Search Results
DP
Tumbuhan Islami shared a link.
at Oct 23, 2014 12:37:35 AM
Posts from June 22, 2010 on Metafisis
metafisis.wordpress.com
5 posts published by Widjojo and Perdana Akhmad S.Psi on June 22, 2010
DP
Samerah Padi
at Oct 23, 2014 12:35:33 AM
HAVIGHURST
Dunia ilmu
MAKALAH
PERKEMBANGAN MORAL MENURUT HAVIGHURST



Disusun guna memenuhi tugas individu
Mata kuliah “Konsep Dasar Pkn SD”
Dosen Pengampu: Drs. Sri Harmanto

Disusun oleh :
Elinda Juli E
1001100026
1D / PGSD

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO
2010

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahNya kepada kami sehigga penyusun dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “PERKEMBANGAN MORAL MENURUT HAVIGHURST” .
Penyusun makalah ini bertujuan untuk memenuhi syarat nilai mata kuliah Konsep Dasar PKn dan untuk mengetahui perkembangan moral menurut beberapa tokoh.
Penulis menyadari bahwa apa yang disajikan dalam makalah ini masih terdapat banyak kekurangan, baik menyangkut isi maupun penulisan. Kekurangan-kekurangan tersebut terutama disebabkan karena kelemahan dan keterbatasan pengetahuan serta kemampuan penulis. Hanya dengan kearifan dan bantuan dari berbagai pihak untuk memberikan kritik dan saran yang konstruktif maka kekurangan-kekurangan tersebut dapat diperkecil. Namun dalam penulisan makalah ini ada sepercik harapan semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua, serta diridlai oleh Allah SWT amin.

Purwokerto, Desember 2010

Penulis

DAFTAR ISI

Halaman
LEMBAR JUDUL MAKALAH 1
KATA PENGANTAR 2
DAFTAR ISI 3
BAB I PENDAHULUAN 4
A.Latar Belakangan 4
B.Tujuan 4
C.Permasalahan 5
BAB II PEMBAHASAN 6 A.Perkembangan Moral menurut Havighurst 6
B. Hubungan perkembangan moral siswa dengan peendidikan moral 11
C. Kritik terhadap pendapat Havighurst 18
BAB III PENUTUP 19
A.KESIMPULAN 19
B.SARAN 19
DAFTAR PUSTAKA 20

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Perkembangan dan pertumbuhan manusia merupakan permasalahan yang sangat aktual untuk dipelajari, kemudian dalam perkembangan manusia itu sendiri jika dilihat dari sudut pandang psikologi dijadikan dasar serta cara untuk menciptakan keberhasilan serta keunggulan dalam proses pendidikan. Selanjutnya menurut Havighurst dan tokoh yang lain juga melahirkan berbagai kerangka rumusan tentang psikologi juga mencoba membangun pijakan tentang perkembangan psikologi anak yang nantinya berimplikasi pada masalah-masalah pendidikan.
Di dalam pertumbuhan manusia yang mana pertumbuhan tersebut berawal dari perkembangan kanak-kanak, yang mana dalam pendapat Havighurst disebutkan bahwa perkembangan dan pertumbuhan anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan. Yang paling dominan yang sangat berpengaruh dalam pertumbuhan anak adalah dalam lingkungan keluarga, yang mana dalam lingkungan tersebut merupakan lingkungan yang sangat sering mereka jumpai artinya dalam kehidupan sehari-hari anak-anak lebih menghabiskan waktu dengan kakak, adik, ibu, bapak dan anggota keluarga yang lain. Selanjutnya setiap tahap perkembangan individu tersebut juga harus sejalan dengan perkembangan aspek-aspek lainnya, yaitu fisik, psikis, emosional, moral dan social.

B. Tujuan
a. Untuk memenuhi syarat nilai mata kuliah Konsep Dasar PKN SD
b. Untuk mengetahui Perkembangan moral anak
c. Untuk mengetahui sesuatu yang yang berpengaruh terhadap perkembangan anak
d. Untuk mengerti Perkembangan fisik dan Jasmani anak
e. Untuk mengerti Perkembangan Intelektual dan Emosional anak
f. Untuk mengerti Perkembangan bahasa anak
g. Untuk mengerti Perkembangan Moral, Sosial, dan Sikap anak
h. Mengetahui bagaimana Hubungan perkembangan moral siswa dengan peendidikan moral

