِ مَعَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَحَمِدَ الله وَأَثْنَى عَلَيْهِ , وَذَكَّرَ وَوَعَظَ , - فَذَكَرَ فِي الْحَدِيثِ قِصَّةً - فَقَالَ : " أَلاَوَاسْتَوْصُوْا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا , فَإِنَّمَا هُنَّ عَوَانٌ عِنْدَكُمْ , لَيْسَ تَمْلِكُوْنَ مِنْهُنَّ شَيْئًا غَيْرَ ذَلِكَ إِلاَّ أَنْ يَأْتِيْنَ بِفَاحِشَةٍ مُبَيِّنَةٍ ، فَإِنْْ فَعَلْنَ فَاهْجُرُوْهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ , وَاضْرِبُوْهُنَّ ضَرْبًا غَيْرَ مُبَرَّحٍ ، فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلاَ تَبْغُوْا عَلَيْهِنَّ سَبِيْلاً . أَلاَ إِنَّ لَكُمْ عَلَى نِسَائِكُمْ حَقًّا ، وَلِنِسَائِكُمْ عَلَيْكُمْ حَقًّا ، فَأَمَّا فَحَقُّكُمْ عَلَى نِسَائِكُمْ أَلاَّ يُوْطِئْنَ فُرُشَكُمْ مَنْ تَكْرَهُوْنَ ، وَلاَ يَأْذَنَّ فِيْ بُيُوْتِكُمْ لِمَنْ تَكْرَهُوْنَ , أَلاَ وَحَقُّهُنَّ عَلَيْكُمْ أَنْ تُحْسِنُوْا إِلَيْهِنَّ فِيْ كِسْوَتِهِنَّ وَطَعَامِهِنَّ "

Dari Sulaiman bin Amru bin Al-Ahwash, ia berkata : Ayah ku (yakni Amru bin Al-Ahwash) menceritakan kepada kami : “Bahwasanya ia hadir pada haji wada’ bersama Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam. Maka Rasulullah memuji Allah, lalu memberi peringatan dan nasehat. –orang yang meriwayatkan hadits ini menyebutkan suatu kisah dalam hadits ini-

Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda :
“Perhatikanlah..! Berilah wasiat kepada wanita tentang kebaikan. Karena sesungguhnya mereka itu adalah tawanan yang berada di tangan kalian. Kalian tidak memiliki apa – apa dari mereka selain itu.
Kecuali apabila mereka jelas – jelas melakukan perbuatan keji. Jika mereka melakukan perbuatan tercela, maka jauhilah tempat tidurnya dan pukullah mereka dengan pukulan yang tidak melukai. Jika mereka mentaat kalian, maka janganlah kalian mencari – cari jalan untuk menyusahkan mereka.

Sesungguhnya kalian mempunyai hak terhadap isteri kalian, dan isteri kalian mempunyai hak terhadap kalian. Sesungguhnya hak kalian atas mereka adalah mereka tidak boleh memasukkan orang yang kalian tidak sukai kedalam kamar kalian dan mereka tidak boleh mengizinkan orang yang kalian tidak sukai untuk masuk kedalam rumah kalian. Ingatlah, hak - hak mereka atas kalian adalah kalian harus berbuat baik kepada mereka dalam masalah pakaian dan makanan.”

---oOo---
TAKHRIJ HADITS : HADITS HASAN.

1. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi rahimahullah dalam Sunan nya, hadits no 1163.
Imam at-Tirmidzi rahimahullah mengatakan : “Hadits ini Hasan Shahih.” Dan ini lafadz nya.
2. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah rahimahullah dalam Sunan nya, hadits no 1851.
Dihasankan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi dan Shahih Sunan Ibnu Majah.

