Search Results
DP
Heryx V-shoot
at Jul 23, 2014 11:37:31 AM
Sharing dake.....yoroshiku. .
Indah Moza
SEBUAH KISAH NYATA TENTANG HIKMAH
INDAH DI BALIK KESABARAN DAN
KEIKHLASAN
Bismillahir-Rahmaanir-Rahim …
Seorang pria berumur 61 tahun bernama Asep
Sudrajat menghidupi keluarganya dengan
membuka sebuah toko berukuran 3 x 4 meter di
sebuah jalan di kota Bandung. Tiada yang
mendampingi hidupnya di rumah selain Asih,
istrinya. Sudah puluhan tahun berumah tangga,
Allah Swt Sang Maha Pencipta belum berkenan
memberikan mereka keturunan.
Namun baik Asep dan Asih adalah model makhluk
Tuhan yang menerima segala ketetapan. Mereka
selalu menghiasi hidup dengan pengharapan
terhadap Tuhan.
Bersyukur atas segala nikmat yang mereka
terima, dan bersabar atas segala ujian yang
diberikan.
Hampir dua puluh tahun mereka menabung demi
mewujudkan cita-cita. Sebuah cita-cita mulia
yang mereka tanamkan dalam hati, untuk
berangkat haji ke Baitullah, Mekkah Al
Mukarramah. Dengan hasil dagang di toko yang
seadanya, sedikit demi sedikit mereka sisihkan
untuk menggapai cita-cita itu. Hanya ibadah haji
saja dalam benak mereka yang belum pernah
mereka lakukan.
Keinginan itu terus membuncah,
menggelegak dalam dada seorang
hamba yang rindu akan keridhaan Tuhannya.
Hasil tabungan yang mereka kumpulkan tidak
mereka tabung di bank. Sengaja uang sejumlah
itu mereka simpan agar dapat memotivasi
semangat mereka untuk mencari tambahan uang
sesegera mungkin. Sungguh dua puluh tahun
dalam menabung, merupakan masa yang cukup
panjang untuk bersabar demi mewujudkan
ketaatan kepada Tuhan. Tidak banyak, manusia
modern di zaman sekarang yang mampu memiliki
niat sedemikian.
Malam itu, Asep dan Asih sekali lagi menghitung
jumlah tabungan mereka.
Uang yang mereka simpan untuk berhaji itu kini
berjumlah Rp.50.830.000. Sementara biaya haji
pada saat itu berkisar kurang lebih
Rp.27 juta per orang, belum lagi biaya bimbingan
haji yang harus mereka ikuti, ditambah dengan
uang jajan tambahan untuk membeli oleh-oleh.
Mereka menghitung, kurang lebih mereka
memerlukan dana berkisar Rp.10 juta.
Setiap malam berlalu, Asep dan Asih selalu
menghitung peruntungan jualan mereka, dan
sebagiannya mereka sisihkan untuk mewujudkan
cita-cita berhaji.
Suatu pagi, Asep mendengar kabar
bahwa kawan karibnya dalam berjamaah shalat di
Masjid As Shabirin jatuh sakit secara mendadak
dan kini dirawat di RS. Dr. Hasan Sadikin. Setelah
divisum oleh dokter rupanya penyakit yang
diderita tetangga sekaligus kawan karibnya itu
adalah penyakit tumor tulang. Sebuah penyakit
yang jarang terjadi pada masyarakat Indonesia.
Bersegeralah, Asep menjenguk kawan
karibnya itu. Sesampainya di sana, sahabat
tersebut masih berada di ruang ICU dan
untungnya masih sadarkan diri sehingga dapat
melakukan percakapan dengan Asep.
Dari penuturannya Asep mengetahui bahwa tumor
tulang tersebut telah membuat tetangganya tidak
mampu untuk berdiri lagi, dan tumor tersebut
harus diangkat segera. Sebab bila tidak, maka
tumor tersebut dapat menjalar ke bagian tubuh
lain.
Asep bergidik mendengarnya. Namun ia masih
terus membesarkan hati sahabatnya itu untuk
senantiasa tawakkal dan berdoa kepada Allah Swt
Yang Maha Menyembuhkan setiap penyakit
hamba-Nya.
Hampir setiap hari Asep menjenguk sahabatnya
itu. Pada hari kedelapan,
sahabatnya itu telah dipindah ke ruang rawat inap
kelas 3, bersama tujuh pasien lainnya dalam satu
kamar. Kamar tersebut pengap dengan bau obat,
dan tidak layak disebut sebagai kamar rumah
sakit.
Pemandangan yang berantakan.
Jemuran baju pasien dan pendamping yang
bertebaran di sepanjang jendela. Seprai kasur
yang tidak rapi. Tikar dan koran bertebaran di
pojok-pojok kamar. Itu semua membuat
pemandangan kamar menjadi tidak asri dan
pengap.
Namun apa mau dikata, tetangganya
adalah seorang yang mungkinvmemilik nasib
sama dengan jutaan orang di Indonesia. Sudah
masuk rumah sakit saja Alhamdulillah, nggak tahu
bayarnya pakai apa?
Hari itu adalah hari kesebelas sahabatnya dirawat
di rumah sakit.
Kebetulan Asep sedang berada di sana, seorang
perawat membawakan sebuah surat dari rumah
sakit bahwa untuk membuang tumor yang berada
di sendi-sendi tulang pasien haruslah dijalankan
sebuah operasi. Operasi itu akan menelan biaya
hampir Rp 50 juta. Bila keluarga pasien
mengharapkan kesembuhan, maka operasi
tersebut harus dilakukan.
Namun kalau mau berpasrah kepada takdir Tuhan,
maka tinggal berdoa saja agar terjadi keajaiban.
Siapa orangnya yang tidak mau sembuh dari
penyakit? Semua orang pun berharap sedemikian.
Namun mau bilang apa? Keluarga sahabat Asep
tersebut sudah menguras habis tabungan yang
mereka miliki, namun itu semua untuk bayar
biaya rumah sakit selama ini saja tidak cukup.
Apalagi untuk membiayai proses operasi?
Sungguh, yang mampu mereka lakukan adalah
memohon
pertolongan kepada Allah Swt.
Hari kedua belas, ketiga belas, keempat belas….
kondisi pasien semakin parah. Badannya terlihat
kurus tak bertenaga. Kelemahan itu terlihat jelas
dalam sorot cahaya mata yang kian meredup.
Sang pasien tidak mampu lagi menanggapi lawan
bicara. Tumor itu semakin mengganas dan
menjalar ke seluruh tubuh. Pemandangan itu
semakin menyentuh relung hati Asep yang
terdalam. Maka di pinggir ranjang
sahabatnya, Asep pun mengambil sebuah
keputusan besar.
Setelah berpamitan dengan keluarga sahabatnya,
ia bergegas pulang menuju rumah. Di sana
terlihat olehnya Asih sedang melayani pembeli
yang datang ke toko sederhana milik mereka.
Saat pembeli sudah sepi, Asep lalu
menyampaikan keputusannya itu kepada Asih.
“Bu…, Kang Endi tetangga kita yang sedang di
rawat di rumah sakit itu kondisinya semakin
memburuk. Bapak
tidak sanggup melihat penderitaannya. Sepertinya
kita harus bantu dia dan keluarganya. Tiga hari
lalu, kebetulan bapak sedang di sana, seorang
suster memberitahukan bahwa Kang Endi harus
dioperasi segera. Keluarganya belum berani
menyatakan iya, sebab biaya operasi itu hampir
Rp 50 juta….” Asep membuka pembicaraannya
dengan
kalimat yang panjang.
Asih pun mulai merasa iba dengan penderitaan
Kang Endi dan keluarganya, “Kasihan mereka ya,
Pak! Kita bisa bantu apa…?” Asep pun langsung
menyambung dengan cepat, “Kalau ibu berkenan,
bagaimana bila dana tabungan haji kita diberikan
saja kepada mereka semua untuk biaya operasi?”
Kalimat itu diakhiri dengan sebuah senyum
merekah di bibir Asep.
“Diberikan….?!! Waduh pak…, hampir
dua puluh tahun kita nabung dengan
susah payah agar cita-cita berhaji dapat
diwujudkan. Masa bisa pupus seketika dengan
membantu orang lain yang bukan saudara kita?”
Asih mengajukan penolakan atas usulan
suaminya.
“Bu…., banyak orang yang berhaji
belum tentu mabrur di sisi Allah.
Mungkin ini adalah jalan buat kita
untuk meraih keridhaan Allah Swt.
Biarkan kita hanya berhaji di pekarangan rumah
kita sendiri, tidak
perlu ke Baitullah. Bapak yakin bila kita menolong
saudara kita, Insya Allah, kita akan ditolong juga
oleh Dia Yang Maha Kuasa.” Kalimat itu
meluncur dari mulut Asep dan menohok relung
hati Asih sehingga begitu membekas di dasarnya.
Tak kuasa, Asih pun mengangguk dan setuju atas
usul suaminya.
Keesokan pagi, Asep dan Asih pun datang berdua
ke rumah sakit untuk menjenguk. Toko mereka
ditutup hari itu. Mereka berdua datang ke rumah
sakit dengan membawa sebuah amplop tebal
berisikan uang sejumlah Rp 50 juta yang tadinya
mereka siapkan untuk berhaji.
Keduanya tiba di rumah sakit dan
menjumpai Kang Endi dan keluarganya di sana.
Usai membacakan doa untuk pasien, keduanya
datang kepada istri Kang Endi. Mereka serahkan
sejumlah uang tersebut, dan suasana menjadi
haru seketika. Bagi keluarga Kang Endi ini adalah
moment dimana doa diijabah oleh Tuhan.
Sementara bagi Asep dan
Asih, ini merupakan saat dimana keikhlasan
menolong saudara harus ditunjukkan. Lalu
pulanglah Asep dan Asih ke rumah setelah
berpamitan
kepada keluarga.
Uang itu kemudian segera dibawa oleh salah
seorang anggota keluarga ke bagian administrasi
rumah sakit.
Formulir kesediaan menjalani operasi telah diisi.
Besok pagi jam 08.00
operasi pengangkatan tumor di sendi-
sendi tulang Kang Endi akan dilakukan.
Alhamdulillah!
Esoknya Kang Endi sudah dibawa ke ruang
operasi. Sebelum dioperasi, dokter spesialis
tulang yang selama ini
menangani Kang Endi sempat berbincang dengan
keluarga. “Doakan
ya agar operasi berjalan lancar dan
Pak Endi semoga lekas sembuh! Kalau boleh
tahu…, darimana dana operasi ini didapat?”
Dokter mencetuskan pertanyaan tersebut, karena
ia tahu sudah berhari-hari pasien tidak jadi
dioperasi sebab keluarga tidak mampu
menyediakan dananya.
Istri Kang Endi menjawab, “Ada seorang tetangga
kami bernama pak Asep yang membantu,
Alhamdulillah dananya bisa didapat, Dok!”
“Memangnya, beliau usaha apa? Kok
mau membantu dana hingga sebesar
itu?” Dibenak dokter, pastilah pak
Asep adalah seorang pengusaha sukses.“Dia
hanya punya usaha toko
kecil di dekat rumah kami. Saya saja sempat
bingung saat dia dan istrinya
memberikan bantuan sebesar itu!”
Istri Kang Endi menambahkan.
Di dalam hati, dokter kagum dengan
pengorbanan pak Asep dan istrinya.
Hatinya mulai tergerak dan berkata,
“Seorang pak Asep yang hanya punya
toko kecil saja mampu membantu
saudaranya. Kamu yang seorang dokter spesialis
dan kaya raya, tidak tergerak untuk membantu
sesama.”
Suara hati itu terus membekas dalam
dada pak dokter. Pembicaraan itu usai, dan
dokter pun masuk ke ruang operasi.
Alhamdulillah operasi berjalan sukses
dan lancar. Ia memakan waktu hingga
4 jam lebih. Semua tumor yang berada pada
tulang Kang Endi telah diangkat. Seluruh keluarga
termasuk dokter dan perawat yang menangani
merasa gembira.
Kang Endi tinggal menjalani masa penyembuhan
pasca operasi. Pak Asep masih sering
menjenguknya.
Suatu hari kebetulan pak dokter sedang
memeriksa kondisi Kang Endi dan pak Asep pun
sedang berada di sana. Keduanya pun berkenalan.
Pak dokter memuji keluasan hati pak Asep. Pak
Asep hanya mampu mengembalikan pujian itu
kepada Pemiliknya, yaitu Allah Swt. Hingga
akhirnya, pak dokter meminta alamat rumah pak
Asep secara tiba-tiba.
Beberapa minggu setelah Kang Endi pulang dari
rumah sakit. Malam itu,
Asep dan Asih tengah berada di rumahnya. Toko
belum lagi ditutup,
tiba-tiba ada sebuah mobil sedan hitam diparkir
di luar pagar rumah.
Nampak ada sepasang pria dan wanita turun dari
mobil tersebut.
Cahaya lampu tak mampu menyorot wajah
keduanya yang kini datang mengarah ke rumah
pak Asep. Begitu mendekat, tahulah pak Asep
bahwa pria yang datang adalah pak dokter yang
pernah merawat sahabatnya kemarin.
Gemuruh suasana hati Asep. Ia terlihat kikuk saat
menerima kehadiran pak dokter bersama istrinya.
Terus terang, seumur hidup, pak Asep belum
pernah menerima tamu agung seperti malam ini.
Maka dokter dan istrinya dipersilakan
masuk. Setelah disuguhi sajian ala kadarnya,
maka mereka berempat
terlibat dalam pembicaraan hangat.
Tidak lama pembicaraan kedua keluarga itu
berlangsung. Hingga saat pak Asep menanyakan
maksud kedatangan pak dokter dan istri. Maka
pak dokter menjawab bahwa ia datang hanya
untuk bersilaturrahmi kepada pak Asep dan istri.
Pak dokter menyatakan bahwa ia
terharu dengan pengorbanan pak
Asep dan istri yang telah rela
membantu tetangganya yang sakit
dan memerlukan dana cukup besar.
Ia datang bersilaturrahmi ke rumah
pak Asep hanya untuk mengetahui
kondisi pak Asep dan belajar cara ikhlas
membantu orang lain yang sulit
ditemukan di bangku kuliah. Semua kalimat yang
diucapkan oleh pak dokter dielak oleh pak Asep
dengan bahasa yang selalu merendah.
Tiba-tiba pak dokter berujar, “Pak Asep dan ibu….,
saya dan istri berniat
untuk melakukan haji tahun depan.
Saya mohon doa bapak dan ibu agar
perjalanan kami dimudahkan Allah Swt… Saya
yakin doa orang-orang shaleh seperti bapak dan
ibu akan
dikabul oleh Allah…” Baik Asep dan
Asih menjawab serentak dengan kalimat,
“Amien…!”
Pak dokter menambahkan, “Selain itu,
biar doa bapak dan ibu semakin dikabul oleh
Allah untuk saya dan istri, ada baiknya bila bapak
dan ibu berdoanya di tempat-tempat mustajab di
kota suci Mekkah dan Madinah…” Kalimat yang
diucapkan pak dokter kali ini sama-sama
membuat bingung Asep dan Asih
sehingga membuat mereka berani menanyakan,
“Maksud pak dokter….?”
“Ehm…, maksud saya, izinkan saya dan istri
mengajak bapak dan ibu Asep untuk berhaji
bersama kami dan berdoa di sana sehingga Allah
akan mengabulkan doa kita semua!”
Kalimat itu berakhir menunggu jawaban.
Sementara jawaban yang ditunggu tidak kunjung
datang hingga air mata keharuan menetes di pipi
Asep dan Asih secara bersamaan.
Beberapa menit keharuan meliputi atmosfir ruang
tamu sederhana milik
Asep dan Asih. Seolah bagai rahmat
Tuhan yang turun menyirami ruh para hamba-
Nya yang senantiasa mencari keridhaan Tuhan.
Asep dan Asih hanya mampu mengucapkan
terima kasih berulang-ulang. Usai pak dokter
pulang, keduanya tersungkur sujud mencium
tanah tanda rasa syukur yang mendalam mereka
sampaikan kepada Allah Yang Maha Pemurah.
Akhirnya,mereka berempat pun menjalankan haji
di Baitullah demi mencari keridhaan Allah Azza
wa Jalla.
Sungguh, kesabaran panjang yang
diakhiri dengan pengorbanan kebaikan, akan
berbuah di tangan Allah Swt menjadi balasan
yang besar dan anugerah yang tiada terkira.
Keikhlasan dan ketulusan memang tak
berharap apa-apa kecuali ridha Allah.
Dan Allah SWT pula yang menentukan
balasan terbaik bagi hamba-Nya, bisa di dunia
atau juga di akhirat kelak.
Percayalah dan yakinkan diri dengan
hal terbaik yang dijalani. Allah Pasti Tahu.
^^
Semoga bermanfaat dan Dapat
Diambil Hikmah-Nya ….
DP
Nur Waznati Ibrahim
at Jul 23, 2014 11:31:35 AM
Good info Doc...
Azizan Osman
Tips4Bisnes: [Menguasai Keadaan]

Satu perkara yang agak penting di dalam membina perniagaan adalah kita mesti berada di dalam situasi "Being In Control" atau "Menguasai Keadaan".

Apa maksudnya? Baca sampai habis, Insya Allah saya terangkan.

Ramai usahawan baru atau even yang dah lama berada dalam keadaan yang seperti "TIDAK MAMPU BERBUAT APA-APA". Bila ada isu di dalam perniagaan mereka, atau di dalam berurusan dengan pekerja, atau supplier, atau bank, atau pelanggan.

Contohnya bila menghadapi masalah pekerja yang sentiasa datang lambat. Ada sesetengah usahawan tidak berani "berhadapan" dengan pekerja tersebut. Ada sesetengah tidak berani memberikan amaran demi amaran (Mengikut prosedur HR - Human Resource) kerana takut pekerja tersebut berhenti dan takut nanti susah dapat pekerja.

Come on!! Anda bersusah payah memulakan perniagaan dan membina perniagaan, kenapa benarkan pekerja anda yang feeling rasa jadi bos "mengambil alih" perniagaan anda?

Apa yang saya nak anda faham ialah Pertama, Kenapa perkara ini berlaku? Dan Kedua, Bagaimana nak selesaikan?

Okay, kita start dengan yang pertama, kenapa perkara ini berlaku?