C. Permasalahan
Permasalahan yang diambil yaitu mengenai bagaimana perkembangan dan pertumbuhan manusia yang di mulai dari pertumbuhan anak-anak itu sendiri. Yang mana dari pendapat tokoh bahwa pertumbuhan anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan, terutama dalam lingkungan keluarga, yang sangat berpengaruh dalam pertumbuhan dan perkembangan anak tersebut. Dan dalam masa anak-anak juga sangat dipengaruhi oleh cara peniruan atau bagaimana anak tersebut meniru gaya atau tingkah laku orang lain dalam melakukan sesuatu tindakan oleh karena itu anak-anak dalam berkembang mengikuti proses pelaziman dan peniruan. Dan dalam Pendidikan merupakan usaha sadar yang terencana, terprogram dan berkesinambungan membantu peserta didik mengembangkan kemampuannya secara optimal. Dengan pencapaian tujuan pendidikan, perlu diupayakan suatu sistem pendidikan yang mampu membentuk kepribadian dan ketrampilan peserta didik yang unggul, yakni beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, manusia yang kreatif, cakap, terampil, jujur, dapat dipercaya, disiplin, bertanggung jawab dan memiliki solidari yang tinggi.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Perkembangan Moral menurut Havighurst
Perkembangan kanak-kanak amat dipengaruhi oleh lingkungannya. Institusi keluarga amat mempengaruhi pribadi anak-anak. Havighurst membagi perkembangan menjadi tiga fase yaitu : Fase Bayi dan Awal anak-anak ( 0-6 tahun), anak-anak mula bercakap, mula berintraksi dengan orang lain, belajar bertolak ansur dan bertimbang rasa, sedia mendengar pandangan orang lain dan boleh membedakan betul dan salah, Fase Pertengahan anak-anak ( 6-12 tahun ) menguasai beberapa kemahiran dalam permainan, kemahiran 3M, mula berkawan dengan orang lain dan mampu memahami konsep hidup serta moral, Fase Awal Remaja dan Remaja ( 12-18 tahun ), bentuk badan mulai berubah, minat bergaul dengan lawan jenis, ingin kebebasan dan konsep baik dan buruk semankin mantap. Robert J. Havighurst juga mengemukakan bahwa pada usia-usia tertentu seseorang harus mampu melakukan tugas-tugas perkembangan. Kemampuan merupakan keberhasilan yang memberikan kebahagiaan serta memberi jalan bagi tugas-tugas berikutnya, dan terdiri dari tugas perkembangan;
1. Masa kanak-kanak (usia bayi dan usia TK)
2. Masa anak (usia SD)
3. Masa remaja
4. Masa dewasa awal
5. Masa setengah baya
6. Masa tua
Menurut Havighurst setiap tahap perkembangan individu harus sejalan dengan perkembangan aspek-aspek lainnya, yaitu fisik, psikis, emosional, moral dan sosial.
KARAKTERISTIK ANAK USIA SD
a. Pertumbuhan Fisik atau Jasmani
Perkembangan fisik atau jasmani anak sangat berbeda satu sama lain, sekalipun anak-anak tersebut usianya relatif sama, bahkan dalam kondisi ekonomi yang relatif sama pula. Sedangkan pertumbuhan anak-anak berbeda ras juga menunjukkan perbedaan yang menyolok. Hal ini antara lain disebabkan perbedaan gizi, lingkungan, perlakuan orang tua terhadap anak, kebiasaan hidup dan lain-lain. Nutrisi dan kesehatan amat mempengaruhi perkembangan fisik anak. Kekurangan nutrisi dapat menyebabkan pertumbuhan anak menjadi lamban, kurang berdaya dan tidak aktif. Sebaliknya anak yang memperoleh makanan yang bergizi, lingkungan yang menunjang, perlakuan orang tua serta kebiasaan hidup yang baik akan menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak. Olahraga juga merupakan faktor penting pada pertumbuhan fisik anak. Anak yang kurang berolahraga atau tidak aktif sering kali menderita kegemukan atau kelebihan berat badan yang dapat mengganggu gerak dan kesehatan anak. Orang tua harus selalu memperhatikan berbagai macam penyakit yang sering kali diderita anak, misalnya bertalian dengan kesehatan penglihatan (mata), gigi, panas, dan lain-lain. Oleh karena itu orang tua selalu memperhatikan kebutuhan utama anak, antara lain kebutuhan gizi, kesehatan dan kebugaran jasmani yang dapat dilakukan setiap hari sekalipun sederhana.
b. Perkembangan Intelektual dan Emosional