---oOo---

PELAJARAN DARI HADITS :

Berikut beberapa faidah dan pelajaran dari hadits diatas :
1. Kewajiban untuk berlemah lembut dan bersikap baik terhadap isteri.
2. Anjurkan agar seorang suami selalu menasehati isteri nya, agar sang isteri selalu pada kebaikan dan ketaatan.
3. Wanita itu adalah tawanan suami nya. Maksud nya, para suami bisa kapan saja melepaskan isterinya dengan talaq. Sedangkan isteri tidak bisa melakukan hal demikian. Selain itu, wanita itu adalah tanggung jawab suami nya.
4. Larangan menghukum isteri tanpa ada bukti yang jelas dari penyimpangan nya.
5. Hadits ini berisikan tahapan – tahapan dalam menyingkapi kesalahan isteri :
a. Tahapan Pertama : Menasehati nya dan memberikan peringatan kepada nya dengan baik.
b. Tahapan Kedua : Menjauhi tempat tidurnya (pisah ranjang).
c. Tahapan Ketiga : Memukul nya, dengan pukulan kasih sayang, pukulan yang tidak menyakitkan.
Tahapan – tahapan ini juga Allah Subhanahu wa ta’ala sebutkan didalam al-Qur’an surat (4) An-Nisa ayat 34.
6. Bolehnya memukul isteri yang melakukan kesalahan, apabila nasehat dan menjauhi tempat tidurnya tidak bisa membuat isteri berubah.
Pukulan tersebut harus memenuhi beberapa syarat :
a. Pukulan itu tidak menyakitkan isteri.
b. Jangan memukul wajah dan organ tubuh yang sensitif serta rawan rusak, seperti kepala, mata, telinga dan lain nya.
c. Pukulan tersebut tidak keras sehingga melukai atau meninggalkan bekas.
d. Tujuan pukulan terhadap isteri adalah membimbing nya untuk kembali kepada kebaikan bukan untuk menimpakan bahaya kepada nya atau menganiaya nya atau melampiaskan kemarahan kepada nya.

Diriwayat dari sahabat yang mulia, Abdullah bin Abbas, ia berkata : “Jika si isteri durhaka, hendaklah si suami memisahkan diri dari tempat tidurnya. Jika si isteri sadar dengan cara tersebut, maka masalahnya selesai.

Tetapi jika cara tersebut tidak bermanfaat, maka Allah mengizinkan kepada para suami untuk memukul isteri nya dengan pukulan yang tidak melukai, dan janganlah kamu mematahkan suatu tulang pun dari tubuhnya, hingga ia kembali taat kepada mu. Tetapi jika cara tersebut tidak bermanfaat, maka Allah menghalalkan bagi mu untuk menerima tebusan (khulu’) darinya (atau melakukan talaq).”
Imam Ibnu Katsir rahimahullah ketika menafsirkan ayat :
“Dan pukullah mereka..” (Al-Qur’an Surat An-Nisa ayat 34), beliau berkata : “Yakni apabila nasehat tidak bermanfaat dan memisahkan diri juga tidak ada hasil nya, maka suami boleh memukul nya (isteri) dengan pukulan yang tidak melukai.”

Imam Al-Baghawi rahimahullah berkata dalam kitabnya Syarhus Sunnah :

“Jika seorang isteri durhaka, maka suami harus menasehati isterinya. Jika si isteri tidak sadar, maka pisah ranjang dengan nya dan jangan meninggalkan nya ke luar rumah. Jika si isteri masih durhaka, maka pukullah dengan pukulan yang tidak menyakitkan dan hindarilah memukul wajah.”
Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata :
“Memukul isteri dalam rangka mendidik jika ia (si suami) melihat sesuatu yang ia benci dari isterinya terutama dalam perkara yang mana seorang isteri wajib mentaati suaminya. Jika si isteri cukup dengan ancaman (peringatan atau nasehat) saja, maka itu lebih baik. Apabila mungkin dilakukan dengan kata – kata untuk tujuan tersebut, maka tidak perlu lagi meluruskan dengan pukulan. Karena (pukulan terhadap isteri itu) bisa menimbulkan kebencian yang jelas bertentangan dengan keharmonisan rumah tangga yang diharapkan. Kecuali dalam perkara – perkara yang berkaitan dengan perbuatan maksiat.”
Syaikh DR.Salim bin Ied al-Hilaly hafizhahullah berkata :
“Pukulan merupakan wasilah bimbingan dan pendidikan bagi isteri yang durhaka. Pada dasarnya pukulan itu dilarang, namun dibolehkan dengan syarat setelah memberikan nasehat dan pisah ranjang.”