Sebab #1

Perkara ini berlaku bermula ketika proses mencari pekerja lagi. Ramai usahawan baru terutamanya mempunyai mentaliti, aku tengah sibuk huru hara tak cukup kakitangan, aku perlukan seorang "manusia" yang janji boleh tolong aku. Ini mentaliti yang salah! Jangan begitu! Betul, pekerja penting kita nak segera, tetapi kita mesti set beberapa kriteria jenis spesis pekerja bagaimana yang kita mahu. Contoh kriteria yang kita boleh set mungkin, Berdisiplin, Rajin, Tepati masa, positif. Set kriteria sikap then kriteria kelayakan akademik atau pengalaman kerja/ skil yang kita mahukan. Ini kita set dulu dalam hotak kita dan tulis atas kertas dengan jelas.

Sebab #2 Kita ambil sedara mara jadi pekerja tanpa syarat. Masa nak "kahwin" seronok, bila dah "kahwin" nanti kerja bergaduh. Itu ibaratnya. Ini merbahaya. Elakkan untuk jadikan perniagaan kita seperti satu perniagaan keluarga yang tidak reti ikut peraturan dan etika kerja. Saya faham, ada yang memang membina perniagaan bersama ahli keluarga tetapi setiap orang mesti letakkan syarat atau komitmen yang semua orang kena berikan walaupun perniagaan ini mak bapak kita turunkan.

Sebab #3

Usahawan tidak ada ilmu menguruskan pekerja.

Ini semua adalah lebih mudah jika usahawan belajar menguasai keadaan atau On Top Of Situation (OTOS).

Saya harap anda belajar sesuatu dari sharing kali ini. Jika ini membantu, bantu saya Klik Like, Share & Komen "Saya suka!".

Jangan lupa jumpa saya di Klinik Usahawan - Siri Mudahnya Berniaga selepas hari raya nanti. Anda boleh layari KlinikUsahawan.com untuk pendaftaran 100% Percuma (Ditaja oleh Richworks bila anda mendaftar 3 orang).

#DAO
DP
Brams McFadden shared Smk Farmasi Cendikia's photo.
at Jul 23, 2014 11:30:50 AM
great
Timeline Photos
SYARIFUDDIN KHALIFAH KINI DEWASA, BAYI AJAIB NON-MUSLIM AFRIKA

Kembali mengingat peristiwa tahun 90-an, dunia saat itu gempar dengan berita besar seorang bayi berumur 2 bulan dari keluarga Katholik di Afrika yang menolak dibaptis.“Mama, unisibi baptize naamini kwa Allah, na jumbe wake Muhammad” (Ibu, tolong jangan baptis saya. Saya adalah orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya, Muhammad).

Ayah dan ibunya, Domisia-Francis, pun bingung. Kemudian didatangkan seorang pendeta untuk berbicara kepada bayinya itu:“Are You Yesus?” (Apakah kamu Yesus?).

Kemudian dengan tenang sang bayi Syarifuddin menjawab: “No, I’m not Yesus. I’m created by God. God, The same God who created Jesus” (Tidak, aku bukan Yesus. Aku diciptakan oleh Tuhan, Tuhan yang sama dengan yang menciptakan Yesus). Saat itu ribuan umat Kristen di Tanzania dan sekitarnya dipimpin bocah ajaib itu mengucapkan dua kalimat syahadat.

Bocah Afrika kelahiran 1993 itu lahir di Tanzania Afrika, anak keturunan non Muslim. Sekarang bayi itu sudah remaja, setelah ribuan orang di Tanzania-Kenya memeluk agama Islam berkat dakhwahnya semenjak kecil. Syarifuddin Khalifah namanya, bayi ajaib yang mampu berbicara berbagai bahasa seperti Arab, Inggris, Perancis, Italia dan Swahili. Ia pun pandai berceramah dan menterjemahan al-Quran ke berbagai bahasa tersebut. Hal pertama yang sering ia ucapkan adalah: “Anda bertaubat, dan anda akan diterima oleh Allah Swt.”

Syarifuddin Khalifah hafal al-Quran 30 juz di usia 1,5 tahun dan sudah menunaikan shalat 5 waktu. Di usia 5 tahun ia mahir berbahasa Arab, Inggris, Perancis, Italia dan Swahili. Satu bukti kuasa Allah untuk menjadikan manusia bisa bicara dengan berbagai bahasa tanpa harus diajarkan.

a. Latar Belakang Syarifuddin Khalifah

Mungkin Anda terheran-heran bahkan tidak percaya, jika ada orang yang bilang bahwa di zaman modern ini ada seorang anak dari keluarga non Muslim yang hafal al-Quran dan bisa shalat pada umur 1,5 tahun, menguasai lima bahasa asing pada usia 5 tahun, dan telah mengislamkan lebih dari 1.000 orang pada usia yang sama. Tapi begitulah kenyatannya, dan karenanya ia disebut sebagai bocah ajaib; sebuah tanda kebesaran Allah Swt.

Syarifuddin Khalifah, nama bocah itu. Ia dilahirkan di kota Arusha, Tanzania. Tanzania adalah sebuah negara di Afrika Timur yang berpenduduk 36 juta jiwa. Sekitar 35 persen penduduknya beragama Islam, disusul Kristen 30 persen dan sisanya beragam kepercayaan terutama animisme. Namun, kota Arusha tempat kelahiran Syarifuddin Khalifah mayoritas penduduknya beragama Katolik. Di urutan kedua adalah Kristen Anglikan, kemudian Yahudi, baru Islam dan terakhir Hindu.

Seperti kebanyakan penduduk Ashura, orangtua Syarifuddin Khalifah juga beragama Katolik. Ibunya bernama Domisia Kimaro, sedangkan ayahnya bernama Francis Fudinkira. Suatu hari di bulan Desember 1993, tangis bayi membahagiakan keluarga itu. Sadar bahwa bayinya laki-laki, mereka lebih gembira lagi.

Sebagaimana pemeluk Katolik lainnya, Domisia dan Francis juga menyambut bayinya dengan ritual-ritual Nasrani. Mereka pun berkeinginan membawa bayi manis itu ke gereja untuk dibaptis secepatnya. Tidak ada yang aneh saat mereka melangkah ke Gereja. Namun ketika mereka hampir memasuki altar gereja, mereka dikejutkan dengan suara yang aneh. Ternyata suara itu adalah suara bayi mereka. “Mama usinibibaptize, naamini kwa Allah wa jumbe wake Muhammad!” (Ibu, tolong jangan baptis saya. Saya adalah orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya, Muhammad).

Mendengar itu, Domisia dan Francis gemetar. Keringat dingin bercucuran. Setelah beradu pandang dan sedikit berbincang, mereka memutuskan untuk membawa kembali bayinya pulang. Tidak jadi membaptisnya.

Awal Maret 1994, ketika usianya melewati dua bulan, bayi itu selalu menangis ketika hendak disusui ibunya. Domisia merasa bingung dan khawatir bayinya kurang gizi jika tidak mau minum ASI. Tetapi, diagnose dokter menyatakan ia sehat. Kekhawatiran Domisia tidak terbukti. Bayinya sehat tanpa kekurangan suatu apa. Tidak ada penjelasan apapun mengapa Allah mentakdirkan Syarifuddin Khalifah tidak mau minum ASI dari ibunya setelah dua bulan.

Di tengah kebiasaan bayi-bayi belajar mengucapkan satu suku kata seperti panggilan “Ma” atau lainnya, Syarifuddin Khalifah pada usianya yang baru empat bulan mulai mengeluarkan lafal-lafal aneh. Beberapa tetangga serta keluarga Domisia dan Francis terheran-heran melihat bayi itu berbicara. Mulutnya bergerak pelan dan berbunyi: “Fatuubuu ilaa baari-ikum faqtuluu anfusakum dzaalikum khairun lakum ‘inda baari-ikum, fataaba ‘alaikum innahuu huwattawwaburrahiim.”

Orang-orang yang takjub menimbulkan kegaduhan sementara namun kemudian mereka diam dalam keheningan. Sayangnya, waktu itu mereka tidak mengetahui bahwa yang dibaca Syarifuddin Khalifah adalah QS. al-Baqarah ayat 54.

Domisia khawatir anaknya kerasukan setan. Ia pun membawa bayi itu ke pastur, namun tetap saja Syarifuddin Khalifah mengulang-ulang ayat itu. Hingga kemudian cerita bayi kerasukan setan itu terdengar oleh Abu Ayub, salah seorang Muslim yang tinggal di daerah itu. Ketika Abu Ayub datang, Syarifuddin Khalifah juga membaca ayat itu. Tak kuasa melihat tanda kebesaran Allah, Abu Ayub sujud syukur di dekat bayi itu.

“Francis dan Domisia, sesungguhnya anak kalian tidak kerasukan setan. Apa yang dibacanya adalah ayat-ayat al-Qur’an. Intinya ia mengajak kalian bertaubat kepada Allah,” kata Abu Ayub.

Beberapa waktu setelah itu Abu Ayub datang lagi dengan membawa mushaf. Ia memperlihatkan kepada Francis dan Domisia ayat-ayat yang dibaca oleh bayinya. Mereka berdua butuh waktu dalam pergulatan batin untuk beriman. Keduanya pun akhirnya mendapatkan hidayah. Mereka masuk Islam. Sesudah masuk Islam itulah mereka memberikan nama untuk anaknya sebagai “Syarifuddin Khalifah”.

Keajaiban berikutnya muncul pada usia 1,5 tahun. Ketika itu, Syarifuddin Khalifah mampu melakukan shalat serta menghafal al-Quran dan Bible. Lalu pada usia 4-5 tahun, ia menguasai lima bahasa. Pada usia itu Syarifuddin Khalifah mulai melakukan safari dakwah ke berbagai penjuru Tanzania hingga ke luar negeri. Hasilnya, lebih dari seribu orang masuk Islam.

b. Kisah Nyata Syarifuddin Mengislamkan Ribuan Orang

Kisah nyata ini terjadi di Distrik Pumwani, Kenya, tahun 1998. Ribuan orang telah berkumpul di lapangan untuk melihat bocah ajaib, Syarifuddin Khalifah. Usianya baru 5 tahun, tetapi namanya telah menjadi buah bibir karena pada usia itu ia telah menguasai lima bahasa. Oleh umat Islam Afrika, Syarifuddin dijuluki Miracle Kid of East Africa.

Perjalanannya ke Kenya saat itu merupakan bagian dari rangkaian safari dakwah ke luar negeri. Sebelum itu, ia telah berdakwah ke hampir seluruh kota di negaranya, Tanzania. Masyarakat Kenya mengetahui keajaiban Syarifuddin dari mulut ke mulut. Tetapi tidak sedikit juga yang telah menyaksikan bocah ajaib itu lewat Youtube.

Orang-orang agaknya tak sabar menanti. Mereka melihat-lihat dan menyelidik apakah mobil yang datang membawa Syarifuddin Khalifah. Beberapa waktu kemudian, Syaikh kecil yang mereka nantikan akhirnya tiba. Ia datang dengan pengawalan ketat layaknya seorang presiden.

Ribuan orang yang menanti Syarifuddin Khalifah rupanya bukan hanya orang Muslim. Tak sedikit orang-orang Kristen yang ikut hadir karena rasa penasaran mereka. Mungkin juga karena mereka mendengar bahwa bocah ajaib itu dilahirkan dari kelarga Katolik, tetapi hafal al-Quran pada usia 1,5 tahun. Mereka ingin melihat Syarifuddin Khalifah secara langsung.

Ditemani Haji Maroulin, Syarifuddin menuju tenda yang sudah disiapkan. Luapan kegembiraan masyarakat Kenya tampak jelas dari antusiasme mereka menyambut Syarifuddin. Wajar jika anak sekecil itu memiliki wajah yang manis. Tetapi bukan hanya manis. Ada kewibawaan dan ketenangan yang membuat orang-orang Kenya takjub dengannya. Mengalahkan kedewasaan orang dewasa.

Kinilah saatnya Syaikh cilik itu memberikan taushiyah. Tangannya yang dari tadi memainkan jari-jarinya, berhenti saat namanya disebut. Ia bangkit dari kursi menuju podium.

Setelah salam, ia memuji Allah dan bershalawat kepada Nabi. Bahasa Arabnya sangat fasih, diakui oleh para ulama yang hadir pada kesempatan itu. Hadirin benar-benar takjub. Bukan hanya kagum dengan kemampuannya berceramah, tetapi juga isi ceramahnya membuka mata hati orang-orang Kristen yang hadir pada saat itu. Ada seberkas cahaya hidayah yang masuk dan menelusup ke jantung nurani mereka.

Selain pandai menggunakan ayat al-Quran, sesekali Syarifuddin juga mengutip kitab suci agama lain. Membuat pendengarnya terbawa untuk memeriksa kembali kebenaran teks ajaran dan keyakinannya selama ini.

Begitu ceramah usai, orang-orang Kristen mengajak dialog bocah ajaib itu. Syarifuddin melayani mereka dengan baik. Mereka bertanya tentang Islam, Kristen dan kitab-kitab terdahulu. Sang Syaikh kecil mampu memberikan jawaban yang memuaskan. Dan itulah momen-momen hidayah. Ratusan pemeluk Kristiani yang telah berkumpul di sekitar Syarifuddin mengucapkan syahadat. Menyalami tangan salah seorang perwakilan mereka, Syarifuddin menuntun syahadat dan mereka menirukan: “Asyhadu an laa ilaaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan Rasuulullah.”

Syahadat agak terbata-bata. Tetapi hidayah telah membawa iman. Mata dan pipi pun menjadi saksi, air mata mulai berlinang oleh luapan kegembiraan. Menjalani hidup baru dalam Islam. Takbir dari ribuan kaum muslimin yang menyaksikan peristiwa itu terdengar membahana di bumi Kenya.

Bukan kali itu saja, orang-orang Kristen masuk Islam melalui perantaraan bocah ajaib Syarifuddin Khalifah. Di Tanzania, Libya dan negara lainnya kisah nyata itu juga terjadi. Jika dijumlah, melalui dakwah Syarifuddin Khalifah, ribuan orang telah masuk Islam. Ajaibnya, itu terjadi ketika usia Syaikh kecil itu masih lima tahun.

Para ulama dan habaib sangat mendukung dakwah Syaikh Syarifuddin Khalifah. Bahkan ulama besar seperti al-Habib ali al-Jufri pun rela meluangkan waktunya untuk bertemu anak ajaib yang kini remaja dan berjuang dalam Islam. (Dikutip dari buku Mukjizat dari Afrika, Bocah yang Mengislamkan Ribuan Orang; Syarifuddin Khalifah).

Koleksi video Syarifuddin Khalifah saat kecil hingga dewasanya bisa Anda lihat di saluran ini:http://www.youtube.com/channel/UCvBjZN8LVWwvPh4eLLxmY-w/videos

*sumber: http://www.muslimedianews.com/2014/05/syarifuddin-khalifah-kini-dewasa-bayi.html
DP
Putri Vidia
at Jul 23, 2014 11:19:52 AM
That's right!
Mix Knowledge
#MixShare

Sudah berapa banyak pertemanan yang diputus....?

Sudah berapa banyak pasangan yang diputus ?
*oke, ini ngga nyambung*

Sudah berapa banyak kalori yang dikeluarkan untuk adu "argumen" ?

Sudah berapa banyak uang yang digelontorkan untuk saling "counter status berbeda" ?

Hanya pada saat kampanye pemilihan presiden & penetapan rekapitulasi yang berjalan alot....?

Mari...kawan-kawan, rekanan saya seantero dunia nyata, dunia maya serta dunia ghaib, kita kumpulkan kembali perpecahan yang telah kita lakukan, kita rekatkan kembali dengan sila ke-tiga Pancasila.
Yang menang, rangkul yang kalah...yang kalah, bantulah untuk mengingatkan yang menang jika salah. Tapi sebetulnya tidak yang menang, tidak ada yang kalah. Semua pemenangnya, rakyatlah sang juaranya. Hanya saja Tuhan sedang mengarahkan bahwa banyak cara untuk tetap mengabdi untuk Tanah Air Indonesia.
Hapus semua angkara murka yang kita perbuat selama euforia pemilihan presiden berlangsung.

Pak Joko Widodo dan Pak Jusuf Kalla sudah terpilih dan bersiap duduk di kursi RI-1 dan RI-2.
Selebihnya ? Kita kembali jalani rutinitas kita sebagai manusia normal. Kembali berbagi cangkir kopi yang sama, kembali menyibukkan diri pada harfiah kita sebagai manusia, entah itu bekerja ataupun belajar.
Kembali bersatu, kembali merekatkan diri pada persatuan, dan tidak ada rantai perpecahan kembali.

1 + 2 = 3, Persatuan Indonesia. Jangan ada lagi fanatisme semu yang melekat hingga melunturkan semua kehidupan bersatu dalam satu kesatuan yang dibangun dengan susah payah selama ini.

Karena fanatisme, apapun bentuknya, itu tidak baik.

source : *seorang analis media*

Siapapun Nakhoda kita, apabila kita sebagai awak kapalnya sendiri tidak saling membantu & tidak saling mendukung satu sama lain, kapal pasti karam.

#Zaki
DP
Nursyafiqah Mohamad shared Maria Elena Is Greek Helen's photo.
at Jul 23, 2014 10:54:07 AM
Few days left.. Hope I can meet u again next year :')

#ramadhan_dont_go
#sorry #for #all #my #wrongdoings
#kosong-kosong :D
Timeline Photos
Teringin bila kat padang masyar nanti..

Allah panggil nama kite

"Maria elena bt zarul ahmad bin mohd zulkifli bin...!"

Pastu i langkah depan kepala tunduk.

Pastu Dia kata

"Good job. You did well on earth. Nah, pilih syurga mana u nak"

Teringinnn sangat! Not just for me, but for us all juga.
Amiiiin!

Perjuanganku masih jauh di dunia ni. Banyak lagi dosa juga. Banyak sangat ilmu tak belajar lagi. As a wife and as a mother pun baru je mula. Sometimes i forget to be thankful to Him. Sometimes i take Him for granted too. But despite all that, I hope that i will always continue to learn, steadfast and increase my taqwa level. And i hope Allah will always send me reminders.

And i pray for you too my friends and families. For us all to always serve each other as reminders. For us all to strive together towards jannah.