Perkembangan intelektual anak sangat tergantung pada berbagai faktor utama, antara lain kesehatan gizi, kebugaran jasmani, pergaulan dan pembinaan orang tua. Akibat terganggunya perkembangan intelektual tersebut anak kurang dapat berpikir operasional, tidak memiliki kemampuan mental dan kurang aktif dalam pergaulan maupun dalam berkomunikasi dengan teman-temannya. Perkembangan emosional berbeda satu sama lain karena adanya perbedaan jenis kelamin, usia, lingkungan, pergaulan dan pembinaan orang tua maupun guru di sekolah. Perbedaan perkembangan emosional tersebut juga dapat dilihat berdasarkan ras, budaya, etnik dan bangsa. Perkembangan emosional juga dapat dipengaruhi oleh adanya gangguan kecemasan, rasa takut dan faktor-faktor eksternal yang sering kali tidak dikenal sebelumnya oleh anak yang sedang tumbuh. Namun sering kali juga adanya tindakan orang tua yang sering kali tidak dapat mempengaruhi perkembangan emosional anak. Misalnya sangat dimanjakan, terlalu banyak larangan karena terlalu mencintai anaknya. Akan tetapi sikap orang tua yang sangat keras, suka menekan dan selalu menghukum anak sekalipun anak membuat kesalahan sepele juga dapat mempengaruhi keseimbangan emosional anak. Perlakuan saudara serumah (kakak-adik), orang lain yang sering kali bertemu dan bergaul juga memegang peranan penting pada perkembangan emosional anak. Dalam mengatasi berbagai masalah yang sering kali dihadapi oleh orang tua dan anak, biasanya orang tua berkonsultasi dengan para ahli, misalnya dokter anak, psikiatri, psikolog dan sebagainya. Dengan berkonsultasi tersebut orang tua akan dapat melakukan pembinaan anak dengan sebaik mungkin dan dapat menghindarkan segala sesuatu yang dapat merugikan bahkan memperlambat perkembangan mental dan emosional anak. Stres juga dapat disebabkan oleh penyakit, frustasi dan ketidakhadiran orang tua, keadaan ekonomi orang tua, keamanan dan kekacauan yang sering kali timbul. Sedangkan dari pihak orang tua yang menyebabkan stres pada anak biasanya kurang perhatian orang tua, sering kali mendapat marah bahkan sampai menderita siksaan jasmani, anak disuruh melakukan sesuatu di luar kesanggupannya menyesuaikan diri dengan lingkungan, penerimaan lingkungan serta berbagai pengalaman yang bersifat positif selama anak melakukan berbagai aktivitas.
c. Perkembangan Bahasa
Bahasa telah berkembang sejak anak berusia 4 - 5 bulan. Orang tua yang bijak selalu membimbing anaknya untuk belajar berbicara mulai dari yang sederhana sampai anak memiliki keterampilan berkomunikasi dengan mempergunakan bahasa. Oleh karena itu bahasa berkembang setahap demi setahap sesuai dengan pertumbuhan organ pada anak dan kesediaan orang tua membimbing anaknya. Fungsi dan tujuan berbicara antara lain: (a) sebagai pemuas kebutuhan, (b) sebagai alat untuk menarik orang lain, (c) sebagai alat untuk membina hubungan sosial, (d) sebagai alat untuk mengevaluasi diri sendiri, (e) untuk dapat mempengaruhi pikiran dan perasaan orang lain, (f) untuk mempengaruhi perilaku orang lain. Potensi anak berbicara didukung oleh beberapa hal. Yaitu: (a) kematangan alat berbicara, (b) kesiapan mental, (c) adanya model yang baik untuk dicontoh oleh anak, (d) kesempatan berlatih, (e) motivasi untuk belajar dan berlatih dan (f) bimbingan dari orang tua. Di samping adanya berbagai dukungan tersebut juga terdapat gangguan perkembangan berbicara bagi anak, yaitu: (a) anak cengeng, (b) anak sulit memahami isi pembicaraan orang lain.
d. Perkembangan Moral, Sosial, dan Sikap
1. Kepada orang tua sangat dianjurkan bahwa selain memberikan bimbingan juga harus mengajarkan bagaimana anak bergaul dalam masyarakat dengan tepat, dan dituntut menjadi teladan yang baik bagi anak, mengembangkan keterampilan anak dalam bergaul dan memberikan penguatan melalui pemberian hadiah kepada ajak apabila berbuat atau berperilaku yang positif.
2. Terdapat bermacam hadiah yang sering kali diberikan kepada anak, yaitu yang berupa materiil dan non materiil. Hadiah tersebut diberikan dengan maksud agar pada kemudian hari anak berperilaku lebih positif dan dapat diterima dalam masyarakat luas.
3. Fungsi hadiah bagi anak, antara lain:
a. memiliki nilai pendidikan
b. memberikan motivasi kepada anak
c. memperkuat perilaku dan
d. memberikan dorongan agar anak berbuat lebih baik lagi.
4. Fungsi hukuman yang diberikan kepada anak adalah:
1. fungsi restruktif
2. fungsi pendidikan,
3. sebagai penguat motivasi.
5. Syarat pemberian hukuman adalah:
1. segera diberikan,
2. konsisten,
3. konstruktif,
4. impresional artinya tidak ditujukan kepada pribadi anak melainkan kepada perbuatannya,
5. harus disertai alasan,
6. sebagai alat kontrol diri,
7. diberikan pada tempat dan waktu yang tepat.