7. Haram nya memukul isteri pada bagian yang bisa melukai nya, seperti menampar wajah nya, memukul kepala nya, atau organ tubuh yang lain nya. Dan haram nya kekerasan dalam rumah tangga.
8. Larangan menjauhi tempat tidur isteri dan larangan memukul isteri tanpa ada kesalahan yang dia perbuat.
9. Hukuman yang diberikan kepada isteri adalah agar isteri mau bertaubat dari kesalahan nya.
10. Larangan menyusahkan isteri, apabila dia mau bertaubat dari kesalahan nya.
11. Isteri mempunyai hak atas suami, dan suami mempunyai hak atas isteri.
12. Haram hukumnya atas seorang isteri mengizinkan siapapun masuk kedalam rumah kecuali dengan izin suaminya. Baik suami itu ada dirumah maupun sedang tidak ada dirumah. Karena izin masuk rumah merupakan hak suami, oleh karena itu izin tersebut tidak boleh dipalsukan atas nama suami.
13. Hukum no 12 berlaku selama si isteri tidak mengetahui apakah suaminya ridha atau tidak terhadap orang tersebut untuk masuk kedalam rumahnya. Akan tetapi apabila seorang isteri sudah mengetahui bahwa suami nya jelas ridha terhadap orang yang ingin masuk kedalam rumahnya, maka tidak ada masalah bagi seorang isteri untuk mengizinkan orang tersebut masuk.
14. Diantara hak seorang isteri adalah mendapatkan perlakuan yang baik dari suami nya dalam masalah makanan dan pakaian serta pergaulan.

Selesai

-Semoga bermanfaat-
bersambung ke hadits no 26

Penyusun :

Prima Ibnu Firdaus al-Mirluny
Merlung, 14 Muharram 1435 H / 07 November 2014 M
Daftar Pustaka

1. Sunan At-Tirmidzi, Imam At-Tirmidzi dan Shahih Sunan At-Tirmidzi, Imam Al-Albani
2. Sunan Ibnu Majah, Imam Ibnu Majah dan Shahih Sunan Ibnu Majah, Imam Al-Albani
3. Tafsir Ibnu Abbas, diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalhah.
4. Tafsir Ibnu Katsir, Imam Ibnu Katsir.
5. Syarhus Sunnah, Imam Al-Baghawi.
6. Al-Manahisy Syar’iyyah fi Shahih Sunnah an-Nabawiyyah, Syaikh DR.Salim bin Ied al-Hilalu. Terj Ensiklopedi Larangan Menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah.
 Zaenal Mutaqin likes this
DP
Bambang Maryadi Doank
at Nov 22, 2014 12:21:31 AM
Baca Al Qur'an dan Artinya dan Tafsirnya
KEMUDAHAN DARI ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA DAN MENGAPA KITA HARUS BERAMAL?

Oleh
Ustadz Abu Ahmad Said YaiLc

ِAllâh Azza wa Jalla berfirman:

فَأَمَّا مَنْ أَعْطَىٰ وَاتَّقَىٰ﴿٥﴾وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَىٰ﴿٦﴾فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَىٰ﴿٧﴾وَأَمَّا مَنْ بَخِلَ وَاسْتَغْنَىٰ﴿٨﴾وَكَذَّبَ بِالْحُسْنَىٰ﴿٩﴾فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْعُسْرَىٰ

Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allâh) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik, maka kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup, serta mendustakan pahala terbaik, maka kelak kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar [al-Lail/92:5-10]

TAFSIR RINGKAS
Allâh Azza wa Jalla menjelaskan bahwa aktifitas yang dilakukan manusia itu bermacam-macam, ada yang baik dan ada yang buruk. Yang baik akan berbuah kebahagian dunia dan akhirat, sebaliknya yang buruk akan menyeret pelakunya ke lembah penderitaan dunia dan akhirat. Oleh karena itu, Allâh Azza wa Jalla berfirman :

فَأَمَّا مَنْ أَعْطَىٰ وَاتَّقَىٰ

“Adapun orang yang memberikan” segala yang diperintahkan oleh Allâh Azza wa Jalla baik berupa ibadah harta, seperti zakat, kafarat, nafkah, sedekah, infak dalam kebaikan; atau ibadah badan, seperti shalat, puasa dan sejenisnya; ataupun perpaduan antara ibadah badan dan harta, seperti; haji dan umrah. “Dan bertakwa” maksudnya menjauhkan diri dari perbuatan yang dilarang Allâh.

وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَىٰ

“Dan membenarkan adanya ganjaran yang terbaik (al-husnâ)”, maksudnya, mengimani kandungan ‘lâ ilâha illallâh’ dan segala keyakinan agama yang berhubungan dengannya serta beriman dengan konsekuensinya berupa ganjaran berlipat ganda di akhirat yang telah dijanjikan oleh Allâh Azza wa Jalla . Untuk orang seperti ini, Allâh Azza wa Jalla berfirman,

فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَىٰ

Maka Kami akan menyiapkan baginya jalan yang mudah”. Maksudnya, Allâh Azza wa Jalla akan mempermudah orang tersebut untuk senantiasa melakukan kebaikan dan meninggalkan perbuatan buruk. Ini adalah “buah” usaha-usaha yang telah ia lakukan.

وَأَمَّا مَنْ بَخِلَ وَاسْتَغْنَىٰ﴿٨﴾وَكَذَّبَ بِالْحُسْنَىٰ

“Dan adapun orang-orang yang bakhil” dengan tidak mengeluarkan infak yang wajib yaitu zakat, apalagi infak sunat serta tidak menunaikan berbagai ibadah yang menjadi kewajibannya. "Dan merasa dirinya cukup” sehingga enggan beribadah kepada Allâh Azza wa Jalla ; tidak merasa butuh dengan Allâh Azza wa Jalla ; "Serta mendustakan pahala terbaik” maksudnya, dia tidak beriman terhadap apa yang Allâh Azza wa Jalla wajibkan kepada para hamba-Nya untuk diimani. Untuk orang seperti ini, Allâh Azza wa Jalla berfirman :

فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْعُسْرَىٰ

"Maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar”, maksudnya, dia akan dipermudah untuk terus melakukan perbuatan buruk dan meninggalkan perbuatan baik, yang pada akhirnya akan menyeretnya ke neraka.[1]

AYAT-AYAT YANG SEMISAL DENGAN AYAT-AYAT DI ATAS
Ayat-ayat di atas menunjukkan bahwa apabila seseorang senantiasa melakukan amal shaleh maka Allâh Azza wa Jalla akan memberikan kemudahan kepadanya untuk terus beramal shaleh. Sebaliknya, apabila seseorang terbiasa melakukan suatu yang buruk, maka Allâh Azza wa Jalla akan mempermudah jalannya melakukan keburukan. Di dalam Al-Qur’an kita akan mendapatkan banyak sekali ayat-ayat seperti ini, di antaranya adalah sebagai berikut :

فَلَمَّا زَاغُوا أَزَاغَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ ۚ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), Allâh Azza wa Jalla memalingkan hati mereka. Dan Allâh tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik [ash-Shaff /61:5]

وَنُقَلِّبُ أَفْئِدَتَهُمْ وَأَبْصَارَهُمْ كَمَا لَمْ يُؤْمِنُوا بِهِ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَنَذَرُهُمْ فِي طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُونَ

Dan Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya (al-Qur’ân) pada permulaannya, dan kami biarkan mereka bergelimang dalam kesesatannya yang sangat. [al-An’âm/6:110]

Begitu pula bisa dilihat pada Surat at-Taubah/9:127, al-Mâidah/5:49, an-Nisâ’/4:115 dll.