Ramadhan.. Nak habis dah kau.. It's definitely a different ramadhan this year. Different in a good way. In sha Allah next year, it will be better

Biasanya orang minta maaf masa raya kan, but since ramadhan ni bulan yang indah seindah indahnya, saya susun 10 jari kemas kemas, tatah doa, harap please, forgive me for all my wrongdoings, for all my rants yang tak kena tempat dan bahasa yang kurang manis dan sopan. Sorry i minta maaf kat instag instead of face to face.. Sorry i buat secara umum je, bukan privately between you and me.

Please.. Forgive me ☺️
DP
Putih Putih Melati Eiza
at Jul 23, 2014 10:52:19 AM
Easy and simple

Lagi satu style yang diperkenalkan oleh Dato' Siti dalam berhijab. Memang senang dan sangat mudah. Mari kita ramai-ramai belajar pelbagai teknik penggayaan dalam bertudung.
 Aza Anira likes this
DP
Ahmad Adil Faruqi shared Pietra Kharisma's photo.
at Jul 23, 2014 10:38:51 AM
20 secrets of devil
Mobile Uploads
Berasa blm bisa jd hamba Allah yg baik setiap habis baca ini, selalu saya ulang baca dan bikin nangis, maaf ya Allah... :( maaf..

Suatu ketika Allah SWT memerintahkan seorang Malaikat menemui Iblis agar menghadap Baginda Rasul saw untuk memberitahu segala rahasianya, baik yang disuka maupun yang dibencinya. Hal ini dimaksudkan untuk meninggikan derajat Nabi Muhammad saw dan juga sebagai peringatan dan perisai umat manusia.

Kemudian Malaikat itupun mendatangi Iblis dan berkata : “Hai Iblis! Engkau diperintah Allah untuk menghadap Rasulullah saw. Bukalah semua rahasiamu dan jawablah setiap pertanyaan Rasulullah dengan jujur. Jika engkau berdusta walau satu perkataanpun, niscaya akan terputus semua anggota badanmu, uratmu serta disiksa dengan azab yang amat pedih”.

Mendengar ucapan Malaikat yang dahsyat itu, Iblis sangat ketakutan, maka segera ia menghadap Rasulullah saw dengan menyamar sebagai orang tua yang buta sebelah matanya dan berjanggut putih 10 helai yang panjangnya seperti ekor lembu.

Iblis pun memberi salam sampai 3 (tiga) kali salam, Rasulullah saw tidak juga menjawabnya, maka Iblis berkata : “Ya Rasullullah! Mengapa engkau tidak menjawab salamku? Bukankah salam itu sangat mulia di sisi Allah?” Maka jawab Nabi dengan marah : “Hai musuh Allah! Kepadaku engkau menunjukkan kebaikanmu? Jangan kau coba menipuku sebagaimana kau tipu Nabi Adam as sehingga beliau keluar dari syurga, kau hasut Qabil sehingga ia tega membunuh Habil yang masih saudaranya sendiri, ketika sedang sujud dalam sembahyang kau tiup Nabi Ayub as dengan asap beracun sehingga beliau sengsara untuk beberapa lama, kisah Nabi Daud as dengan perempuan Urya, Nabi Sulaiman meninggalkan kerajaannya karena engkau menyamar sebagai isterinya dan begitu juga beberapa Anbiya dan pendeta yang telah menanggung sengsara akibat hasutanmu.

Hai Iblis! Sebenarnya salam itu sangat mulia di sisi Allah azza wa jalla, tapi aku diharamkan Allah menjawab salammu. Aku mengenalmu dengan baik wahai Iblis, Raja segala Iblis. Apa tujuanmu menemuiku?”.

Jawab Iblis : “Ya Nabi Allah! Janganlah engkau marah. Engkau dapat mengenaliku karena engkau adalah Khatamul Anbiya. Aku datang atas perintah Allah untuk memberitahu segala tipu dayaku terhadap umatmu dari zaman Nabi Adam as hingga akhir zaman nanti. Ya Nabi Allah! Setiap apa yang engkau tanya, aku bersedia menerangkan satu persatu dengan sebenarnya, aku tidak berani menyembunyikannya”.

Kemudian Iblispun bersumpah menyebut nama Allah dan berkata : “Ya Rasulullah! Sekiranya aku berdusta barang sepatahpun niscaya hancur leburlah badanku menjadi abu”.

Ketika mendengar sumpah Iblis itu, Nabipun tersenyum dan berkata dalam hatinya, inilah kesempatanku untuk menyiasati segala perbuatannya agar didengar seluruh sahabat yang ada di majlis ini dan menjadi perisai seluruh umatku.

Pertanyaan Nabi (1) :

“Hai Iblis! Siapakah musuh besarmu?”

Jawab Iblis : “Ya Nabi Allah! Engkaulah musuhku yang paling besar di antara musuh-musuhku di muka bumi ini”.

Kemudian Nabipun memandang muka Iblis dan Iblispun gemetar karena ketakutan. Sambung Iblis : “Ya Khatamul Anbiya! Aku dapat merubah diriku seperti manusia, binatang dan lain-lain hingga rupa dan suarapun tidak berbeda, kecuali dirimu saja yang tidak dapat aku tiru karena dicegah oleh Allah. Andaikan aku menyerupai dirimu, maka terbakarlah diriku menjadi abu.

Aku cabut iktikad / niat anak Adam supaya menjadi kafir karena engkau berusaha memberi nasihat dan pengajaran supaya mereka kuat untuk memeluk agama Islam, begitu juga aku berusaha menarik mereka kepada kekafiran, murtad atau munafik. Aku akan menarik seluruh umat Islam dari jalan yang benar menuju jalan yang sesat supaya masuk ke dalam neraka dan kekal di dalamnya bersamaku”.

Pertanyaan Nabi (2) :

“Hai Iblis! Apa yang kau perbuat terhadap makhluk Allah?”

Jawab Iblis : “Adalah satu kemajuan bagi perempuan yang merenggangkan kedua pahanya kepada lelaki yang bukan suaminya, setengahnya hingga mengeluarkan benih yang salah sifatnya. Aku goda semua manusia supaya meninggalkan sholat, berbuai dengan makanan dan minuman, berbuat durhaka, aku lalaikan dengan harta benda, emas, perak dan permata, rumahnya, tanahnya, ladangnya supaya hasilnya dibelanjakan ke jalan yang haram.

Demikian juga ketika pesta di mana lelaki dan perempuan bercampur. Di sana aku lepaskan godaan yang besar supaya mereka lupa peraturan dan akhirnya minum arak. Apabila terminum arak itu, maka hilanglah akal, fikiran dan malunya. Lalu aku ulurkan tali cinta dan terbukalah beberapa pintu maksiat yang besar, datang perasaan hasad dengki hingga perbuatan zina. Apabila terjadi kasih antara mereka, terpaksalah mereka mencari uang hingga menjadi penipu, peminjam dan pencuri.

Apabila mereka sadar akan kesalahan mereka lalu hendak bertaubat dan berbuat amal ibadah, akan aku rayu supaya mereka membatalkannya. Semakin keras aku goda supaya mereka berbuat maksiat dan mengambil isteri orang. Jika hatinya terkena godaanku, datanglah rasa ria’, takabur, iri, sombong dan melengahkan amalnya. Jika lidahnya yang tergoda, maka mereka akan gemar berdusta, mencela dan mengumpat. Demikianlah aku goda mereka setiap saat”.

Pertanyaan Nabi (3) :

“Hai Iblis! Mengapa engkau bersusah payah melakukan pekerjaan yang tidak mendatangkan faedah bahkan menambah laknat yang besar dan siksa yang besar di neraka yang paling bawah? Hai yang dikutuk Allah! Siapa yang menjadikanmu? Siapa yang melanjutkan usiamu? Siapa yang menerangkan matamu? Siapa yang memberi pendengaranmu? Siapa yang memberi kekuatan anggota badanmu?

Jawab Iblis : “Semuanya itu adalah anugerah dari Allah Yang Maha Besar. Tetapi hawa nafsu dan takabur membuatku menjadi jahat sebesar-besarnya. Engkau lebih tahu bahwa diriku telah beribu-ribu tahun menjadi Ketua seluruh Malaikat dan pangkatku telah dinaikkan dari satu langit ke langit yang lebih tinggi. Kemudian aku tinggal di dunia ini beribadah bersama para Malaikat beberapa waktu lamanya.

Tiba-tiba datang firman Allah SWT hendak menjadikan seorang Khalifah di dunia ini, maka akupun membantah. Lalu Allah menciptakan manusia yang pertama (Nabi Adam as) dan seluruh Malaikat diperintah supaya memberi hormat sujud kepada lelaki itu, hanya aku saja yang ingkar. Oleh karena itu, Allah murka kepadaku dan wajahku yang tampan rupawan dan bercahaya itu berubah menjadi keji dan menakutkan. Aku merasa sakit hati. Kemudian Allah menjadikan Adam raja di syurga dan dikaruniakan seorang permaisuri (Siti Hawa) yang memerintah seluruh bidadari. Aku bertambah dengki dan dendam kepada mereka.

Akhirnya aku berhasil menipu mereka melalui Siti Hawa yang menyuruh Adam memakan buah khuldi, lalu keduanya diusir dari syurga ke dunia. Keduanya berpisah beberapa tahun dan kemudian dipertemukan Allah (di Padang Arafah), hingga mereka mendapat beberapa orang anak. Kemudian kami hasut anak lelakinya Qabil supaya membunuh saudaranya Habil. Itupun aku masih belum puas dan berbagai tipu daya aku lakukan hingga hari kiamat kelak.

Sebelum engkau lahir ke dunia, aku beserta bala tentaraku dengan mudah dapat naik ke langit untuk mencuri segala rahasia, tulisan yang menyuruh manusia berbuat ibadah dan balasan pahala serta syurga mereka. Kemudian aku turun ke dunia dan memberitahu manusia yang lain tentang apa yang sebenarnya aku dapatkan dengan berbagai tipu daya hingga tersesat dengan berbagai kitab bid’ah dan kehancuran.

Tetapi ketika engkau lahir ke dunia ini, maka aku tidak diijinkan oleh Allah untuk naik ke langit dan mencuri rahasia karena banyak Malaikat yang menjaga di setiap lapisan pintu langit. Jika aku memaksa untuk naik, maka Malaikat akan melontarkan anak panah dari api yang menyala. Sudah banyak bala tentaraku yang terkena lontaran Malaikat itu dan semuanya terbakar menjadi abu, maka semakin beratlah pekerjaanku dan bala tentaraku untuk menjalankan tugas menghasut manusia”.

Pertanyaan Nabi (4) :

Rasullullah bertanya “Hai Iblis! Apa yang pertama kali kau tipu dari manusia?”

Jawab Iblis : “Pertama kali aku palingkan iktikad / niatnya, imannya kepada kafir dan juga dari segi perbuatan, perkataan, kelakuan atau hatinya. Jika tidak berhasil juga, akan aku tarik dengan cara mengurangi pahala. Lama-kelamaan mereka akan terjerumus mengikuti kemauanku”.

Pertanyaan Nabi (5) :

“Hai Iblis! Jika umatku sholat karena Allah, apa yang terjadi padamu?”

Jawab Iblis : “Sungguh penderitaan yang sangat besar. Gemetarlah badanku dan lemah tulang sendiku, maka aku kerahkan berpuluh-puluh iblis datang menggoda manusia pada setiap anggota badannya.

Beberapa iblis datang pada setiap anggota badannya supaya malas sholat, was-was, lupa bilangan raka’atnya, bimbang pada pekerjaan dunia yang ditinggalkannya, merasa terburu-buru supaya cepat selesai sholatnya, hilang khusyuknya, matanya senantiasa melirik ke kanan dan ke kiri, telinganya senantiasa mendengar percakapan orang dan bunyi-bunyi yang lain.

Beberapa iblis yang lain duduk di belakang badan orang yang sembahyang itu supaya tidak kuat sujud berlama-lama, penat waktu duduk tahiyat dan dalam hatinya selalu merasa terburu-buru supaya cepat selesai sholatnya, itu semua membuat berkurangnya pahala. Jika para iblis tidak dapat menggoda manusia itu, maka aku sendiri akan menghukum mereka dengan hukuman yang berat”.

Pertanyaan Nabi (6) :

“Jika umatku membaca Al-Qur’an karena Allah, apa yang terjadi padamu?”

Jawab Iblis : “Jika mereka membaca Al-Qur’an karena Allah, maka terbakarlah tubuhku, putuslah seluruh uratku lalu aku lari dan menjauh darinya”.

Pertanyaan Nabi (7) :

“Jika umatku mengerjakan haji karena Allah, bagaimana perasaanmu?”

Jawab Iblis : “Binasalah diriku, gugurlah daging dan tulangku karena mereka telah mencukupkan rukun Islamnya”.

Pertanyaan Nabi (8) :

“Jika umatku berpuasa karena Allah, bagaimana keadaanmu?”

Jawab Iblis : “Ya Rasulullah! Inilah bencana yang paling besar bahayanya buatku. Apabila masuk awal bulan Ramadhan, maka memancarlah cahaya Arasy dan Kursi, bahkan seluruh Malaikat menyambut dengan suka cita. Bagi orang yang berpuasa, Allah akan mengampunkan segala dosa yang lalu dan digantikan dengan pahala yang amat besar serta tidak dicatat dosanya selama dia berpuasa. Yang menghancurkan hatiku ialah segala isi langit dan bumi, yakni Malaikat, bulan, bintang, burung dan ikan-ikan semuanya siang malam memohonkan ampunan bagi orang yang berpuasa. Satu lagi kemudian orang berpuasa ialah dimerdekakan pada setiap masa dari azab neraka. Bahkan semua pintu neraka ditutup manakala semua pintu syurga dibuka seluas-luasnya dan dihembuskan angin dari bawah Arasy yang bernama Angin Syirah yang amat lembut ke dalam syurga. Pada hari umatmu mulai berpuasa, dengan perintah Allah datanglah sekalian Malaikat dengan garangnya menangkapku dan tentaraku, jin, syaitan dan ifrit lalu dipasung kaki dan tangan dengan besi panas dan dirantai serta dimasukkan ke bawah bumi yang amat dalam. Di sana pula beberapa azab yang lain telah menunggu kami. Setelah habis umatmu berpuasa, barulah aku dilepaskan dengan perintah agar tidak mengganggu umatmu. Umatmu sendiri telah merasa ketenangan berpuasa sebagaimana mereka bekerja dan bersahur seorang diri di tengah malam tanpa rasa takut dibandingkan bulan biasanya”.

Pertanyaan Nabi (9) :

“Hai Iblis! Bagaimana seluruh sahabatku menurutmu?”

Jawab Iblis : “Seluruh sahabatmu termasuk musuh besarku. Tiada upayaku melawannya dan tiada satupun tipu daya yang dapat masuk kepada mereka. Karena engkau sendiri telah berkata : “Seluruh sahabatku adalah seperti bintang di langit, jika kamu mengikuti mereka, maka kamu akan mendapat petunjuk”.

Sayyidina Abu Bakar al-Siddiq sebelum bersamamu, aku tidak dapat mendekatinya, apalagi setelah berdampingan denganmu. Dia begitu percaya atas kebenaranmu hingga dia menjadi wazirul a’zam. Bahkan engkau sendiri telah mengatakan jika ditimbang seluruh isi dunia ini dengan amal kebajikan Abu Bakar, maka akan lebih berat amal kebajikan Abu Bakar. Lagipula dia telah menjadi mertuamu karena engkau menikah dengan anaknya, Sayyidatina Aisyah yang juga banyak menghafal Hadits-haditsmu.

Adapun Sayyidina Umar bin Khatab, aku tidak berani memandang wajahnya karena dia sangat keras menjalankan hukum syariat Islam dengan seksama. Jika aku pandang wajahnya, maka gemetarlah seluruh tulang sendiku karena sangat takut. Hal ini karena imannya sangat kuat apalagi engkau telah mengatakan : “Jikalau ada Nabi sesudah aku, maka Umar boleh menggantikan aku”, karena dia adalah orang harapanmu serta pandai membedakan antara kafir dan Islam hingga digelar ‘Al-Faruq’.

Sayyidina Usman bin Affan, aku tidak bisa bertemu karena lidahnya senantiasa membaca Al-Qur’an. Dia penghulu orang sabar, penghulu orang mati syahid dan menjadi menantumu sebanyak 2 (dua) kali. Karena taatnya, banyak Malaikat datang menghampiri dan memberi hormat kepadanya karena Malaikat itu sangat malu kepadanya hingga engkau mengatakan : “Barangsiapa menulis Bismillaahirrahmaanirrahiim pada kitab atau kertas-kertas dengan tinta merah, niscaya mendapat pahala seperti pahala Usman mati syahid”.

Sayyidina Ali bin Abi Thalibpun aku sangat takut karena hebatnya dan gagahnya dia di medan perang, tetapi sangat sopan santun, alim orangnya. Jika iblis, syaitan dan jin memandang beliau, maka terbakarlah kedua mata mereka karena dia sangat kuat beribadah dan beliau adalah golongan orang pertama yang memeluk agama Islam serta tidak pernak menundukkan kepalanya kepada berhala. Bergelar ‘Ali Karamullahu Wajhahu” dimuliakan Allah akan wajahnya dan juga ‘Harimau Allah’ dan engkau sendiri berkata : “Akulah negeri segala ilmu dan Ali itu pintunya”. Lagipula dia menjadi menantumu, aku semakin ngeri kepadanya”.

Pertanyaan Nabi (10) :

“Bagaimana tipu dayamu kepada umatku?”

Jawab Iblis : “Umatmu itu ada 3 (tiga) macam. Yang pertama, seperti hujan dari langit yang menghidupkan segala tumbuhan yaitu ulama yang memberi nasihat kepada manusia supaya mengerjakan perintah Allah dan meninggalkan laranganNya seperti kata Jibril as : “Ulama itu adalah pelita dunia dan pelita akhirat”. Yang kedua, umat tuan seperti tanah yaitu orang yang sabar, syukur dan ridha dengan karunia Allah. Berbuat amal saleh, tawakal dan kebajikan. Yang ketiga, umatmu seperti Fir’aun, terlampau tamak dengan harta dunia dan dihilangkan amal akhirat, maka akupun bersuka cita lalu masuk ke dalam badannya, aku putarkan hatinya ke lautan durhaka dan aku ajak kemana saja mengikuti kemauanku. Jadi dia selalu bimbang kepada dunia dan tidak mau menuntut ilmu, tidak pernah beramal saleh, tidak mau mengeluarkan zakat dan malas beribadah.