B. Hubungan perkembangan moral siswa dengan peendidikan moral
Perkembangan emosi remaja pada peringkat awal terutama pada zaman kanak-kanak banyak dipengaruhi melalui pelaziman dan cara peniruan. Cara pelaziman berlaku dengan mudah dan cepat pada masa beberapa tahun permulaan hidup mereka. Kanak-kanak menggunakan daya imaginasi dalam membayangkan sesuatu mengikut yang telah dilazimkan. Cara peniruan pula, kanak-kanak meniru tingkah laku emosi yang diperhatikannya pada orang lain dan memberikan gerak balas terhadap perkara berkenaan dengan cara yang tidak dapat dibuatnya dulu. Oleh kerana itu, emosi remaja pada zaman kanak-kanak berkembang mengikut proses pelaziman dan peniruan.
Ibu bapak adalah orang pertama yang menjadi contoh kepada anak-anak remaja. Jika ibu bapak berkelakuan buruk, bertindak keras dan menganiaya anak-anak, emosi dan tingkah lakunya akan turut menyeleweng karena sejak kecil jiwa mereka ditanam dengan bibit kerusakan. Ketika usia remaja pula, emosi berkembang dengan pesat hasil daripada kematangan dan pembelajaran. Itulah sebabnya bentuk pernyataan emosi pada zaman remaja banyak bergantung kepada apa yang dipelajarinya daripada masyarakat sekeliling.
Antara ciri emosi remaja ialah romantik, mudah keliru dan mudah marah atau memberontak. Remaja yang mempunyai ciri-ciri romantik adalah remaja yang mengalami tarikan heteroseksual (tarikan antara remaja yang berlainan kelamin) melalui pendampingan mereka dengan remaja lain. Pada zaman remaja adalah puncak wujudnya perasaan cinta romantis. Menurut Dr Rohaty Majzub, perasaan romantis membawa pengertian bahwa mereka menganggap dan menggambarkan individu yang dicintai itulah yang paling ideal, mempunyai watak, sahsiah atau ciri-ciri yang memikat hati remaja. Perasaan romantis remaja mempunyai pengaruh mendalam kepada hidup mereka. Perasaan romantis ini mendorong remaja menulis dalam diary peribadi. Penulisan diary peribadi adalah ciri yang menunjukkan pengasingan diri dan keupayaannya untuk menguraikan mengenai dirinya di samping keinginannya untuk lari daripada gelisah melanda dirinya. Remaja akan mencatatkan peristiwa harian terutama bagi menggambarkan perasaannya sama ada perasaan cinta, kecewa dan gembira. Ketika zaman remaja, perubahan fisikal, emosi dan personality berlaku dengan pesat dan mereka harus memahaminya dengan teliti. Ketika ini juga berlaku perubahan dalam hubungan mereka dengan keluarga, rekan sebaya dan masyarakat sekeliling. Harapan yang baik dan tanggungjawab mula dikenakan kepada mereka. Dalam keadaan begini kadang-kadang mereka mudah keliru dengan peranan dan tanggungjawab mereka. Itulah sebabnya golongan remaja mudah bertukar pendirian, pendapat, ideologi dan kawan-kawan. Selain itu, remaja juga mempunyai emosi yang mudah marah. Zaman remaja yang dikatakan sebagai ‘storm and stress’ mudah menyebabkan remaja memberontak dan marah terhadap seseorang atau sesuatu perkara. Seseorang remaja mempunyai kehendak yang harus diterima keluarga, rekannya dan masyarakat sekeliling. Remaja mudah menunjukkan emosi memberontak dan marahnya dengan tindakan agresif seperti mendurhaka kepada keluarga, lari dari rumah dan ingkar dengan peraturan sekolah. Mereka mendurhaka kepada keluarga sebagai percobaan untuk bebas daripada sifat kekanak-kanakan dan untuk mencapai kemerdekaan jiwa. Jiwa ingin lari dari rumah pula, apabila mereka rasa tidak selera dengan undang-undang dan mencoba untuk hidup bebas. Tindakan tingkah dari peraturan sekolah pula, karena remaja menganggap pembelajaran di sekolah mengganggu jiwa remajanya karena di sekolah terdapat banyak peraturan dan ruang kritikan seperti guru, kerja sekolah dan disiplin. Pendidik perlu memahami bahwa remaja yang dalam proses perkembangan dan perubahan boleh menimbulkan pelbagai masalah emosi karena mereka sedang berhadapan dengan proses penyesuaian diri antara zaman kanak-kanak dengan alam dewasa. Bagi remaja yang bersedia dengan kehadiran masalah dan sanggup menerimanya dengan hati terbuka, mereka berjaya menerima perubahan itu sekali pun kadang kala pahit baginya. Tetapi bagi sesetengah remaja pula, tidak berupaya menyesuai atau menerima dengan mudah perubahan itu, lalu menunjukkan gangguan psikologi pada dirinya. Dr Zakiah Daradjat, seorang pengkaji masalah remaja berkata, perkara yang menyebabkan masalah emosi remaja adalah disebabkan oleh perubahan jasmani, terutama perubahan hormon