ALLAH AZZA WA JALLA SUDAH MENTAKDIRKAN SEGALA SESUATU, UNTUK APA KITA BERAMAL?
Pertanyaan itu pernah ditanyakan kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawabannya, sebagaimana pada hadîts berikut :

عَنْ عَلِيٍّ -رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ-... قَالُوا : يَا رَسُولَ اللهِ أَفَلاَ نَتَّكِلُ عَلَى كِتَابِنَا وَنَدَعُ الْعَمَلَ ؟ قَالَ:(اعْمَلُوا, فَكُلٌّ مُيَسَّرٌ لِمَا خُلِقَ لَهُ, أَمَّا مَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ السَّعَادَةِ فَيُيَسَّرُ لِعَمَلِ أَهْلِ السَّعَادَةِ, وَأَمَّا مَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الشَّقَاءِ فَيُيَسَّرُ لِعَمَلِ أَهْلِ الشَّقَاوَةِ ثُمَّ قَرَأَ {فَأَمَّا مَنْ أَعْطَى وَاتَّقَى وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَى} الآيَةَ.

Dari ‘Ali Radhiyallahu anhu. Para sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Ya Rasûlullâh! Apakah kita pasrah saja dengan apa yang tuliskan untuk kita dan kita tidak beramal ?”Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Hendaklah kalian beramal ! Setiap orang akan dimudahkan sesuai dengan tujuan dia diciptakan. Barangsiapa yang tergolong orang-orang yang berbahagia [2] maka ia akan dimudahkan untuk melakukan amalan orang-orang yang berbahagia tersebut. Barangsiapa yang yang tergolong orang-orang yang sengsara[3] maka ia akan dimudahkan untuk melakukan amalan orang-orang yang sengsara itu.” Kemudian Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca firman Allâh Azza wa Jalla (yang artinya) Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allâh) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik, maka kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah (Qs al-Lail/92:5-7)[4]. [Dalam riwayat Imam Muslim, Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca sampai dengan firman Allâh Azza wa Jalla yang artinya," Maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar]

Begitulah jawaban dari Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam buat para shahabat beliau yang bertanya tentang ini. Lalu bagaimanakah respon para shahabat g setelah mendengar jawaban Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Simaklah riwayat berikut ini !

عَنْ بَشِيرِ بْنِ كَعْبٍ ، قَالَ : سَأَلَ غُلاَمَانِ شَابَّانِ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ...قَالَ : ((اعْمَلُوا ، فَكُلٌّ عَامِلٌ مُيَسَّرٌ لِعَمَلِهِ الَّذِي خُلِقَ لَهُ.)) قَالاَ : (فَالآنَ نَجِدُّ وَنَعْمَلُ.)

Diriwayatkan dari Basyîr bin Ka’b Radhiyallahu anhu , ada dua budak yang masih muda bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam (pertanyaan mereka mirip dengan pertanyaan dalam hadits diatas) Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Beramallah! Setiap orang yang beramal akan dimudahkan untuk beramal sesuai dengan takdirnya diciptakan.” Kemudian mereka berkata, “Inilah saatnya! Kami akan berusaha keras dan beramal.”[5]

Begitu pula diriwayatkan dari Surâqah bin Ju’syum Radhiyallahu anhu ketika beliau bertanya kepada Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan pertanyaan yang mirip dan dijawab dengan jawaban yang mirip pula, kemudian Surâqah Radhiyallahu anhu berkata:

فَلَا أَكُوْنُ أَبَدًا أَشَدَّ اِجْتِهَادًا فِيْ اْلعَمَلِ مِنّي الآن

Aku tidak pernah sesemangat sekarang ini dalam beramal. (yaitu setelah mendengar hadîts tersebut-pen)[6]

APAKAH ORANG YANG SUDAH BERAMAL SHALEH BOLEH MERASA AMAN DARI ANCAMAN NERAKA?
Seseorang yang sudah dan terus menerus beramal shaleh, sudah sepantasnya dia bersyukur kepada Allâh Azza wa Jalla . Karena kekonsistenannya (keistiqamahannya) dalam melakukan amalan shaleh itu tiada lain hanyalah berkat pertolongan dan taufiq dari Allâh Azza wa Jalla .