Lalu aku goda agar manusia minta kekayaan lebih dulu dan apabila diizinkan Allah dia menjadi kaya, maka aku rayu supaya lupa beramal, tidak membayar zakat seperti Qarun yang tenggelam dengan istana mahligainya. Bila umatmu terkena penyakit tidak sabar dan tamak, dia selalu bimbang akan hartanya dan berangan-angan hendak merebut kemewahan dunia, benci dan menghina kepada yang miskin, membelanjakan hartanya untuk kemaksiatan”.

Pertanyaan Nabi (11) :

“Siapa yang serupa denganmu?”

Jawab Iblis : “Orang yang meringankan syariatmu dan membenci orang yang belajar agama Islam”.

Pertanyaan Nabi (12) :

“Siapa yang membuat mukamu bercahaya?”

Jawab Iblis : “Orang yang berdosa, bersumpah bohong, saksi palsu dan suka ingkar janji”.

Pertanyaan Nabi (13) :

“Apa yang kau rahasiakan dari umatku?”

Jawab Iblis : “Jika seorang Muslim buang air besar dan tidak membaca do’a terlebih dahulu, maka aku gosok-gosokkan najisnya sendiri ke badannya tanpa dia sadari”.

Pertanyaan Nabi (14) :

“Jika umatku bersatu dengan isterinya, apa yang kau lakukan?”

Jawab Iblis : “Jika umatmu hendak bersetubuh dengan isterinya dan membaca do’a pelindung syaitan, maka aku lari dari mereka. Jika tidak, aku akan bersetubuh dahulu dengan isterinya dan bercampurlah benihku dengan benih isterinya. Jika menjadi anak, maka anak itu akan gemar berbuat maksiat, malas pada kebaikan, durhaka. Ini semua karena kealpaan ibu bapaknya sendiri. Begitu juga jika mereka makan tanpa membaca Bismillah, aku santap makanannya lebih dulu daripadanya. Walaupun mereka makan, tidaklah mereka merasa kenyang”.

Pertanyaan Nabi (15) :

“Apa yang dapat menolak tipu dayamu?”

Jawab Iblis : “Jika berbuat dosa, maka cepat-cepatlah bertaubat kepada Allah, menangis menyesal akan perbuatannya. Apabila marah, segeralah mengambil air wudhu’, maka padamlah marahnya”.

Pertanyaan Nabi (16) :

“Siapakah orang yang paling engkau sukai?”

Jawab Iblis : “Lelaki dan perempuan yang tidak mencukur atau mencabut bulu ketiak atau bulu ari-ari (bulu kemaluan) selama 40 hari. Di situlah aku mengecilkan diri, bersarang, bergantung, berbuai seperti pijat pada bulu itu”.

Pertanyaan Nabi (17) :

“Hai Iblis! Siapakah saudaramu?”

Jawab Iblis : “Orang yang tidur meniarap / telungkup, orang yang matanya terbuka di waktu Subuh tetapi menyambung tidur lagi. Lalu aku lenakan dia hingga terbit fajar. Demikian juga pada waktu Dzuhur, Asar, Maghrib dan Isya’, aku beratkan hatinya untuk sholat”.

Pertanyaan Nabi (18) :

“Apa yang dapat membinasakan dirimu?”

Jawab Iblis : “Orang yang banyak menyebut nama Allah, bersedekah dengan tidak diketahui orang, banyak bertaubat, banyak tadarus Al-Qur’an dan sholat tengah malam”.

Pertanyaan Nabi (19) :

“Hai Iblis! ?” Apa yang dapat memecahkan matamu?”

Jawab Iblis : “Orang yang duduk di dalam masjid dan beri’tikaf di dalamnya”.

Pertanyaan Nabi (20) :

“Apa lagi yang dapat memecahkan matamu?”

Jawab Iblis : “Orang yang taat kepada kedua ibu bapaknya, mendengar kata mereka, membantu makan, pakaian mereka selama mereka hidup, karena engkau telah bersabda : Syurga itu di bawah tapak kaki ibu”.

(Dikutip dari : KH. Abdullah Gymnastiar, Muhasabah Kiat Sukses Introspeksi Diri, Penerbit Difa Press, September 2006)
DP
Mas Fery
at Jul 23, 2014 10:32:59 AM
سبحان الله...
Dayat Hidayat
KISAH SEPASANG SUAMI ISTRI YANG MATINYA BAU KASTURI

kisah ini menceritakan tentang kehidupan sepasang suami istri yang hidupnya sederhana lagi bersahaja.
mereka tinggal dikaki gunung. dimana hidup dan mata pencaharian mereka adalah bercocok tanam dan pergi ke ladang. di desa mereka jarak antar rumah dengan rumah lainnya cukup berjauhan.mereka termasuk keluarga yang rukun .

pada suatu har...i sang istri bermimpi. dimana didalam mimpinya dia bertemu dengan seorang lelaki yang berpakain putih juga bersorban putih.dimana wajah lelaki tersebut memancarkan cahaya yang menyilalukan pandangan sang nenek.sebenarnya usia mereka yaitu sepasang suami tadi telah uzur. jadi kita panggil saja mereka sepasang nenek dan kakek saja.

kemudian lelaki yang berpakaian putih itu pun berkata dan berpesan wahai nenek. sebaiknya kalian berdua pergi untuk mencari bekal untuk kehidupan akhirat.dan mencari guru yang bisa mengajarakan ilmu agama.kepada kalian

setelah memberikan pesan tersebut.lelaki itupun hilang entah kemana.dan sang nenek pun terbangun dari tidurnya.kemudian diapun mencoba merenungkan apa yang terjadi didalam mimpinya.dan pada keesokan harinya.sang nenek pun menceritakan mimpinya kepada sang suami.
.bahwa tadi malam dia bermimpi bertemu dengan seorang lelaki yang berpakaian serba putih.memberikan nasihat agar kita mencari bekal untuk akhirat.dan mencari guru agama.

mendengar niat dan ajakan sang istri, si suami pun merasa senang dan bahagia. akhirnya mereka pun mempersiapkan diri dan membawa perbekalan selama menimba ilmu.

si kakek pun berkata kepada istrinya bahwa ada seorang guru ngaji yang ada di pedepokan anu. mungkin sebaiknya kita mendatangi beliau.
singkat cerita. mereka pun pergi untuk menemui kiayi tersebut. setelah sampai di padepokan tersebut. mereka mengutarakan niatnya untuk berguru dan meminta bimbingannya.mendengar niat dan ceritanya sang gurupun malah mentertawakan dan berkata dengan nada yang sombong serta mencibirnya, kalian sebaiknya ga usah belajar karena mungkin tidak akan bermanfaat ilmunya bagi kalian.karena usia kalian yang sudah uzur mungkin ilmu yang akan saya berikan pun.tidak akan mampu kalian kuasai.

mereka sang nenek dan kakek pun hanya mengaguk-anguk saja.mungkin membenarkan apa yang orang itu katakan.dan mereka pun tetap meminta untuk diajarkan satu ayat saja. mendengar keteguhan tersebut.akhirnya guru agama tersebut berkata, baiklah jika itu tekad dan kemauan kalian. coba kalian amalkan kata BISMILLAH.dan sebaiknya kalian pulang saja kedesa kalian dan amalkan apa yang aku berikan.

mendengar hal itu merekapun merasa senang dan mengucapakan terima kasih serta memberikan perbekalan mereka yang tadinya akan mereka pergunakan sebagai bekal mereka dalam menimba ilmu.dan akhirnya mereka pun pulang dengan membawa amalan tersebut.sepanjang perjalanan menuju pulang pun mereka tidak henti-hentinya melapalkan kata-kata BISMILAH (amalan).sampai mereka tiba di rumah mereka.
keesokan harinya pun mereka melakukan aktifitas seperti biasa dan dengan hati yang penuh rasa syukur mereka menjalani hidup seperti biasa serta tidak pernah lepas dan putus mulutnya selalu basah dengan mengucapkan BISMILLAH

.yaitu amalan yang di berikan oleh kiayi. seminggu kemudian di desa yang jauh dari tempat tinggal mereka. ada kejadian yang aneh yang membuat penduduk desa merasa kagum dan heran dengan aroma yang wanginya sangat menyengat.yang datangnya entah darimana.
satu sama lain diantara mereka banyak membicarakan tentang aroma wangi yang semerbak harumnya.dan beritanya sampai juga ke pak kiayi yaitu gurunya kakek dan nenek. mereka para penduduk dan kiayi yang dianggap sesepuh oleh penduduk kampung sepakat untuk mencari sumber dimana aroma wangi itu datangnya.selang beberapa jam kemudian akhirnya mereka sudah mendekati sumber bau wangi tersebut.karena diantara mereka meyakini bahwa aroma wanginya semakin terasa kuat keluar dari sebuah gubuk kecil yang sederhana.
ketika telah sampai di depan pintu mereka pun mengucapkan salam kepada penghuni rumah tersebut.cukup lama mereka menunggu di luar rumah tapi tidak ada satu kata pun jawaban yang keluar di dalam rumah tersebut.

karena rasa penasarannya merekapun mencoba mengintip dari celah dinding bambu.untuk memastikan ada tidaknya penghuni rumah tersebut.ketika salah satu diantara melihat kedalam rumah dia melihat ada 2 sosok manusia yang tergeletak dilantai.

tedoroang rasa penasaran akhirnya mereka pun membuka pintu yang sebenarnya tidak di kunci.
ketika pintunya telah terbuka benar saja mereka melihat sepasang suami istri yang sudah tidak bernyawa lagi.yang membuat mereka heran dan kagum adalah ternyata aroma wangi yang menyengat tersebut keluar dari 2 jasad orang yang meninggal

.ketika pak kiayi memperhatikan wajah ke 2 orang tersebut.dia sangat mengenali bahwa 2 mayat tersebut adalah orang yang telah meminta berguru kepadanya seminggu yang lalu.

sang kiayi pun menceritakan kepada penduduk kampung kejadian sebelumnya.dan penduduk kampungpun merasa kagum dengan cerita pak kaiyi tersebut.atas pendapat kiayi pun akhirnya jasad mereka di kuburkan di dekat rumahnya.

dalam hatinya sang kiayi bergumam bahwa 2 orang kakek dan nenek saja yang saya beri amalan BISMILLAH jasadnya bisa seharum ini apalagi saya.

dalam perjalanan pulang sang kiayi pun berpesan kepada para santrinya. bahwa jasadnya selama seminggu jangan dulu di kuburkan. dan para santri pun mengiyakannya.

seminggu kemudian terjadi kejadian yang aneh lagi yaitu mereka penduduk desa mencium aroma yang sangat menyengat tapi kali ini bukan aroma wangi yang tercium tapi aroma busuk.
tidak ada satu pun yang berani mendekati sumber bau tersebut malah yang dekat pun pergi untuk menjauhi tempat tersebut.

melihat kondisi ini para santri pun banyak yang meninggalkan padepokan karena tidak tahan dengan aroma busuk yang keluar dari jasad mayyit yang tiada lain dan bukan dia adalah mayatnya sang kiayinya.

banyak para santri tidak berani mendekati karena pesannya kalau dia meninggal selama seminggu jangan langsung di kuburkan. karena semakin lama di biarkan baunya pun semakin busuk dan beraroma tidak menyenangkan. akhirnya secara terpaksa para santrinya menguburkan jasadnya agar tidak menjadi fitnah dan penyakit bagi desa tersebut.

PESAN YANG BISA DIAMBIL DARI KISAH INI ADALAH :