seks, keadaan masyarakat dan keadaan ekonomi yang melingkungi remaja serta perlakuan orang tua yang kaku dan bertentangan dengan remaja. Masalah yang berkaitan dengan emosi remaja disebut juga sebagai masalah personal psikologi (Hassan Langgulung,1977). Masalah personal psikologi ialah perkara yang berkaitan peribadi dan masalah psikologi remaja itu sendiri seperti personaliti, perubahan emosi, kebimbangan, kerisauan, keyakinan dan tekanan. Masalah personaliti seperti mudah hilang sabar, takut membuat kesilapan, sukar membuat keputusan, sukar melupakan kesilapan lalu dan gagal dalam beberapa perkara dilakukan. Zaman remaja yang penuh dengan tekanan dan kecemasan emosi, amat memerlukan pendekatan pendidikan teladan dalam proses memberi bimbingan kepada golongan ini. Pendidik perlu menggunakan pendekatan psikologi pendidikan. Untuk melaksanakan pendekatan psikologi pendidikan, terlebih dulu penpendidikan perlu memahami psikologi remaja. Dengan pemahaman ini, penpendidikan dapat menyelami emosi dan jiwa remaja serta dapat menggunakan pendekatan sesuai dengan minat dan kecenderungan mereka.
Remaja amat memerlukan sokongan dan pemahaman daripada orang dewasa ketika mereka mengharungi zaman yang penuh dengan cabaran ini. Ketika ini, perubahan dari aspek emosi agak pesat. Sekiranya mereka tidak mendapat sokongan daripada orang dewasa, mereka mudah mengalami gangguan emosi dan menimbulkan masalah emosi yang boleh memberi kesan tidak baik kepada perkembangan psikologi remaja.
2. Pendidikan agama remaja
Pendidikan merupakan usaha sadar yang terencana, terprogram dan berkesinambungan membantu peserta didik mengembangkan kemampuannya secara optimal, baik aspek kognitif, aspek afektif maupun aspek psikomotorik. Aspek kognitif yang berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari enam aspek, yakni pengetahuan atau ingatan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis dan evaluasi. Aspek afektif berkenaan dengan sifat yang terdiri dari lima aspek yakni: penerimaan, jawaban atau reaksi, penilaian, organisasi, dan internalisasi. Aspek psikomotorik berkenaan dengan hasil belajar keterampilan dan kemampuan bertindak yang terdiri dari enam aspek, yaitu: gerakan refleks, keterampilan gerakan dasar, kemampuan perseptual, keharmonisan atau ketepatan, gerakan keterampilan kompleks, dan gerakan ekspresif dan interpretatif.
Sejalan dengan pencapaian tujuan pendidikan, perlu diupayakan suatu sistem pendidikan yang mampu membentuk kepribadian dan ketrampilan peserta didik yang unggul, yakni beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, manusia yang kreatif, cakap, terampil, jujur, dapat dipercaya, disiplin, bertanggung jawab dan memiliki solidaritas sosial yang tinggi. Untuk mewujudkan manusia yang unggul perlu diberikan landasan pendidikan yang kokoh. Oleh karena itulah kebutuhan dasar siswa harus terpenuhi lebih dahulu, yaitu: kebutuhan fisiologis, kebutuhan rasa aman, kebutuhan akan rasa kasih sayang, dan kebutuhan akan harga diri. Bangsa kita sebenarnya telah memiliki pilar pendidikan yang sangat fundamental, yang disampaikan oleh Ki Hajar Dewantoro, Ing Ngarso Sun Tulodho, Ing Madyo Mbangun Karso, Tut Wuri Handayani, namun implementasinya dalam pendidikan kita masih rendah. Empat pilar pendidikan yang dijadikan fondasi pendidikan pada era informasi dan jaringan global ini dalam meraih dan merebut pasar internasional. Keempat pilar tersebut adalah :
1. Learning to Know (belajar untuk tahu)
Pada proses pembelajaran melalui penerapan paradigma ini, peserta didik akan dapat memahami dan menghayati bagaimana suatu pengetahuan dapat diperoleh dari fenomena yang terdapat dalam lingkungannya. Untuk mengkondisikan masyarakat belajar yang efektif dewasa ini, diperlukan pemahaman yang jelas tentang “apa” yang perlu diketahui, “bagaimana” mendapatkan Ilmu pengetahuan, “mengapa’ ilmu pengetahuan perlu diketahui, “untuk apa” dan “siapa” yang akan menggunaka ilmu pengetahuan itu. Belajar untuk tahu diarahkan pada peserta didik agar mereka memiliki pengetahuan fleksibel, adaptable, value added dan siap memakai bukan siap pakai. Sebab, salah satu ukuran luar yang dapat dipakai untuk melihat sejauh mana tingkat kemjuan diskursus suatu disiplin ilmu adalah dengan melihat upaya-uapay dan hasil diskursus mengenai disiplin tersebut.
2. Learning to Do (Belajar untuk melakukan)