Meski demikian, seorang Mukmin harus tetap waspada terhadap ancaman neraka, karena dia tidak tahu akhir kehidupannya, padahal amalan seseorang di akhir hidupnya sangat menentukan nasibnya. Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّ الْعَبْدَ لَيَعْمَلُ عَمَلَ أَهْلِ النَّارِ وَإِنَّهُ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ وَيَعْمَلُ عَمَلَ أَهْلِ الْجَنَّةِ وَإِنَّهُ مِنْ أَهْلِ النَّارِ وَإِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ

Sesungguhnya ada seorang hamba yang senantiasa beramal dengan amalan ahli neraka, tetapi ternyata dia termasuk ahli surga. Dan ada juga yang senantiasa beramal dengan amalan ahli surga ternyata dia termasuk ahli neraka. Sesungguhnya amalan-amalan itu tergantung bagaimana akhirnya.[7]

KESIMPULAN
1. Ayat ini diturunkan berhubungan dengan perbuatan Abu Bakr Ash-Shiddîq Radhiyallahu anhu yang memerdekakan budak-budak Muslimin di Mekah. Ada pendapat lain yang mengatakan bahwa ayat ini diturunkan setelah Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ya Allâh! Berikan ganti untuk orang yang berinfak ! Lenyapkanlah (harta) orang yang tidak berinfak !”

2. Allâh memberikan balasan yang setimpal untuk setiap amalan. Apabila amalannya baik, maka Allâh akan membalasnya dengan kebaikan; Sebaliknya, apabila amalan seseorang itu buruk maka Allâh akan membalasnya dengan keburukan.

3. Allâh Azza wa Jalla akan mempermudah orang-orang yang beriman, yang beramal shaleh dan meninggalkan maksiat untuk senantiasa melakukan amal shaleh, sehingga nanti akan mengantarkannya ke surga.

4. Allâh Azza wa Jalla akan mempermudah orang-orang yang bakhil, orang-orang yang merasa tidak butuh dengan Rabb-nya untuk terus-menerus berlaku buruk dan akan mempersulit mereka untuk melakukan kebaikan. Ini semua akibat ulah mereka sendiri, sehingga ini akan menyeret mereka ke neraka.

5. Dalam ayat-ayat diatas terdapat penegasan sunnatullah yaitu pemberian dari taufiq Allah kepada seorang hamba tergantung pada kesukaan, pilihan, usaha yang dilakukan seorang hamba, antusiasmenya serta usahanya untuk mengendalikan hawa nafsunya dalam menggapai taufiq itu sendiri. Jika sebaliknya, maka hasil yang diprolehnya sejalan dengan usaha dan pilihannya.

6. Kendatipun kita mengetahui bahwa Allâh telah menetapkan takdir setiap insan, sampai-sampai Allâh Azza wa Jalla menakdirkan apakah nanti dia akan masuk surga atau neraka, kita tetap diperintahkan untuk beramal dan berusaha.

7. Orang-orang yang senantiasa beriman dan beramal shaleh serta menjauhi perbuatan-perbuatan maksiat harus bersyukur kepada Allâh Azza wa Jalla , karena ini merupakan ciri kebaikan untuknya. Meskipun demikian, dia tidak boleh merasa aman dari ancaman neraka, karena amalan seseorang itu tergantung dengan bagaimana akhir hayatnya nanti.

Tamma bifadhlillahi wa karamihi. Mudahan tulisan ini bermanfaat untuk semua.Amin.
 Aass Susantie , Bambang Maryadi Doank , Etek Putra D'bawindas likes this
DP
Safiyo Omar shared Wariye Axmed Siciid Cige's photo.
at Nov 22, 2014 12:18:41 AM
Timeline Photos
Somaliland marks First World War Centenary

The Commonwealth War Graves Commission reports that in East Africa, the Centenary of the First World War was remembered at Hargeisa War Cemetery, Somaliland.

Anglican Bishop for the Horn of Africa, Grant Le Marquand, conducted a service. Wreaths were laid by Neil Wigan, the British Ambassador to Somalia, and Ahmed Haji Ali Adam, the Somaliland Defence Minister. The ceremony commemorated the 115 casualties from the Indian Army and Somaliland Camel Corps, who lost their lives between 1914 - 1920.
source:http://www.centenarynews.com
Sign Up for Free
SignUp for Idolbin
rss twitter facebook gplus