jangan menghina dan merendahkan orang lain, karena dengan hal itu tidak akan membuat kita lebih mulia, Kesombongan membuat orang yang telah Allah muliakan menjadi hina, yang telah Allah anugerahkan kelebihan, derajat yang tinggi, itu semua menjadi tidak berkah dan malah menghancurkan kemulian itu sendiri, kesombongan membuat kita di jauhi oleh semua orang dan yang lebih berbahaya lagi di murkai oleh Allah swt.
Salam santun dan keep istiqomah ..
( Subhanallah & Semoga Bermanfaat )

~~~***=> “Dzikir Cinta” <=***~~~
 Mas Fery likes this
DP
Sup Matsirat
at Jul 23, 2014 10:32:52 AM
Nurrul Assyikin Ramle
Azizan Osman
Tips4Bisnes: [Menguasai Keadaan]

Satu perkara yang agak penting di dalam membina perniagaan adalah kita mesti berada di dalam situasi "Being In Control" atau "Menguasai Keadaan".

Apa maksudnya? Baca sampai habis, Insya Allah saya terangkan.

Ramai usahawan baru atau even yang dah lama berada dalam keadaan yang seperti "TIDAK MAMPU BERBUAT APA-APA". Bila ada isu di dalam perniagaan mereka, atau di dalam berurusan dengan pekerja, atau supplier, atau bank, atau pelanggan.

Contohnya bila menghadapi masalah pekerja yang sentiasa datang lambat. Ada sesetengah usahawan tidak berani "berhadapan" dengan pekerja tersebut. Ada sesetengah tidak berani memberikan amaran demi amaran (Mengikut prosedur HR - Human Resource) kerana takut pekerja tersebut berhenti dan takut nanti susah dapat pekerja.

Come on!! Anda bersusah payah memulakan perniagaan dan membina perniagaan, kenapa benarkan pekerja anda yang feeling rasa jadi bos "mengambil alih" perniagaan anda?

Apa yang saya nak anda faham ialah Pertama, Kenapa perkara ini berlaku? Dan Kedua, Bagaimana nak selesaikan?

Okay, kita start dengan yang pertama, kenapa perkara ini berlaku?

Sebab #1

Perkara ini berlaku bermula ketika proses mencari pekerja lagi. Ramai usahawan baru terutamanya mempunyai mentaliti, aku tengah sibuk huru hara tak cukup kakitangan, aku perlukan seorang "manusia" yang janji boleh tolong aku. Ini mentaliti yang salah! Jangan begitu! Betul, pekerja penting kita nak segera, tetapi kita mesti set beberapa kriteria jenis spesis pekerja bagaimana yang kita mahu. Contoh kriteria yang kita boleh set mungkin, Berdisiplin, Rajin, Tepati masa, positif. Set kriteria sikap then kriteria kelayakan akademik atau pengalaman kerja/ skil yang kita mahukan. Ini kita set dulu dalam hotak kita dan tulis atas kertas dengan jelas.

Sebab #2 Kita ambil sedara mara jadi pekerja tanpa syarat. Masa nak "kahwin" seronok, bila dah "kahwin" nanti kerja bergaduh. Itu ibaratnya. Ini merbahaya. Elakkan untuk jadikan perniagaan kita seperti satu perniagaan keluarga yang tidak reti ikut peraturan dan etika kerja. Saya faham, ada yang memang membina perniagaan bersama ahli keluarga tetapi setiap orang mesti letakkan syarat atau komitmen yang semua orang kena berikan walaupun perniagaan ini mak bapak kita turunkan.

Sebab #3

Usahawan tidak ada ilmu menguruskan pekerja.

Ini semua adalah lebih mudah jika usahawan belajar menguasai keadaan atau On Top Of Situation (OTOS).

Saya harap anda belajar sesuatu dari sharing kali ini. Jika ini membantu, bantu saya Klik Like, Share & Komen "Saya suka!".

Jangan lupa jumpa saya di Klinik Usahawan - Siri Mudahnya Berniaga selepas hari raya nanti. Anda boleh layari KlinikUsahawan.com untuk pendaftaran 100% Percuma (Ditaja oleh Richworks bila anda mendaftar 3 orang).

#DAO
 Siti Haziana , Jajang Juned likes this
DP
Marc Ediel Solossa shared Kembang Anggrek's status update.
at Jul 23, 2014 10:31:54 AM
Kembang Anggrek
بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم

(¯`•.¸ ARTI SEBUAH KASIH SAYANG & KESETIAAN ( cerita mini mengharukan ) ¸.•´¯)

Usia pernikahan kami belumlah genap satu tahun. Tapi ujian yang kami hadapi benar-benar berat.

Terlalu berat malah untuk ukuran kami yang masih belajar membina rumah tangga. Belajar membangun keluarga sakinah mawaddah warahmah.

Tapi kami yakin, Allah tak akan menguji kami diluar batas kemampuan kami. Dan kami yakin, bahwa kami bisa melewatinya dengan penuh kesabaran serta keikhlasan.

Tiga hari kemarin, aku pergi ke pasar dengan naik motor diantar Mas Faisal, suamiku.

Sepulangnya, tiba-tiba seorang anak kecil melintas di tengah jalan. Kontan, secara reflek Mas Faisal membanting setir untuk menghindari anak kecil tersebut.

Dari sinilah ujian Allah kepada kami bermula. Beruntunglah anak kecil tersebut bisa kami hindari. Begitu pula dengan aku.

Tapi yang menimpa Mas Faisal, suamiku? Ia sempat terlindas sebuah mobil yang tiba-tiba datang dari arah depan. Ia mengalami patah tulang betisnya. Dan ada pergeseran sendi pada lututnya. Dan Dokter telah memvonis Mas Faisal akan ada cacat permanen pada kakinya. Bahkan Dokter mewanti-wanti aku sebagai isterinya, agar tabah menghadapi hal yang paling buruk sekalipun. Yaitu bisa mengakibatkan kelumpuhan.

"Ya Allah,
Separah itukah kondisi Suamiku?" ratapku dalam hati.

"Dinda, kenapa dinda menangis?" teguran Mas Faisal membuyarkan lamunanku.

Aku memang masih setia menemani Mas Faisal yang kini terbaring lemah di rumah sederhana kami.

"Ah, nggak kok Mas. Cuma mataku rada perih. Mungkin karena kurang istirahat." sembari tersenyum aku mencoba menyembunyikan apa yang tengah kupikirkan kepada Mas Faisal.

"Dinda yakin?"
"Yakin kok Mas. Mas gak perlu kuatirin dinda ya. Sekarang Mas istirahat. Dinda mau beres-beres rumah dulu." kataku meyakinkan Mas Faisal, suamiku.

Ia menatapku dengan tatapan nanar. Tampak sekali betapa pucatnya wajah Mas Faisal. Kelihatan ada suatu beban di matanya. Suatu beban yang tak pernah kulihat pada hari-hari sebelumnya.

"Dinda, kemarilah sebentar."

Bergegas aku menghampirinya seraya mengusap keringat yang mulai mengucur di kening Mas Faisal.

"Ada apa mas?" sahutku perlahan.
"Dinda dengarlah. Aku mencintai dinda. Menyayangi dinda dengan segenap rasa hatiku yang paling dalam. Aku ingin hidup Dinda bahagia. Aku tak ingin Dinda hidup dalam sebuah penderitaan. Dan aku juga tahu Dinda menyayangiku dengan tulus. Sebagai bentuk rasa sayangku pada Dinda, jika pada akhirnya nanti aku tidak bisa sembuh seperti sedia kala, aku rela melepas Dinda dengan ikhlas. Aku rela jika dinda hendak mencari kebahagiaan bersama yang lain. Aku akan lebih bahagia seandainya nanti Dinda bisa bahagia walau tidak bersamaku lagi. Aku ungkapkan ini demi Dinda. Demi bahagia Dinda. Dan...."

Spontan kudekati Mas Faisal. Kupeluk erat tubuhnya yang lemah itu. Air mataku tumpah tak mampu lagi kubendung. Betapa tulusnya Mas Faisal menyayangiku. Aku tak mampu menjawab kata-kata Mas Faisal. Hanya derai air mata dan ungkapan hati yang mampu aku gumamkan seraya makin memeluk Mas Faisal penuh keharuan.

"Jangan katakan itu lagi Mas. Percayalah, tak semudah itu Dinda akan berpaling. Dinda tak akan meninggalkan Mas hanya karena keadaan ini. Dinda sudah siap lahir batin Mas. Dinda akan menjalani sisa hidup ini hanya bersama Mas. Manis ataupun pahit, akan dengan ikhlas Dinda jalani. Selalu bersamu Mas. Sepanjang jalan hidup kita berdua."
DP
Rama Tanlima IR shared I love Original Kawanimut's photo.
at Jul 23, 2014 10:26:36 AM
Part 13
Timeline Photos
Samudera Hati Part 13: Pendatang Baru

By: Fathia Mohaddisa

Aku mencoba menjalani hidupku sewajar mungkin. Mencoba melupakan semua
kejadian-kejadian yang mereka katakan sebagai mimpiku. Aku tak peduli lagi dengan mimpi-mimpi buruk yang selalu menggemparkan malamku. Aku tahu semuanya akan berakhir. Aku
mencoba untuk menjadi Saila seperti yang dikatakan mereka. Aku bertekad untuk melupakan
semua itu. Selama Allah disampingku, aku tak perlu sedih dan mengkhwatirkan apapun juga.

“...tapi kau harus ingat bahwa Allah selalu bersama kita.” Kata-kata itu mengalir
ditelingaku. Tentu aku masih ingat siapa yang mengatakannya. Seorang pria yang terbaring di
tempat tidur dengan luka di kaki kanannya mengatakan itu padaku di malam yang beku
dengan salju-salju yang bertebaran di jalanan. Tentunya dalam mimpiku saat aku tak
sadarkan diri.

“Saila, kau bisa mengantarku ke Islamic Center sekarang?”tanya Rahma seraya
memandangiku yang tengah sibuk memasukan barang-barang kedalam tasku setelah
Monsieur Kemal mengakhiri kuliahnya.

“Islamic Center ?” tanyaku setengah terkejut. “Untuk apa?”

“Meminjam buku.”

“Pinjam buku? Mengapa harus kesana? Kau bisa pinjam di perpustakaan tutorial
Agama Islam disini, bukan?”

“Kau tahulah disana lebih lengkap.”

“Hmm baiklah...”

“Oh terimaksih Saila... aku mencintaimu...” ujarnya.

“Sudah hentikan! Tidak perlu berlebihan seperti itu!” ucapku geli. Ku cubit pipinya
yang chubby. Ia mengerang dan mencoba menepis tanganku.

“Ayo...” ajak Rahma. Kami pun segera bergegas pergi.

Sesampainya disana Rahma segera menghambur menuju perpustakaan dan memburu
buku yang dicarinya. Aku hanya duduk menungguinya seraya membaca majalah Islam
terbaru. Beberapa saat kemudian Rahma datang menghampiriku dengan wajah kecewa.

“Ada apa?” tanyaku

“Aku tidak bisa menemukan buku yang kucari.”

“Buku apa yang kau cari?”

“Sirah Nabawiyah karangan Syaikh Shafiyyurahman Al-mubarakfuri.”

“Hm...” aku beranjak dari tempatku dan membantunya mencari, tapi aku pun tak
berhasil menemukannya.

Seorang pria dengan kemeja cokelat muda dan celana hitam berdiri tak jauh dariku.
Aku mendekatinya mencoba menanyakan buku yang dicari Rahma.

“Assalamualaikum...” sapaku.

“Waalaikumsalam...” jawabnya.

“Afwan Akh... boleh saya bertanya?”

“Oh... silakan.” Pria itu menoleh ke arahku. Wajahnya tampak terkejut saat melihatku.

“Temanku mencari buku Sirah Nabawiyah karangan Syaikh Shafiyyurahman Almubarakfuri.”

Ujarku. “Antum tahu disebelah mana buku itu?”

Pria itu belum menjawab pertanyaanku. Matanya masih terpaku padaku di balik
kacamata minusnya, tatapan keheranan seolah ia telah mengenalku. Aku tak mengerti apa
yang terjadi padanya. Bahkan aku tak mengenalnya sama sekali.

“Afwan Akh...” ucapku dengan sinis. Aku mulai kesal dengannya yang terus
memandangiku.

“Astagfirullah...” desisnya. Dia segera berpaling dariku. “Sebelah sana...ukh. Di rak
timur bagian pojok sana terdapat buku sirah karangan berbagai ulama.”

“Syukron akh..” ucapku dan segera meninggalkannya menuju rak yang ditunjuknya.

“Tampaknya kau mengenal pria itu? Siapa dia?” tanya Rahma

“Siapa?”

“Laki-laki yang tadi ngobrol denganmu.”

“Hmm... aku tak mengenalnya.” Jawabku dingin.

“Kau yakin?”

Aku mengangguk.

“Tapi beliau ganteng, Sa!”

“Rahma? Bukankah kau berjanji akan belajar menjaga pandanganmu?”

“Ups! Aku hanya tidak sengaja melihatnya, ukh!”

Aku mendengus.

Akhirnya Rahma menemukan buku yang dicarinya di tempat yang ditunjukkan lelaki
itu. Dengan wajah ceria Rahma segera membawa buku itu pada petugas perpustakaan untuk
dipinjam.

“Saila... aku senang melihatmu kembali ceria.” Ujar Rahma.

“Benarkah?”

Rahma mengangguk girang.

***
Sore itu aku tengah bermain dengan Nawfal dan Ayla. Ayla telah tumbuh menjadi
anak yang lincah. Semakin hari aku semakin mencintainya seperti anak kandungku sendiri.

“Tante... lihat gambarku! Bagus bukan?” teriak Nawfal dengan riangnya.

“Coba tante lihat.” Aku mengambil kertas dengan tangan kananku. Tangan kiriku
masih menggendong Ayla.

“Subhanallah... gambar Kakak bagus sekali.”

“Sini tante gambar ayam di sebelah sini ya...” aku menggoreskan pinsil di atas kertas
itu hingga membentuk gambar ayam.

“Saila... saila...” panggil Kak Yasmin. Beliau menghampiriku dengan tergesa-gesa.

“Ada apa?” aku memandangnya heran.

“Saila... Kakak ingin berbicara padamu.”

“Bicara apa?”

“Kemarin kami kedatangan seorang tamu. Kenalan lama keluarga kita.”

“Siapa?” tanyaku penasaran.

“Haekal El Syahidan.” Jawab kak Yasmin. Aku mengernyitkan dahiku.

“Aku tak pernah mendengar nama itu sebelumnya.”

“Dia teman baik Fadli. Kau tahu apa tujuan beliau datang kemari?”

Aku mengelengkan kepalaku.

“Dia ingin melamarmu. Saat itu juga aku dan mas Deniez segera menelepon ayah dan
ibu. Mereka sangat senang mendengarnya dan mereka setuju, tapi mereka mengembalikan
keputusan itu padamu.”

Aku terkejut mendengar perkataan kak Yasmin. Sebuah guntur serasa menyambar
kepalaku. “Katakan kalau kakak cuma bercanda.” Responku.

“Aku serius!” kak Yasmin menyerahkan selembar amplop cokelat padaku. “Ini
fotonya.”

Aku membukanya perlahan. Aku tatap foto itu dengan seksama. Pria dengan kulit
kuning kecokelat-cokelatan. Bola mata yang bulat dengan iris yang hitam pekat, hidungnya
mancung dan bibir tipis dilengkapi dengan janggut tipis di dagunya, tidak lebih tampan dari
pangeranku, Aidan. Dia! Pria yang aku temui di perpustakaan Islamic center!

Aku memasukkan kembali foto itu ke dalam amplop cokelat dan menyerahkannya
kembali pada kak Yasmin. “Beri aku waktu beberapa hari. Aku ingin shalat istikharah agar
aku yakin dengan keputusan yang akan aku ambil nanti.” Ku lemparkan seulas senyum pada
kak Yasmin.

“Keputusan yang sangat bijak. Aku suka kau tidak tergesa-gesa.”

Aku masih tidak percaya dengan berita dari Kak Yasmin itu. Aku tidak percaya ada
seorang pria yang ingin menjadikan aku sebagai istrinya. Bagaimanapun juga sebagai seorang
wanita aku merasa tersanjung. Aku harap kedatangannya bisa mengobati luka di hatiku.
Sebelum pergi tidur aku sempatkan sholat istikharah dua rakaat dan berdoa memohon
diberikan yang terbaik untukku. Setelahnya aku terlelap dalam tidurku.

Sore itu aku telah duduk di kursi taman yang tak jauh dari rumah mas Deniez. Langit
tampak begitu terang, awan-awan putih menghiasi birunya sang langit. Kicauan burung
membaur bersama angin semilir yang menyapu ujung jilbabku.

Kuperhatikan ikan-ikan yang berenang dalam kolam di hadapanku. Ikan-ikan itu
mengapung saling berebut potongan-potongan roti yang ku lemparkan ke dalam kolam itu.
Sesekali datang seekor burung mendekat dan menangkap ikan-ikan kecil yang tak berdaya.

“Assalamualaikum...” seseorang datang menyapaku. Aku terperanjat kaget. Aku
menoleh ke arah suara. Kulihat seseorang tengah berdiri disampingku. Aku lebih terkejut
ketika ku tahu lelaki itu adalah orang yang telah ku kenal sebelumnya, Aidan. Aku
memandangnya penuh keheranan. Aku tak tahu apa yang ia lakukan disini dan apa maksud
kedatangannya. Yang ku rasakan saat ini, aku merasa dekat dengannya. Aku benar-benar
merindukannya.

“Saila, aku datang kembali untukmu. Aku datang untuk menepati janjiku.” Bola mata
cokelat kehitaman di balik kacamatanya memandangku lembut, mencoba menyelami ke
dalam kedua mataku, seolah mencari puing-puing cinta yang pernah ia tanamkan sebelum ia
pergi. Perlahan tangannya mendekat dan menyentuh pipi kiriku. Lalu di belainya pipiku
dengan lembut.

“Aku bahagia melihatmu bahagia, Saila.” Ujarnya. Aku masih terdiam membisu, tak
sepatah kata pun yang aku keluarkan. Bahkan aku pun belum menjawab salamnya.

“Aku kembali Saila...” ucapnya kembali.

“Kau... Apa kau Aidan?” tanyaku. Dia mengangguk cepat. “Maafkan aku Aidan...”

“Apa kau tahu, aku sangat merindukanmu.” Desahku. “Jangan pernah kau tinggalkan
aku sendiri dengan kesepianku.” Pintaku.

“Tapi aku akan pergi lagi Saila...” ujarnya.

“Apa kau akan membawaku bersamamu?”

“Itu tidak mungkin!”

“Bawa aku bersamamu, Aidan!” ratapku.

“Tetaplah disini, aku akan bahagia melihatmu bahagia.” Aidan melepaskan genggaman
tangannya. Aku berusaha untuk tetap memegangnya, namun dia berhasil melepaskan
tangannya, dengan cepatnya dia telah menghilang dari hadapanku.

“Aidan!!!” panggilku, tapi dia sudah tak terlihat lagi.

Aku terjaga dari tidurku. Semua itu hanya mimpi. Mimpi yang sangat aneh, bukan
mimpi pertengkaran seperti biasanya melainkan mimpi yang penuh kedamaian. Ketenangan
menjalar dihatiku bagai air yang menyejukkan saat kuingat aku telah meminta maaf padanya.
Mimpi itu hanya datang sekali dalam tidurku, tidak seperti mimpi burukku yang begitu
sering mengunjungiku.

“Assalamualaikum kak Yasmin.” Sapaku pada kak Yasmin yang tengah sibuk
menyiapkan sarapan. Aku menuruni tangga dengan riang.

“Wa’alaikumussalam Saila. Ayo lekas sarapan sebelum pergi ke kampus.” ajaknya
dengan wajah ceria. “Hari ini kau terlihat lebih riang.”

“Terimakasih.” Balasku.

“Assalamualaikum semua.” salam mas Deniez menghampiri kami dengan Nawfal.
Beliau tak kalah riangnya.

“Wa’alaikumsalam.” Jawab kak Yasmin dan aku serempak. “Ayla mana?” tanyaku

“Dia baru kembali tidur lagi.” Jawab mas Deniez.

“Semalam dia malah begadang.” Jawab mas Deniez. “Hmm... Saila bagaimana
keputusanmu dengan lamaran Haekal?”

“Aku... aku... aku setuju, jika ayah dan ibu memang menyukainya.” Jawabku mantap.

“Alhamdulillah... kabar baik ini. Aku akan segera menelepon beliau.” Seru mas Deniez.