Proses pembelajaran dengan penekanan agar peserta didik menghayati proses belajar dengan melakukan sesuatu yang bermakna ‘’Active Learning‘’. Peserta didik memperoleh kesempatan belajar dan berlatih untuk dapat menguasai dan memiliki standar kompetensi dasar yang dipersyaratkan dalam dirinya. Proses pembelajaran yang dilakukan menggali dan menemukan informasi (information searching and exploring), mengolah dan informasi dan mengambil keputusan (information processing and decision making skill), serta memecahkan masalah secara kreatif (creative problem solving skill). Menurut John Dewey bahwa pembelajaran yang dapat dilakukan dengan: 1). Belajar peserta didik dengan berpikir kreatif, 2). Keterampilan proses, 3). Problem solving approach, 4). Pendekatan inkuiri, 5). Program sekolah yang harus terpadu dengan kehidupan masyarakat, dan 6). Bimbingan sebagai bagian dari mengajar. Beberapa bentuk Active Learning ; Kegiatan Active learning dilakukan dengan kegiatan mandiri, peserta didik membaca sendiri bahan yang akan dibahas di kelas.
3. Learning to be (Belajar untuk menjadi diri sendiri)
Proses pembelajaran yang memungkinkan lahirnya manusia terdidik dengan sikap mandiri. Kemandirian belajar merupakan kunci terbentuknya rasa tanggung jawab dan kepercayaan diri untuk berkembang secara mandiri. Sikap percaya diri akan lahir dari pemahaman dan pengenalan diri secara tepat. Belajar mandiri harus didorong melalui penumbuhan motivasi diri. Banyak pendekatan pembelajaran yang dapat diterapkan dalam melatih kemandirian peserta didik, misalnya; pendekatan sinektik, problem soving, keterampilan proses, discovery, inquiry, kooperatif, dan sebagainya Pendekatan pembelajaran tersebut mengutamakan keterlibatan peserta didik secara efektif. Pendekatan-pendektan pembelajaran ini pada dasarnya suatu proses sosial, peserta didik dibantu dalam melakukan peran sebagai pengamat yang berhubungan dengan permasalahan yang dihadapi. Meskipun guru dapat memberikan situasi masalah, namun dalam penerapannya, peserta didik mencari, menanyakan, memeriksa dan berusaha menemukan sendiri hal-hal yang dipelajari. Para peserta didik mulai berpikir berdasarkan kemampuan dan pengalamannya masing-masing secara logis. Strategi pembelajaran inkuiri merupakan salah satu alternatif pendekatan pembelajaran yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran.
4. Learning To Live Together (Belajar untuk Hidup Bersama)
Proses pembelajaran yang memungkinkan peserta didik menghayati hubungan antar manusia secara intensif dan terus menerus untuk menghindarkan pertentangan ras/etnis, agama, suku, keyakinan politik, dan kepentingan ekonomi. Peningkatan pendidikan nilai kemanusiaan, moral, dan agama yang melandasi hubungan antar manusia.
Untuk mewujudkan makna pendidikan dan fondasi pembelajaran yang terintegrasikannya nilai-nilai kemanusiaan dalam kepribadian dan perilaku selama proses pembelajaran diperlukan proses pembelajaran yang efektif. Keefektifan proses pembelajaran merupakan pencerminan dalam mencapai tujuan pembelajaran tepat yang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Keefektifan proses pembelajaran berkenaan dengan jalan, upaya, teknik dan strategi yang digunakan dalam mencapai tujuan pembelajaran secara optimal, tepat dan cepat (Nana Sudjana, 1996 : 52). Sekolah tidak hanya berkewajiban untuk memelihara nilai-nilai masyarakat, namun juga harus memberikan keaktifan kepada peserta didik dan secara kritis dalam menghadapi masalah-masalah sosial, dan harus mengadakan usaha pemecahan masalah.
Salah satu faktor yang mempengaruhi keefektifan pembelajaran antara lain kemampuan guru dalam menggunakan strategi. Penerapan strategi pembelajaran dipengaruhi oleh faktor tujuan, peserta didik, situasi, fasilitas dan pembelajaran itu sendiri. Dengan menerapkan metode yang tepat, proses pembelajaran akan berlangsung lebih efektif sehingga hasil pembelajaran akan lebih baik dan mantap. Salah satu startegi pembelajaran yang memberikan perhatian pengembangan potensi peserta didik adalah strategi keterampilan proses (proses pemecahan masalah).
2. Pengembangan Potensi remaja