Kak Yasmin turut gembira, aku senang melihat semua gembira. Seandainya dari dulu aku
bisa mempersembahkan yang terbaik untuk keluargaku dan tidak membuat mereka bersedih
karena kemurungan yang disebabkan oleh mimpi-mimpi yang terus menghantuiku. “Aku
bahagia melihatmu bahagia, Saila.” Kata-kata dalam mimpiku kembali datang
mengingatkanku.

***

Selepas sholat isya aku segera bersiap-siap mengenakan pakaian terbaikku, gamis biru
muda −favorit Aidan dalam mimpiku− dengan kerudung biru yang berhias payet. Jantungku
berdegup kencang ketika kulihat jarum jam di meja belajarku mendekati angka delapan dan
dua belas. Ayah dan ibu juga kak Wafa dan mas Fadli telah siap. Malam ini Haekal El
Syahidan akan datang bersama keluarganya untuk mengkhitbah–melamar- ku. Kedua orang
tuaku menginginkan aku di khitbah di rumah Mas Deniez dengan alasan keefisienan waktu
dan tempat karena kami sama-sama tinggal di Bandung. Bahkan mereka merancang
pernikahan kami disini. Agak sedikit mengherankan bagiku, tapi alasan mereka cukup masuk
akal. Aku tak punya waktu libur banyak, kuliahku padat itulah mengapa Haekal pun tidak
turut mengambil cuti yang telah diberikan kantornya.

“Saila. Mereka telah menunggumu di bawah. Ayo turunlah.” Kak Yasmin mengulurkan
tangannya. Aku segera menyambutnya dan menggenggam tangannya, kurasakan tangannya
begitu hangat.

“Hei! Tanganmu dingin.” Seru Kak Yasmin

“Aku gugup.” Jawabku datar.

Aku dan Kak Yasmin menuruni tangga, disana aku melihat keluargaku tengah
berbincang dengan keluarga Haekal. Pria itu terlihat lebih santai, tidak tegang sama sekali.
Obrolan mereka terhenti saat mereka melihat kami datang.

“Assalamualaikum...” sapaku pada semua.

“Waalaikumsalam.” Jawab mereka serempak.

Aku duduk disamping Ayah dan ibu. Tak ada yang bisa aku lakukan selain
menunduk.

“Bagaimana ukhti? Apa anti bersedia menerima adik saya Haekal sebagai pemimpin
dalam keluarga kecil yang akan antum berdua bina?” tanya seorang pria, yang kukenal
sebagai kakak tertuanya menggantikan peran ayah mereka yang telah meninggal.

“Bismillah, saya terima beliau...” jawabku dengan nada bergetar.

“Alhamdulillah...” ucap semuanya bersamaan.

“Kalau begitu mahar apa yang diharapkan anti pada adik ana?” tanyanya lagi.

“Apapun yang sekiranya tidak memberatkan Akhi Haekal. Bukankah seorang wanita
yang paling besar kemuliaannya adalah wanita yang paling ringan tanggunganya dan tidak
memberatkan calon suaminya?”

“Itu benar.” Ujar pria itu lagi

“Jadi anti ikhlas dengan apapun mahar yang akan ana berikan?” Tanya Haekal

“Insyaallah.” Jawabku.

Seorang wanita paruh baya menghampiriku dengan mata berkaca-kaca. Mengulurkan
tangannya meraih tanganku.

“Sebagai seorang Ibu. Saya merasa terharu, Haekal akhirnya menemukan gadis
sepertimu. Terimalah cincin ini.” Ibu itu membuka cepuk berisi cincin yang begitu indah dan
menyematkannya di jari manis kiriku.

“Terimakasih Ibu.” Ucapku. Ku cium punggung tangannya.

“Barakallah...” desisnya.

***

BERSAMBUNG

*** Cerita ini adalah kiriman salah satu sahabat Kawanimut. Mau berkenalan langsung dengan penulisnya? Kunjungi FBnya di https://www.facebook.com/fabria.chandra

*** Tag dan share ke keluarga, sahabat dan teman-temanmu yah

*** Pengen foto pribadinya menjadi kartun seperti ini?
Request saja ke
http://www.facebook.com/kawanimut2 melalui inbox
Dan tentunya tidak gratis lho yaaa

BERGABUNG YUK di Forum kepenulisan terbesar Indonesia di Forum Lingkar Pena (FLP) https://www.facebook.com/forumlingkarpena dan dapatkan info menarik beserta tips-tips menulis yang baik

LIKE http://www.facebook.com/IloveOriginalKawanimut

FOLLOW https://twitter.com/Kawanimut

Dapatkan gambar-gambar Kawanimut lainnya di akun Desainernya
https://www.facebook.com/Kawanimut2 — with Aq C'llu MnCinta and 49 others.
 Cicaxx Bagayuixz likes this
DP
Wiwien Agustin shared Stefanus Sandy,.MM ( IVAN )'s photo.
at Jul 23, 2014 10:25:31 AM
Miss u mom......#tears#
Timeline Photos
IBU BUTA YANG MEMALUKANKU

Saat aku beranjak dewasa, aku mulai mengenal sedikit kehidupan yang menyenangkan, merasakan kebahagiaan memiliki wajah yang tampan, kebahagiaan memiliki banyak pengagum di sekolah, kebahagiaan karena kepintaranku yang dibanggakan banyak guru. Itulah aku, tapi satu yang harus aku tutupi, aku malu mempunyai seorang ibu yang Buta! Matanya tidak ada satu. Aku sangat malu, benar-benar

Aku sangat menginginkan kesempurnaan terletak padaku, tak ada satupun yang cacat dalam hidupku juga dalam keluargaku. Saat itu ayah yang menjadi tulang punggung kami sudah dipanggil terlebih dahulu oleh yang Maha Kuasa. Tinggallah aku anak semata wayang yang seharusnya menjadi tulang punggung pengganti ayah. Tapi semua itu tak kuhiraukan. Aku hanya mementingkan kebutuhan dan keperluanku saja. Sedang ibu bekerja membuat makanan untuk para karyawan di sebuah rumah jahit sederhana.

Pada suatu saat ibu datang ke sekolah untuk menjenguk keadaanku. Karena sudah beberapa hari aku tak pulang ke rumah dan tidak tidur di rumah. Karena rumah kumuh itu membuatku muak, membuatku kesempurnaan yang kumiliki manjadi cacat. Akan kuperoleh apapun untuk menggapai sebuah kesempurnaan itu.

Tepat di saat istirahat, Kulihat sosok wanita tua di pintu sekolah. Bajunya pun bersahaja rapih dan sopan. Itulah ibu ku yang mempunyai mata satu. Dan yang selalu membuat aku malu dan yang lebih memalukan lagi Ibu memanggilku. “Mau ngapain ibu ke sini? Ibu datang hanya untuk mempermalukan aku!” Bentakkan dariku membuat diri ibuku segera bergegas pergi. Dan itulah memang yang kuharapkan. Ibu pun
bergegas keluar dari sekolahku. Karena kehadiranya itu aku benar-benar malu, sangat malu. Sampai beberapa temanku berkata dan menanyakan. “Hai, itu ibumu ya???, Ibumu matanya satu ya?” yang menjadikanku bagai disambar petir mendapat pertanyaan seperti itu.

Beberapa bulan kemudian aku lulus sekolah dan mendapat beasiswa di sebuah sekolah di luar negeri. Aku mendapatkan beasiswa yang ku incar dan kukejar agar aku bisa segera meninggalkan rumah kumuhku dan terutama meninggalkan ibuku yang membuatku malu. Ternyata aku berhasil mendapatkannya. Dengan bangga kubusungkan dada dan aku berangkat pergi tanpa memberi tahu Ibu karena bagiku itu tidak perlu. Aku hidup untuk diriku sendiri. Persetan dengan Ibuku. Seorang yang selalu mnghalangi kemajuanku.

Di Selolah itu, aku menjadi mahasiswa terpopuler karena kepintaran dan ketampananku. Aku telah sukses dan kemudian aku menikah dengan seorang gadis Indonesia dan menetap di Singapura.

Singkat cerita aku menjadi seorang yang sukses, sangat sukses. Tempat tinggalku sangat mewah, aku mempunyai seorang anak laki-laki berusia tiga tahun dan aku sangat menyayanginya. Bahkan aku rela mempertaruhkan nyawaku untuk putraku itu.

10 tahun aku menetap di Singapura, belajar dan membina rumah tangga dengan harmonis dan sama sekali aku tak pernah memikirkan nasib ibuku. Sedikit pun aku tak rindu padanya, aku tak mencemaskannya. Aku BAHAGIA dengan kehidupan ku sekarang.

Tapi pada suatu hari kehidupanku yang sempurna tersebut terusik, saat putraku sedang asyik bermain di depan pintu. Tiba-tiba datang seorang wanita tua renta dan sedikit kumuh menghampirinya. Dan kulihat dia adalah Ibuku, Ibuku datang ke Singapura. Entah untuk apa dan dari mana dia memperoleh ongkosnya. Dia datang menemuiku.

Seketika saja Ibuku ku usir. Dengan enteng aku mengatakan: “HEY, PERGILAH KAU PENGEMIS. KAU MEMBUAT ANAKKU TAKUT!” Dan tanpa membalas perkataan kasarku, Ibu lalu tersenyum, “MAAF, SAYA SALAH ALAMAT”

Tanpa merasa besalah, aku masuk ke dalam rumah.

Beberapa bulan kemudian datanglah sepucuk surat undangan reuni dari sekolah SMA ku. Aku pun datang untuk menghadirinya dan beralasan pada istriku bahwa aku akan dinas ke luar negeri.

Singkat cerita, tibalah aku di kota kelahiranku. Tak lama hanya ingin menghadiri pesta reuni dan sedikit menyombongkan diri yang sudah sukses ini. Berhasil aku membuat seluruh teman-temanku kagum pada diriku yang sekarang ini.

Selesai Reuni entah megapa aku ingin melihat keadaan rumahku sebelum pulang ke Sigapore. Tak tau perasaan apa yang membuatku melangkah untuk melihat rumah kumuh dan wanita tua itu. Sesampainya di depan rumah itu, tak ada perasaan sedih atau bersalah padaku, bahkan aku sendiri sebenarnya jijik melihatnya. Dengan rasa tidak berdosa, aku memasuki rumah itu tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Ku lihat rumah ini begitu berantakan. Aku tak menemukan sosok wanita tua di dalam rumah itu, entahlah dia ke mana, tapi justru aku merasa lega tak bertemu dengannya.

Bergegas aku keluar dan bertemu dengan salah satu tetangga rumahku. “Akhirnya kau datang juga. Ibu mu telah meninggal dunia seminggu yang lalu”

“OH…”

Hanya perkataan itu yang bisa keluar dari mulutku. Sedikit pun tak ada rasa sedih di hatiku yang kurasakan saat mendengar ibuku telah meninggal. “Ini, sebelum meninggal, Ibumu memberikan surat ini untukmu”

Setelah menyerahkan surat ia segera bergegas pergi. Ku buka lembar surat yang sudah kucal itu.

Untuk anakku yang sangat Aku cintai,
Anakku yang kucintai aku tahu kau sangat membenciku. Tapi Ibu senang sekali waktu mendengar kabar bahwa akan ada reuni disekolahmu.
Aku berharap agar aku bisa melihatmu sekali lagi. karena aku yakin kau akan datang ke acara Reuni tersebut.
Sejujurnya ibu sangat merindukanmu, teramat dalam sehingga setiap malam Aku hanya bisa menangis sambil memandangi fotomu satu-satunya yang ibu punya.Ibu tak pernah lupa untuk mendoakan kebahagiaanmu, agar kau bisa sukses dan melihat dunia luas.
Asal kau tau saja anakku tersayang, sejujurnya mata yang kau pakai untuk melihat dunia luas itu salah satunya adalah mataku yang selalu membuatmu malu.
Mataku yang kuberikan padamu waktu kau kecil. Waktu itu kau dan Ayah mu mengalami kecelakaan yang hebat, tetapi Ayahmu meninggal, sedangkan mata kananmu mengalami kebutaan. Aku tak tega anak tersayangku ini hidup dan tumbuh dengan mata yang cacat maka aku berikan satu mataku ini untukmu.
Sekarang aku bangga padamu karena kau bisa meraih apa yang kau inginkan dan cita-citakan.
Dan akupun sangat bahagia bisa melihat dunia luas dengan mataku yang aku berikan untukmu.
Saat aku menulis surat ini, aku masih berharap bisa melihatmu untuk yang terakhir kalinya, Tapi aku rasa itu tidak mungkin, karena aku yakin maut sudah di depan mataku.
Peluk cium dari Ibumu tercinta

Bak petir di siang bolong yang menghantam seluruh saraf-sarafku, Aku terdiam! Baru kusadari bahwa yang membuatku malu sebenarnya bukan ibuku, tetapi diriku sendiri....

Salam DIAMOND
Building a Better Future Together
Stefanus Sandy H
https://www.top888.biz/
 Dian Puspitasari Ordinario likes this
DP
Chumaedi Hambali
at Jul 23, 2014 10:25:09 AM
سبحا ن الله...
Ustad Yusuf Mansyur
KISAH JENAZAH YANG DISHOLAWATI 70 RIBU MALAIKAT

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim

Kisah ini diriwayatkan oleh Anas bin Malik r.a. : Pada suatu pagi Rasulullah SAW bersama dengan sahabatnya Anas bin Malik r.a. melihat suatu keanehan. Bagaimana tidak, matahari terlihat begitu redup dan kurang bercahaya seperti biasanya.

Tak lama kemudian Rasulullah SAW dihampiri oleh Malaikat Jibril.

Lalu Rasulullah SAW bertanya kepada Malaikat Jibril : "Wahai Jibril, kenapa Matahari pagi ini terbit dalam keadaan redup? Padahal tidak mendung?"

"Ya Rasulullah, Matahari ini nampak redup karena terlalu banyak sayap para malaikat yang menghalanginya." jawab Malaikat Jibril.

Rasulullah SAW bertanya lagi : "Wahai Jibril, berapa jumlah Malaikat yang menghalangi matahari saat ini?"

"Ya Rasulullah, 70 ribu Malaikat." jawab Malaikat Jibril.

Rasulullah SAW bertanya lagi : "Apa gerangan yang menjadikan Malaikat menutupi Matahari?"

Kemudian Malaikat Jibril menjawab : "Ketahuilah wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah SWT telah mengutus 70 ribu Malaikat agar membacakan shalawat kepada salah satu umatmu."

"Siapakah dia, wahai Jibril?" tanya Rasulullah SAW.

"Dialah Muawiyah...!!!" jawab Malaikat Jibril.

Rasulullah SAW bertanya lagi : "Apa yang telah dilakukan oleh Muawiyah sehingga saat ia meninggal mendapatkan kemuliaan yang sangat luar biasa ini?"

Malaikat Jibril menjawab : "Ketahuilah wahai Rasulullah, sesungguhnya Muawiyah itu semasa hidupnya banyak membaca Surat Al-Ikhlas di waktu malam, siang, pagi, waktu duduk, waktu berjalan, waktu berdiri, bahkan dalam setiap keadaan selalu membaca Surat Al-Ikhlas."

Malaikat Jibril melanjutkan penuturannya : "Dari itulah Allah SWT mengutus sebanyak 70 ribu malaikat untuk membacakan shalawat kepada umatmu yang bernama Muawiyah tersebut."

SubhanAllah ..
Walhamdulillah ..
Wala ilaha illallah ..
Wallahu akbar .

Rasulullah SAW bersabda : ''Apakah seorang di antara kalian tidak mampu untuk membaca sepertiga Al-Qur'an dalam semalam?" Mereka menjawab, "Bagaimana mungkin kami bisa membaca sepertigai Al-Qur'an?" Lalu Nabi SAW bersabda, "Qul huwallahu ahad itu sebanding dengan sepertiga Al-Qur'an.'' (H.R. Muslim no. 1922)

Subhaanallaah...

Semoga kita termasuk hamba-hamba Allah yang pandai bersyukur dan bersemangat untuk membaca, belajar serta mengamalkan Al-Qur'an. Aamiin

Apakah anda Rindu Kepada Rasulullah SAW ?

Ya Allah ..
Pertemukanlah kami dengan Rasalullah SAW Di Akhirat Nanti. Aamiin

Semoga yang "like" dan "bagikan" tausiyah ini semua dosanya diampuni Allah, diangkat derajatnya, dikabulkan segala hajatnya dan mendapatkan pasangan yang sakinah serta anak yang sholeh/sholeha hingga bisa masuk surga melalui pintu mana saja yang dikehendaki. Aamiin ya Rabbal'alamiin
DP
Seorang Umar
at Jul 23, 2014 10:22:57 AM
آمِّينَ يَ رَ بَّلْ عَلَمِيّنْ
Ustad Yusuf Mansyur
KISAH JENAZAH YANG DISHOLAWATI 70 RIBU MALAIKAT

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim

Kisah ini diriwayatkan oleh Anas bin Malik r.a. : Pada suatu pagi Rasulullah SAW bersama dengan sahabatnya Anas bin Malik r.a. melihat suatu keanehan. Bagaimana tidak, matahari terlihat begitu redup dan kurang bercahaya seperti biasanya.

Tak lama kemudian Rasulullah SAW dihampiri oleh Malaikat Jibril.

Lalu Rasulullah SAW bertanya kepada Malaikat Jibril : "Wahai Jibril, kenapa Matahari pagi ini terbit dalam keadaan redup? Padahal tidak mendung?"

"Ya Rasulullah, Matahari ini nampak redup karena terlalu banyak sayap para malaikat yang menghalanginya." jawab Malaikat Jibril.

Rasulullah SAW bertanya lagi : "Wahai Jibril, berapa jumlah Malaikat yang menghalangi matahari saat ini?"

"Ya Rasulullah, 70 ribu Malaikat." jawab Malaikat Jibril.

Rasulullah SAW bertanya lagi : "Apa gerangan yang menjadikan Malaikat menutupi Matahari?"

Kemudian Malaikat Jibril menjawab : "Ketahuilah wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah SWT telah mengutus 70 ribu Malaikat agar membacakan shalawat kepada salah satu umatmu."

"Siapakah dia, wahai Jibril?" tanya Rasulullah SAW.

"Dialah Muawiyah...!!!" jawab Malaikat Jibril.

Rasulullah SAW bertanya lagi : "Apa yang telah dilakukan oleh Muawiyah sehingga saat ia meninggal mendapatkan kemuliaan yang sangat luar biasa ini?"

Malaikat Jibril menjawab : "Ketahuilah wahai Rasulullah, sesungguhnya Muawiyah itu semasa hidupnya banyak membaca Surat Al-Ikhlas di waktu malam, siang, pagi, waktu duduk, waktu berjalan, waktu berdiri, bahkan dalam setiap keadaan selalu membaca Surat Al-Ikhlas."

Malaikat Jibril melanjutkan penuturannya : "Dari itulah Allah SWT mengutus sebanyak 70 ribu malaikat untuk membacakan shalawat kepada umatmu yang bernama Muawiyah tersebut."

SubhanAllah ..
Walhamdulillah ..
Wala ilaha illallah ..
Wallahu akbar .

Rasulullah SAW bersabda : ''Apakah seorang di antara kalian tidak mampu untuk membaca sepertiga Al-Qur'an dalam semalam?" Mereka menjawab, "Bagaimana mungkin kami bisa membaca sepertigai Al-Qur'an?" Lalu Nabi SAW bersabda, "Qul huwallahu ahad itu sebanding dengan sepertiga Al-Qur'an.'' (H.R. Muslim no. 1922)

Subhaanallaah...

Semoga kita termasuk hamba-hamba Allah yang pandai bersyukur dan bersemangat untuk membaca, belajar serta mengamalkan Al-Qur'an. Aamiin

Apakah anda Rindu Kepada Rasulullah SAW ?

Ya Allah ..
Pertemukanlah kami dengan Rasalullah SAW Di Akhirat Nanti. Aamiin

Semoga yang "like" dan "bagikan" tausiyah ini semua dosanya diampuni Allah, diangkat derajatnya, dikabulkan segala hajatnya dan mendapatkan pasangan yang sakinah serta anak yang sholeh/sholeha hingga bisa masuk surga melalui pintu mana saja yang dikehendaki. Aamiin ya Rabbal'alamiin
 Assyfa Qolby likes this
DP
Sugi Anto
at Jul 23, 2014 10:20:18 AM
yA ALLAH ... ya ALLAH ..
ya ALLAH
Maulana Rudi Al Bukhori
Islam itu CARA HIDUP 24 jam