Pengembangan potensi peserta didik merupakan proses yang disengaja dan sistematis dalam membiasakan/mengkondisikan peserta didik agar memiliki kecakapan dan keterampilan hidup. Untuk dapat mengembangkan, sebelum ataupun bersamaan dengan usaha kongkrit dilakukan, sangat perlu adanya pengertian dan pemahaman para pendidik terhadap remaja.5 Kecakapan dan keterampilan yang dimaksud berarti luas, baik kecakapan personal (personal skill) yang mencakup; kecakapan mengenali diri sendiri (self awareness) dan kecakapan berpikir rasional (thinking skill), kecakapan sosial (social skill), kecakapan akademik (academic skill), maupun kecakapan vokasional (vocational skill). Kegiatan pendidikan pada tahap melatih lebih mengarah pada konsep pengembangan kemampuan motorik peserta didik. Terkait dengan proses melatih ini, perlu dilakukan pembiasaan dan pengkondisian anak dalam berpikir secara kritis, strategis dan taktis dalam proses pembelajaran. Peserta didik dilatih memahami, merumuskan, memilih cara pemecahan dan memahami proses pemecahan “masalah”. Berangkat dari kondisi tersebut, maka budaya instant dalam pembelajaran yang selama ini dibudayakan harus ditinggalkan, menuju proses pemberdayaan seluruh unsur dalam sistem pembelajaran. Untuk membekali terjadinya pergeseran orientasi pendidikan di era global dalam mewujudkan kualitas sumber daya manusia yang unggul, diperlukan strategi pengembangan pendidikan, antara lain:
1. Mengedepankan model perencanaan pendidikan (partisipatif) yang berdasarkan pada need assessment dan karakteristik masyarakat.
2. Pemerintah hendaknya berperan sebagai katalisator, fasilitator dan pemberdaya masyarakat.
3. Penguatan fokus pendidikan, yaitu fokus pendidikan diarahkan pada pemenuhan kebutuhan masyarakat, kebutuhan stakeholders, kebutuhan pasar dan tuntutan teman saing.
4. Pemanfaatan sumber luar (out sourcing), memanfaatkan berbagai potensi sumber daya (belajar) yang ada, lembaga-lembaga pendidikan yang ada, pranata-pranata kemasyarakatan, perusahaan/industri, dan lembaga lain yang sangat peduli pada pendidikan.
5. Memperkuat kolaborasi dan jaringan kemitraan dengan berbagai pihak, baik dari instansi pemerintah mapun non pemerintah, bahkan baik dari lembaga di dalam negeri maupun dari luar negeri.
6. Menciptakan soft image pada masyarakat sebagai masyarakat yang gemar belajar, sebagai masyarakat belajar seumur hidup.
C. Kritik terhadap pendapat Havighurst
Berdasarkan pendapat Havighurst mengenai perkembangan moral pada anak-anak yang mana menurut Havighurst sangat dipengaruhi lingkungan.
Yang mana dalam hal ini saya memberi kritikan bahwa, memang benar perkembangan anak memang dipengaruhi oleh lingkungan. tetapi, menurut saya perkembangan anak bukan hanya di pengaruhi oleh lingkungan saja melainkan pertumbuhan anak juga di pengaruhi oleh faktor-faktor yang lain misalnya perkembangan anak tersebut muncul karena adanya hasil pemikiran dan hasil berfikir anak itu tersebut. Dalam perkembangannya anak melibatkan pemikiran untuk memperluas kemampuannya dalam menghadapi sebuah tantangan dalam kehidupannya kelak. Oleh karena itu seorang anak harus di beri bimbingan, arahan dan petunjuk agar anak tersebut tidak terjerumus pada hal-hal yang tidak benar yang nantinya akan dilakukan pada kehidupannya yang akan datang baik pada saat mereka dewasa maupun masa tua kelak.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Bahwa perkembangan dan pertumbuhan anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan. Setiap tahap perkembangan individu harus sejalan dengan perkembangan aspek-aspek lainnya, yaitu fisik, psikis, emosional, moral dan sosial. Karakristik di dalam pertumbuhan anak yaitu pertumbuhan fisik atau jasmani, perkembangan intelektual dan emosional, perkembangan Moral, sosial, dan sikap. Pada perkembangannya anak-anak dipengaruhi oleh peniruan . dan pendidik perlu memahami bahwa remaja yang dalam proses perkembangan dan perubahan boleh menimbulkan pelbagai masalah. Pendidik perlu menggunakan pendekatan psikologi pendidikan. Untuk melaksanakan pendekatan psikologi pendidikan, terlebih dulu penpendidikan perlu memahami psikologi remaja. Sejalan dengan pencapaian tujuan pendidikan, perlu diupayakan suatu sistem pendidikan yang mampu membentuk kepribadian dan ketrampilan peserta didik yang unggul, yaitu Learning to Know (belajar untuk tahu), Learning to Do (Belajar untuk melakukan), Learning to be (Belajar untuk menjadi diri sendiri), Learning To Live Together (Belajar untuk Hidup Bersama) dalam pengembangan Potensi remaja ,potensi peserta didik merupakan proses yang disengaja dan sistematis dalam membiasakan/mengkondisikan peserta didik agar memiliki kecakapan dan keterampilan hidup.
B. Saran