(diambil dari khutbah jum’at KH. Uzairon PONPES AL FATAH TEMBORO. JATIM )

Allah SWT bersumpah dengan WAKTU
Demi Masa. Sesungguhya setiap manusia berada dalam kerugian. Kecuali, orang-orang yang beriman dan beramal sholeh, dan saling menasihati dalam kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran. (Qs. Al Ashr. 1-3)

Sungguh sudah menjadi kebiasaan yang mulia para sahabat Rasulullah SAW, mereka menghiasi majelis-majelis mereka dengan membaca surat Al Ashr. Karena surat ini begitu penting untuk dipelajari, direnungi, dipahami dan diamalkan untuk keselamatan manusia dunia dan akhirat. Sungguh surat ini begitu penting sehingga imam Syafi’i rah. mengatakan seandainya satu orang itu paham satu surat ini saja maka sudah cukup untuk menjadi asbab kebahagiaan dunia dan akhirat.

Surat yang mulia ini dimulai dengan “Demi Masa“. Kita diperintahkan oleh Allah SWT untuk merenungi memikirkan makhluk Allah yang namanya “masa”. Masa yang lalu, masa yang sekarang, dan masa yang akan datang. Kalau kita merenungi masa yang lalu, maka kita pasti membuat kesimpulan bahwa kita ini dulunya tidak ada, beberapa tahun yang lalu kita tidak ada, kemudian diadakan oleh Allah SWT, diciptakan oleh Allah SWT kemudian dihantar oleh Allah SWT ke muka bumi ini.

Kita datang ke dunia ini bukanlah atas program kita, bukan pula program orang tua kita, kakek-kakek nenek-nenek kita. Kita datang ke dunia ini atas program Allah SWT, atas kehendak Allah SWT bukan atas kehendak kita. Maka kita perlu merenungi untuk apa Allah SWT mendatangkan kita ke dunia ini.

Hari ini semua manusia sibuk berpikir apa mau saya, apa mau saya, apa mau saya ?, apa mau keluarga saya ?, apa maunya masyarakat saya ?, apa maunya pemerintah saya ?, apa maunya ini ?, apa maunya itu ? sampai sedikit sekali manusia yang berpikir apa maunya pencipta saya ? apa maunya Allah SWT sehingga menghantar kita ke dunia ini.

Seluruh para Nabi dan Rasul telah dikirim oleh Allah SWT untuk memberitahu kepada manusia ini bahwa manusia dikirim ke dunia ini untuk diuji oleh Allah SWT. Siapakah orang-orang yang betul-betul beriman kepada Allah dan taat kepada Allah, melaksanakan agama Allah SWT dan siapa yang ingkar kepada Allah SWT dan tidak mengamalkan agama Allah SWT.

Cerita seorang manusia ini tidak akan ada habisnya sebelum sebagian manusia masuk surga, sebagian manusia masuk neraka. Apapun yang terjadi jangan sampai kita punya kepahaman sudah selesai sudah sukses. Kalaupun kita menjadi orang yang paling kaya, paling sehat, paling berkuasa di dunia ini, itu belum selesai ceritanya, belum sukses.

Kesuksesan yang sebenarnya apabila kita masuk ke dalam surganya Allah SWT. Barang siapa dijauhkan dari siksa api neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka itu adalah kesuksesan, sedangkan kehidupan dunia ini adalah kehidupan yang menipu belaka.

Mengingati masa yang lalu,maka mengingatkan masa yang akan datang. Hasilnya, kita memahami sekarang ini bahwa kita ini dalam suatu perjalanan, kalau kita mengamalkan agama Allah SWT maka perjalanan hidup kita ini betul-betul perjalanan hidup yang sangat indah, perjalanan menuju surga Allah SWT.

Apapun keadaan kita, apakah kita orang kaya maupun miskin, orang sehat maupun sakit asalkan kita ini dalam perjalanan menuju ke surga maka ini adalah perjalanan yang sangat indah. Apapun keadaan kita tetapi kalau perjalanan menuju neraka Allah SWT maka ini adalah perjalanan yang sangat mengerikan.

Mengingati masa yang lalu mengingatkan dosa-dosa kita yang telah lalu, kemudian kita merenung apakah Allah SWT telah mengampuni dosa-dosa kita yang lalu. Mengingati masa yang akan datang apakah kita akan di adzab oleh Allah SWT, dimurkai oleh Allah SWT karena dosa-dosa kita. Maka timbul penyesalan, timbul taubat, taubat yang sebenar-benarnya.

Mengingati masa yang lalu, mengingatkan kebaikan-kebaikan kita yang telah kita buat. Tetapi kalau kita teliti kebaikan-kebaikan kita ini pun bercampur aduk dengan keburukan-keburukan pula sehingga timbul kekhawatiran apakah kebaikan-kebaikan kita ini akan diterima oleh Allah SWT, maka timbul harapan dan takut kepada Allah SWT, memohon kepada Allah SWT supaya kebaikan-kebaikan kita diterima oleh Allah dan keburukan-keburukan kita diampuni oleh Allah SWT.

Kemudian Allah berfirman “sesungguhnya manusia ini berada dalam kerugian“. Siapa saja dalam kerugian, orang miskin maupun orang kaya, pejabat maupun rakyat , orang sehat maupun orang sakit, semua dalam kerugian. Karena mereka semua akan kehilangan. Orang sehat pasti akan kehilangan kesehatannya, orang kaya sebentar lagi pasti akan meninggalkan kekayaannya, seorang raja pasti akan meninggalkan kerajaannya.

Dunia ini bukan satu ukuran kesuksesan, semua akan kita tinggalkan. Maka seluruh manusia dalam kerugian, “kecuali orang-orang yang beriman”, apakah manusia beriman tidak akan kehilangan kekayaannya ?, apakah orang yang beriman tidak akan kehilangan jabatannya ? meraka akan kehilangan semuanya juga. Tetapi akan diganti oleh Allah SWT dengan kekayaan yang tidak ada batasnya, kekayaan di surga Allah SWT. Allahu Akbar, Allah Maha Besar, maka kalau memberikan pahala juga Maha Besar.

Sekecil-kecilnya pahala di surga seperti dunia dengan segala isinya di kali 10 kali lipat. Allahu Akbar, Allah Maha Besar, oleh karena itu adzab Allah juga Maha Besar kalau dikumpulkan seluruh kesusahan yang di dunia ini, tidak ada artinya dibandingkan dengan satu kesusahan yang akan diderita oleh orang yang tidak beriman di neraka Allah SWT. Semua orang akan rugi kecuali orang-orang yang beriman. Tetapi orang beriman ini pun akan rugi juga kecuali kalau dia merubah sikap hidupnya, merubah gaya hidupnya, merubah tertib hidupnya, “dengan amal-amal yang sholih”.

Amal-amal yang sholih itu maksudnya bagaimana ? yaitu amal yang sesuai dengan keimanan kita. Sholih dalam bahasa arab maknanya adalah “yang sesuai“. Kalau orang itu beriman kepada Allah SWT, maka kehidupannya disesuaikan dengan imannya kepada Allah SWT. Sehingga dimana saja senantiasa dia mengingati Allah, tunduk kepada Allah, takut kepada Allah, mengagungkan Allah SWT. Tidak ada yang diminta selain Allah, tidak ada yang diagung-agungkan selain Allah, tidak ada yang disembah selain Allah SWT.

Berdiri mengingat Allah, duduk mengingat Allah , berbaring pun ingat kepada Allah SWT. Kalau dia di pasar sebagai pedagang juga tetap ingat kepada Allah karena saya juga tetap hamba Allah walaupun di pasar. Kalau di kantor pun juga tetap ingat kepada Allah karena di kantor pun kita tetap hamba Allah, walaupun jadi raja pun kita statusnya tidak akan berubah tetap menjadi hamba Allah.

Mulai dari ujung kuku, sampai ujung rambut adalah ciptaan Allah SWT, hamba Allah SWT 100%. Maka walaupun jadi apapun tetap taat kepada Allah, ingat kepada Allah, tunduk kepada Allah, mencintai Allah SWT, mengagungkan Allah SWT.

Iman kepada yang mulia nabi Muhammad SAW, merubah sikap kehidupan kita, sehingga siang dan malam yang kita pikirkan adalah bagaimana mengikuti jejak beliau yang mulia dalam seluruh seluk beluk kehidupannya. Baginda Nabi adalah utusan Allah, beliau adalah sayyidul anbiya wal mursaliin, pimpinan dari seluruh Nabi, seluruh Rasul. Tidak ada kesuksesan, tidak ada kejayaan selain mengikuti beliau saja. Baginda Nabi Muhammad kata para ulama adalah seperti orang yang “melek(melihat)”, sedangkan seluruh umat ini adalah seperti orang-orang yang buta. Buta, umat ini buta tidak tahu bagaimana keadaan surga, bagaimana keadaan neraka, bagaimana keadaan kubur, bagaimana keadaan masa-masa yang akan datang, semua manusia adalah buta yang tahu hanya para Nabi, yang terakhir adalah yang mulia baginda Nabi Muhammad SAW.

Maka kalau kita ingin selamat yang sebenar-benarnya, selamat yang abadi hanya ada dalam satu jalan yaitu mengikuti beliau Nabi Muhammad SAW. Kehidupan diri kita, kita sesuaikan dengan kehidupan beliau.

Berbicara mengenai kehidupan Nabi Muhammad SAW sangatlah panjang. Beribu-ribu kitab, berpuluh-puluh ribu kitab telah ditulis oleh para ulama mengenai kehidupan yang mulia baginda Nabi Muhammad SAW. Tetapi kehidupan Nabi Muhammad SAW ini diringkas dalam satu kalimat saja yaitu beliau diutus oleh Allah SWT untuk menjadi rahmatan lil alamin, menyayangi umat seluruh alam.

Bagaimana beliau menyayangi umat ini ? ini pun ceritanya sangat panjang sekali. Tetapi beliau memulai menyayangi umat ini dengan mengajak umat ini kepada Allah SWT, mengenalkan umat ini kepada Allah SWT yaitu dengan da’wah ilallaah. Beliau menyayangi umat dengan da’wah kepada Allah, inilah sayang yang sebenarnya. Kalau kita berkhidmat kepada umat siang dan malam, seluruh pengorbanan kita buat untuk umat ini, tetapi kita tidak ajak mereka ke jalan Allah, tidak kita ajak mereka menuju surga Allah maka tetap saja kita ini adalah orang-orang yang kejam. Karena kita membiarkan umat ini berbondong-bondong menuju malapetaka yang kekal abadi yang selama-lamanya yaitu neraka Allah SWT.

Orang itu bisa dikatakan sayang kepada seseorang kalau dia mengajak orang itu menuju Allah, mengajak orang itu menuju surga Allah, mengajak orang itu menuju ridho Allah, barulah ini namanya sayang yang sebenarnya. Barangsiapa yang sayang kepada umat maka akan disayangi oleh Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Iman kepada Alqur’an menjadikan kita senantiasa mementingkan ilmu-ilmu agama. Ilmu dari Allah SWT yang dibawa oleh para Nabi dan Rasul. Hari ini umat siang dan malam belajar ilmu yang bersumber dari otak manusia sampai lupa mempelajari ilmu yang dari Allah, Pencipta seluruh otak manusia. Dihabiskan umurnya siang dan malam untuk mempelajari ilmu mengenai dunia yang hanya 60-70 tahun ini. Tetapi lupa mengenai ilmu akhirat yang kekal abadi selama-lamanya.

Iman kepada malaikat menjadikan kita ada keinginan dan gairah untuk hidup yang suci. Karena diri kita senantiasa berkumpul dengan makhluk-makhluk suci, yang senantiasa taat kepada Allah SWT. Kanan kiri kita, depan belakang kita dipenuhi dengan para malaikat yang memiliki tugas masing-masing.

Kemudian iman kepada negeri akhirat menjadikan pikir kita berubah, cita-cita kita adalah kemuliaan akhirat. Harta kita yang sebenarnya adalah harta yang ada di akhirat, pangkat kita yang sebenarnya adalah pangkat di akhirat. Pangkat-pangkat yang ada di dunia ini bukanlah pangkat yang sebenarnya, pangkat yang sebentar lagi semua akan hilang.

Istri yang sebenarnya adalah istri yang bisa berkumpul di akhirat. Anak kita yang sebenarnya adalah anak yang bisa menjemput kita di surga Allah SWT. Teman-teman kita yang sebenarnya adalah teman yang nanti ada manfaatnya di akhirat. Teman-teman yang hanya untuk dunia sebentar lagi semua akan berpisah. Teman yang mengajak kita kepada akhirat itulah teman yang sebenar-benarnya.

Iman kepada takdir Allah SWT merubah sikap hidup kita sehingga tidak mengungkit-ungkit perkara-perkara yang telah lalu. Senantiasalah kamu minta tolong kepada Allah SWT dan jangan kamu menjadi lemah, tetapi kalau datang perkara-perkara yang menyusahkan kamu janganlah kamu mengatakan “seumpama, seumpama”, tetapi katakanlah apa yang ditakdirkan oleh Allah pasti terjadi juga. Karena kata-kata “seumpama, seumpama” itu membuka pintu setan dalam hati kita.

Inilah maknanya amal sholih, amal yang sesuai dengan keimanan kita.

Setelah iman dan amal sholih, kita masih dalam kerugian juga sebelum dilengkapi dengan “saling menasihati dalam kebenaran“, membuat suasana saling mengingatkan menjalankan kebaikan, menjalankan yang haq, membuat suasana da’wah. Suasana mengajak manusia kepada Allah SWT, suasana mengajak manusia untuk menyiapkan dirinya untuk membangun akhiratnya, untuk memperbaiki hubungannya dengan Tuhannya yaitu da’wah.

Walaupun orang sudah iman, sudah amal sholih tetapi kalau tidak ada da’wah maka dia ini dalam kerugian juga. Apa ruginya? karena seluruh keburukan-keburukan yang terjadi di dunia ini kalau orang tidak mau da’wah, tidak ada kerisauan, tidak ada keprihatinan, tidak pernah wajahnya memerah karena memikirkan umat maka dia pun dapat bagian dari dosa-dosa yang terjadi di dunia ini.

Tapi sebaliknya kalau ada orang ada kerisauan kepada umat, ada pikir atas umat, menyayangi umat, usaha memperbaiki umat, maka justru ketika keburukan-keburukan yang terjadi di seluruh dunia ini, ketika tambah keburukan dia tambah sedih, tambah menangis, tambah usaha untuk perbaikan maka dia terus mendapatkan tambah banyak lagi pahala, tambah banyak lagi derajat di sisi Allah SWT.

Setelah iman, amal sholih dan da’wah, manusia dalam kerugian juga sebelum dilengkapi dengan yang terakhir, yaitu “saling menasihati dalam kesabaran“, membuat suasana saling pesan untuk tabah, untuk sabar. Hal ini dilengkapi dengan ayat lain yaitu saling menasihati untuk bersabar dan saling menasihati untuk saling menyayangi satu sama lain.

Perkara iman, amal sholih, da’wah dan sabar. Inilah ciri khas kehidupan para Nabi dan Rasul, kehidupan para sahabat, kehidupan wali-wali Allah, kehidupan yang dicintai oleh Allah, yang diridhoi oleh Allah. Kehidupan inilah yang kita minta setiap kita sholat. Kita mohon kepada Allah SWT supaya kehidupan kita dituntun oleh Allah SWT sehingga kehidupan kita mengikuti kehidupan orang-orang yang diridhoi oleh Allah, dicintai oleh Allah , kehidupan para Nabi dan Rasul, kehidupan para sahabat, kehidupan wali-wali Allah SWT.

Para Nabi dan Rasul itu keadaan dzohirnya bermacam-macam keadaan tetapi semuanya mereka ada iman , amal sholih, da’wah dan sabar. Ada Nabi yang dia ini seorang petani yaitu Nabi Adam as, tapi bukan petani biasa, petani yang senantiasa memikirkan agama, taat kepada Allah SWT, dan mengajak manusia kepada Allah SWT. Ada Nabi yang seorang raja yaitu Nabi Sulaiman as, tapi bukan raja biasa, raja yang pikirnya siang dan malam mengamalkan agama Allah dan mengajak manusia kepada Allah SWT.

Ada Nabi yang seorang tentara yaitu Nabi Daud as, tentaranya raja Qoluth ra. Tetapi bukan tentara yang biasa tetapi tentara yang taat kepada Allah dan mengajak orang kepada Allah SWT. Ada Nabi yang seorang peternak yaitu Nabi Ibrahim as, tapi peternak yang taat kepada Allah dan siang malam mengajak manusia kepada Allah SWT. Ada Nabi yang tidak punya apa-apa, yaitu Nabi Isa as. Tetapi walaupun tidak punya apa-apa di dunia ini, tetap siang dan malam taat kepada Allah SWT dan mengajak manusia kepada Allah SWT.

Maka bagaimana nanti ketika kita sholat kalau kita sudah berdoa “ihdinash shiroothol mustaqiim, shirootholladziina an’amta ‘alayhim…”, kita bayangkan mohon kepada Allah , yaa Allah ubahlah kehidupan kami, arah pikir kami, tertib hidup kami sehingga mengikuti jejak jalan baginda Nabi Muhammad SAW. Baginda Nabi Muhammad adalah sayyidul anbiya, maka beliau memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh Nabi-nabi yang lain. Dan umatnya juga memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki umat-umat yang lain. Diantaranya adalah baginda Nabi Muhammad SAW diutus untuk seluruh alam, memikirkan umat seluruh alam, maka umatnya pun diperintahkan oleh beliau untuk mengikuti jejak beliau memikirkan umat di seluruh alam juga.

Maka bagaimana kita berpikir sama-sama, bagaimana kehidupan kita, kehidupan keluarga kita, tetangga-tetangga kita, teman-teman kita dan umat seluruh alam semuanya kembali kepada kehidupan yang diridhoi oleh Allah, kehidupan para Nabi dan Rasul, kehidupan para sahabat, kehidupan taat kepada Allah dan kehidupan mengajak manusia kepada Allah. Dan apa hasilnya ?, di dunia akan diberkahi oleh Allah, kehidupan kita akan diperbaiki oleh Allah.

Kehidupan umat islam saat ini, asbab materi begitu banyak. Tetapi tambah hari tambah mengeluh, tambah banyak kesusahan, tambah banyak masalah yang dihadapi oleh umat islam dari segala arah. Bukan karena asbab-asbab materi yang kurang tapi keberkahan yang kurang dalam kehidupan umat islam.

Karena apa ?, karena agama tidak diperhatikan dengan sungguh-sungguh, apabila agama diperhatikan dengan sungguh-sungguh maka Allah SWT akan beri keberkahan dalam kehidupan kita di dunia ini, memudahkan kehidupan kita di dunia ini, dan begitu juga sebentar lagi kita akan mendapat panggilan untuk menghadap Allah SWT, untuk berteman dengan para Nabi dan Rasul, para shiddiqin, para sholihin dan para syuhada.

Sebentar lagi, entah itu besok atau lusa, entah pagi atau sore hari kita akan mendapat panggilan dari Allah untuk berjumpa dengan Allah, berteman dengan baginda Nabi Muhammad SAW, berteman dengan para Nabi, berteman dengan para sahabat, berteman dengan wali-wali Allah dalam kehidupan yang memuaskan yang kekal abadi selama-lamanya, bahagia abadi selama-lamanya itulah cita-cita orang beriman.

(diambil dari khutbah jum’at KH. Uzairon PONPES AL FATAH TEMBORO. JATIM )
DP
Emilia Sylvia Hazard Full shared Yusuf Mansur Network's photo.
at Jul 23, 2014 10:13:32 AM
Warning...
Timeline Photos
( SEJARAH ) MENGENAL SPIONASE BELANDA YANG MENAKLUKKAN ACEH DARI DALAM

Snouck Hurgronje adalah sosok kontroversial khususnya bagi kaum Muslimin Indonesia, terutama kaum muslimin Aceh. Bagi penjajah Belanda, dia adalah pahlawan yang berhasil memetakan struktur perlawanan rakyat Aceh. Bagi kaum orientalis, dia sarjana yang berhasil. Tapi bagi rakyat Aceh, dia adalah pengkhianat tanpa tanding. Peran Snouck sebagai orientalis ternyata hanya kedok untuk menyusup dalam kekuatan rakyat Aceh. Dia dinilai memanipulasi tugas keilmuan untuk kepentingan politik imperialisme atau penjajahan. Orientalis kelahiran Oosterhout ini tak percaya Tuhan. Tapi ia dijunjung sebagai pahlawan oleh Belanda atas keberhasilan memecah-belah ulama.

Nama lengkapnya, Christian Snouck Hurgronje, lahir di pada 8 Februari 1857 di Tholen, Oosterhout, Belanda. Seperti ayah, kakek, dan kakek buyutnya yang betah menjadi pendeta Protestan, Snouck pun sedari kecil sudah diarahkan pada bidang teologi.

Snouck pernah mengajar di Institut Leiden dan Delf, yaitu lembaga yang memberikan pelatihan bagi warga Belanda sebelum ditugaskan di Indonesia. Saat itu, Snouck belum pernah datang ke Indonesia, namun ia mulai aktif dalam masalah-masalah penjajahan Belanda.

Pada saat yang sama perang Aceh mulai bergolak. Saat tinggal di Jedah, ia berkenalan dengan dua orang Indonesia yaitu Raden Abu Bakar Jayadiningrat dan Haji Hasan Musthafa. Dari keduanya Snouck belajar bahasa Melayu dan mulai bergaul dengan para haji jemaah Dari Indonesia untuk mendapatkan informasi yang ia butuhkan.

Pada saat itu pula, ia menyatakan ke-Islam-annya dan mengucapkan Syahadat di depan khalayak dengan memakai nama "Abdul Ghaffar." Seorang Indonesia berkirim surat kepada Snouck yang isinya menyebutkan "Karena Anda telah menyatakan masuk Islam di hadapan orang banyak, dan ulama- ulama Mekah telah mengakui ke-Islaman Anda". Seluruh aktivitas Snouck selama di Saudi ini tercatat dalam dokumen-dokumen di Universitas Leiden, Belanda.

Snouck menetap di Mekah selama enam bulan dan disambut hangat oleh seorang 'Ulama besar Mekah, yaitu Waliyul Hijaz. Ia lalu kembali ke negaranya pada tahun 1885. Selama di Saudi Snouck memperoleh data-data penting dan strategis bagi kepentingan pemerintah penjajah. Informasi itu ia dapatkan dengan mudah karena tokoh-tokoh Indonesia yang ada di sana sudah menganggapnya sebagai saudara seagama.

( Misi Ke Indonesia )

Kesempatan ini digunakan oleh Snouck untuk memperkuat hubungan dengan tokoh-tokoh yang berasal dari Aceh yang menetap di negeri Hijaz saat itu. Snouck kemudian menawarkan diri pada pemerintah penjajah Belanda untuk ditugaskan di Aceh. Saat itu perang Aceh dan Belanda mulai berkecamuk. Snouck masih terus melakukan surat menyurat dengan 'Ulama asal Aceh di Mekah. Snouck tiba di Jakarta pada tahun 1889. Jendral Benaker Hourdec menyiapkan asisten-asisten untuk menjadi pembantunya. Seorang di antaranya adalah warga keturunan Arab Pekojan, yaitu Sayyid Utsman Yahya Ibn Aqil al Alawi. Ia adalah penasehat pemerintah Belanda dalam urusan Islam dan kaum Muslim atau asisten honorair.

Dalam buku ”Al-Irsyad Mengisi Sejarah Bangsa”, Utsman bin Abdullah Al-’Alawi dikenal seorang pengabdi Pemerintah Kolonial Belanda yang amat setia. Untuk kesetiaannya yang luarbiasa itu, ia dianugerahi “Bintang Salib Singa Belanda” tanggal 5 Desember 1899 tanpa upacara resmi. Ia bahkan pernah mengarang khotbah jum’at yang mengandung do’a dalam bahasa Arab untuk kesejahteraan Ratu Belanda Wilhelmina. Khotbah dan do’a itu kemudian dikenal di kalangan umat Islam sebagai “Khotbah Penjilat ”

Dalam upaya memadamkan pemberontakan Islam, Sayyid Utsman Al-’Alawi ini dikenal pula dengan fatwanya yang menyatakan bahwa jihad itu bukanlah perang melawan orang kafir, melainkan perang melawan nafsu-nafsu jahat yang bersarang pada diri pribadi setiap orang. Selain Al-’Alawi, Snouck juga dibantu sahabat lamanya ketika di Mekah, Haji Hasan Musthafa yang diberi posisi sebagai penasehat untuk wilayah Jawa Barat. Snouck sendiri memegang jabatan sebagai penasehat resmi pemerintah penjajah Belanda dalam bidang bahasa Timur dan Fiqh Islam. Jabatan ini masih dipegangnya hingga setelah kembali ke Belanda pada tahun 1906.

( Melemahkan Aceh )

Misi utama Snouck adalah "membersihkan" Aceh. Setelah melakukan studi mendalam tentang semua yang terkait dengan masyarakat ini, Snouck menulis laporan panjang yang berjudul kejahatan-kejahatan Aceh. Laporan ini kemudian jadi acuan dan dasar kebijakan politik dan militer Belanda dalam menghadapai masalah Aceh.

Pada bagian pertama, Snouck menjelaskan tentang kultur masyarakat Aceh, peran Islam, 'Ulama, dan peran tokoh pimpinannya. Ia menegaskan pada bagian ini, bahwa yang berada di belakang perang dahsyat Aceh dengan Belanda adalah para 'Ulama.

Sedangkan tokoh-tokoh formalnya bisa diajak damai dan dijadikan sekutu, karena mereka hanya memikirkan bisnisnya. Snouck menegaskan bahwa Islam harus dianggap sebagai faktor negatif, karena dialah yang menimbulkan semangat fanatisme agama di kalangan muslimin. Pada saat yang sarna, Islam membangkitkan rasa kebencian dan permusuhan rakyat Aceh terhadap Belanda. Jika dimungkinkan "pembersihan" 'Ulama dari tengah masyarakat, maka Islam takkan lagi punya kekuatan di Aceh. Setelah itu, para tokoh-tokoh adat bisa menguasai dengan mudah.

Bagian kedua laporan ini adalah usulan strategis soal militer. Snouck mengusulkan dilakukannya operasi militer di desa-desa di Aceh untuk melumpuhkan perlawanan rakyat yang menjadi sumber kekuatan 'Ulama. Bila ini berhasil, terbuka peluang untuk membangun kerjasama dengan pemimpin lokal. Perlu disebut di sini, bahwa Snouck didukung oleh jaringan intelijen mata-mata dari kalangan pribumi.

Cara yang ditempuh sama dengan yang dilakukannya di Saudi dulu, yaitu membangun hubungan dan melakukan kontak dengan warga setempat untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan.

Nasehat Snouck mematahkan perlawanan para ulama, karena awalnya Snouck sudah melemparkan isu bahwa yang berhak memimpin Aceh bukanlah uleebalang, tapi ulama yang dekat dengan rakyat kecil. Komponen paling menentukan sudah pecah, rakyat berdiri di belakang ulama, lalu Belanda mengerasi ulama dengan harapan rakyat yang sudah berposisi di sana menjadi takut. Untuk waktu yang singkat, metode yang dipakai berhasil. Snouck mendekati ulama untuk bisa memberi fatwa agama. Tapi fatwa-fatwa itu berdasarkan politik devide et impera.

( Kontak dengan Orientalis )

Snouck juga melakukan surat menyurat dengan gurunya Theodor Nöldeke, seorang orientalis Jerman terkenal. Sekedar catatan, Nöldeke adalah orientalis dan pakar Kearaban dari Jerman. Tahun 1860 aia menerbitkan bukunya, Geschichte des Qurans (Sejarah al-Quran). Karyanya ini dikembangkan bersama Schwally, Bergsträsser, dan Otto Pretzl, dan ditulis selama 68 tahun sejak edisi pertama.

Selanjutnya, dalam suratnya, Snouck menegaskan bahwa keIslaman dan semua tindakannya adalah permainan untuk menipu orang Indonesia demi mendapatkan informasi.

Ia menulis "Saya masuk Islam hanya pura-pura. Inilah satu-satulnya jalan agar saya bisa diterima masyarakat Indonesia yang fanatik. " Temuan lain Koningsveld dalam surat Snouck mengungkap bahwa ia meragukan adanya Tuhan. Ini terungkap dari surat yang ia tulis pada pendeta Protestan terkenal Herman Parfink yang berisi, 'Anda termasuk orang yang percaya pada Tuhan. Saya sendiri ragu pada segala sesuatu. "

( Menguak tabir )

Dalam bukunya Snouck Hurgronje dan Islam (Girimukti Pasaka, Jakarta, 1989), Koningsveld menggambarkan kemungkinan Snouck masuk Islam oleh Qadi Jeddah dengan dua orang saksi setelah Snouck pindah tinggal bersama-sama dengan Aboebakar Djajadiningrat (1989: 95-107).

Van Koningsveld juga memberikan petunjuk-petunjuk yang memberikan kesan ketidaktulusan Snouck Hurgronje masuk Islam. Dia masuk Islam hanyalah untuk melancarkan tugasnya atau tujuannya yang hendak mengukuhkan kekuasaan Belanda di Indonesia, jadi bersifat politik–bukan ilmiah murni.

Veld berkomentar tentang aktivitas Snouck: "Ia berlindung di balik nama "penelitian Ilmiah" dalam melakukan aktifitas spionase, demi kepentingan penjajah".

Veld yang merupakan peneliti Belanda yang secara khusus mengkaji biografi Snouck menegaskan, bahwa dalam studinya terhadap masyarakat Aceh, Snouck menulis laporan ganda. Ia menuliskan dua buku tentang Aceh dengan satu judul, namun dengan isi yang bertolak belakang. Dari laporan ini, Snouck hidup di tengah masyarakat Aceh selama tiga puluh tiga bulan dan ia pura-pura masuk Islam.

Selain tugas memata-matai Aceh, Snouck juga terlibat sebagai peletak dasar segala kebijakan kolonial Belanda menyangkut kepentingan umat Islam. Atas sarannya, Belanda mencoba memikat ulama untuk tak menentang dengan melibatkan massa. Tak heran, setelah Aceh, Snouck pun memberi masukan bagaimana menguasai beberapa bagian Jawa dengan memanjakan ulama.

Dalam rentang waktu itu, ia menyaksikan budaya dan watak masyarakat Aceh sekaligus memantau perisriwa yang terjadi. Semua aktivitasnya tak lebih dari pekerjaan spionase dengan mengamati dan mencatat. Sebagai hasilnya ia menulis dua buku. Pertama berjudul "Aceh," memuat laporan ilmiah tentang karakteristik masyarakat Aceh dan buku ini diterbitkan. Tapi pada saat yang sama, ia juga menulis laporan untuk pemerintah Belanda berjudul "Kejahatan Aceh.”

Sumber buku :

1. Strategi Belanda Melumpuhkan Islam Biografi C. Snouck Hurgronje, Lathiful Khuluq, Pustaka Pelajar, 2002.

2. Dr. Daud Rasyid, MA, Fenomena Sunnah di Indonesia, Potret Pergulatan Melawan Konspirasi Hal. 196-199 (Usamah Press, Jakarta Cet I Agustus 2003)
DP
Murniwati Ishak
at Jul 23, 2014 10:12:02 AM
Fazrul You

Utk para ibu2 tersyg...
Dari Prof Muhaya Salam semua..
Jom amalkan 10 tip utk yg nak jadi parent....dah jadi parent.... Yang Baru jadi parent semula.... Sama2 kite amalkan.... Terutama tip yg no 6 tu....

1. Kalau tiba-tiba teringatkan anak kirimkan bacaan Al Fatihah. Sampai ke ayat "iyyakanakbudu waiyyakanastain" - yang ertinya "Hanya kepada Mu kami sembah dan hanya padaMU pohon pertolongan..", mintalah apa-apa hajat masa itu yang ada hubung kait dengan anak yang Kita ingat tu, habiskan bacaan surah Al Fatihah doakan semuga anak kita diberi kefahaman yang sebenarnya dalam urusan agamanya, memiliki ilmu yang bermanafaat Dan serahkan urusan anak kepada Allah untuk menjaganya.

2. Pandang wajahnya semasa dia tidur ucapkan bahawa, ibu nak (nama anak) jadi anak yang soleh sayang!. Cubalah amalkan ( ustaz kata ini makna kita bercakap dengan rohnya ) Dan ucapan ini adalah DOA Dan Allah Maha mendengar lagi maha melihat.

3. Masa bangun solat malam, solatlah hajat disisinya. Maksudnya Kita solat dalam bilik dia Dan dekat dengan dia. Jika Kita selalu buat Dan Kita juga selalu beritahu dia yang Kita sering doakan dia, dia akan rasa satu ikatan kasih sayang yang hakiki yang Kita amat sayangkan dia dan nak dia jadi anak soleh.Dia akan tahu Kita selalu solat hajat untuknya.

4. Minta dikasihani. Ucapkan setiap masa bahawa kita ni sedang menunggu panggilan Allah. Jika Dia tak jadi anak soleh bermakna dia tak sayangkan kita dan tentunya kita akan merana di Alam Barzah nanti.

5. Peluklah anak selalu walaupun dia sudah besar, sebagaimana Kita tatang dia masa kecilnya. Aura ciuman dan belaian ibu sambil bisikkan padanya yang kita bangga mempunyai anak sepertinya.

6. Maafkan anak Kita setiap masa walaupun perbuatannya amat melukakan hati Kita.Muhasabbah diri mungkin kesilapan yang anak lakukan itu adalah kerana dosa-dosa kita dimasa lampau.

7. Yang paling penting jaga tutur kata Kita, jangan sekali-kali ucapkan perkataan yang boleh melukakan hatinya. Jika ini berlaku juga kerana kita TER.. kata, cepat-cepat cari masa yang sesuai untuk Kita minta maaf padanya. Mengakulah padanya itu kelemahan Kita, Kita marah kerana dia buat salah,bukan bermaksud membenci.Ceritalah buat macam dramapun boleh .

8. Amalkan membaca ayat 40 surah Ibrahim supaya Kita,anak Dan zuriat keturunan Kita termasuk dalam golongan orang2 yang tetap mendirikan Solat. [Wahai Tuhanku! Jadikanlah daku orang yang mendirikan sembahyang dan demikianlah juga zuriat keturunanku. Wahai Tuhan kami, perkenankanlah doa permohonanku.]

9. Selalu ingatkan anak bahawa tak guna ada pangkat, belajar tinggi, hatta hafal Quran sekalipun jika tidak mempunyai peribadi yang mulia.Allah tak pandang wajah yang cantik tapi pandang hati yang cantik. Allah tak sayang, manusia tak suka.

10. Masa basuh beras niatkan "Ya.. Allah lembutkanlah hati anak-anak ku sebut nama dia.....untuk faham agamanya ", [kenapa Kita nak dia faham agama, kerana anak yang tak faham agama boleh bawa ibubapanya juga ke neraka] sebagaimana engkau lembutkan beras ini menjadi nasi ". Basuh beras lawan jam ( macam org tawaf ) sambil selawat kepada Nabi Muhamad S.A.W. Masa buat kerja ini hati jangan lalai..dan ingat kepada Allah selalu.

via : Prof. Dr. Muhaya
#silakan share untuk manfaat kita bersama.. Inshaa Allah
DP
Mohd Zakri Din
at Jul 23, 2014 10:10:29 AM
like 100x
Azizan Osman
Tips4Bisnes: [Menguasai Keadaan]

Satu perkara yang agak penting di dalam membina perniagaan adalah kita mesti berada di dalam situasi "Being In Control" atau "Menguasai Keadaan".

Apa maksudnya? Baca sampai habis, Insya Allah saya terangkan.

Ramai usahawan baru atau even yang dah lama berada dalam keadaan yang seperti "TIDAK MAMPU BERBUAT APA-APA". Bila ada isu di dalam perniagaan mereka, atau di dalam berurusan dengan pekerja, atau supplier, atau bank, atau pelanggan.

Contohnya bila menghadapi masalah pekerja yang sentiasa datang lambat. Ada sesetengah usahawan tidak berani "berhadapan" dengan pekerja tersebut. Ada sesetengah tidak berani memberikan amaran demi amaran (Mengikut prosedur HR - Human Resource) kerana takut pekerja tersebut berhenti dan takut nanti susah dapat pekerja.

Come on!! Anda bersusah payah memulakan perniagaan dan membina perniagaan, kenapa benarkan pekerja anda yang feeling rasa jadi bos "mengambil alih" perniagaan anda?

Apa yang saya nak anda faham ialah Pertama, Kenapa perkara ini berlaku? Dan Kedua, Bagaimana nak selesaikan?

Okay, kita start dengan yang pertama, kenapa perkara ini berlaku?

Sebab #1

Perkara ini berlaku bermula ketika proses mencari pekerja lagi. Ramai usahawan baru terutamanya mempunyai mentaliti, aku tengah sibuk huru hara tak cukup kakitangan, aku perlukan seorang "manusia" yang janji boleh tolong aku. Ini mentaliti yang salah! Jangan begitu! Betul, pekerja penting kita nak segera, tetapi kita mesti set beberapa kriteria jenis spesis pekerja bagaimana yang kita mahu. Contoh kriteria yang kita boleh set mungkin, Berdisiplin, Rajin, Tepati masa, positif. Set kriteria sikap then kriteria kelayakan akademik atau pengalaman kerja/ skil yang kita mahukan. Ini kita set dulu dalam hotak kita dan tulis atas kertas dengan jelas.

Sebab #2 Kita ambil sedara mara jadi pekerja tanpa syarat. Masa nak "kahwin" seronok, bila dah "kahwin" nanti kerja bergaduh. Itu ibaratnya. Ini merbahaya. Elakkan untuk jadikan perniagaan kita seperti satu perniagaan keluarga yang tidak reti ikut peraturan dan etika kerja. Saya faham, ada yang memang membina perniagaan bersama ahli keluarga tetapi setiap orang mesti letakkan syarat atau komitmen yang semua orang kena berikan walaupun perniagaan ini mak bapak kita turunkan.

Sebab #3

Usahawan tidak ada ilmu menguruskan pekerja.

Ini semua adalah lebih mudah jika usahawan belajar menguasai keadaan atau On Top Of Situation (OTOS).

Saya harap anda belajar sesuatu dari sharing kali ini. Jika ini membantu, bantu saya Klik Like, Share & Komen "Saya suka!".

Jangan lupa jumpa saya di Klinik Usahawan - Siri Mudahnya Berniaga selepas hari raya nanti. Anda boleh layari KlinikUsahawan.com untuk pendaftaran 100% Percuma (Ditaja oleh Richworks bila anda mendaftar 3 orang).

#DAO
 Saizatul Azirah , Mohd Zakri Din likes this
DP
Lita Suffian
at Jul 23, 2014 10:09:19 AM
Nice simple hijab style.

Lagi satu style yang diperkenalkan oleh Dato' Siti dalam berhijab. Memang senang dan sangat mudah. Mari kita ramai-ramai belajar pelbagai teknik penggayaan dalam bertudung.
 Sharmuna Hani , Idayu Fauziani , Leanna Jas likes this
Lita Suffian commented at Jul 23, 2014 10:10:15 AM
        Boleh try Chikleen HasLinda
Sign Up for Free
SignUp for Idolbin
rss twitter facebook gplus