a. Dalam perkembangan anak, orang tua diharapkan memberikan perhatian yang maksimal kepada anaknya sehingga anak tidak terjerumus pada hal-hal yang tidak benar dan menyimpang norma-norma yang ada pada masyarakat dan nantinya anak tersebut dapat tumbuh menjadi anak yang berguna bagi dirinya, bangsa dan Negara.
b. Guru dan orang tua seharusnya bekerja sama dalam meningkatkan kualitas pengawasan belajar pada anak.
DAFTAR PUSTAKA

http://pustaka.ut.ac.id/puslata/online.php?menu=bmpshort_detail2&ID=414
http://bayoesmartboy.blogspot.com/2008/04/havighurst-tugas-tugas-perkembangan.html
http://cybercounselingstain.bigforumpro.com/psikologi-perkembangan-ii-f14/tugas-tugas-perkembangan-menurut-havighurst-t191.htm
DP
Arfan shared Smile Priritas Smart Network Sinarmas's photo.
at Oct 23, 2014 12:33:46 AM
Smile Academy
Timeline Photos
Kabar Gembira..!

Sebagai komitmen Sinarmas group dlm mendukung Smile prioritas kini telah dibuka Smile Academy, sbg tempat bagi member utk belajar, pelatihan, rapat dan presentasi dg faslitas lengkap dan modern dg berbagai ruang yg berkapasitas 10 - 200 org, serta dilengkapi dg penginapan bersih dan nyaman namun murah bagi member dari luar kota Jakarta.. Luar biasa bukan..! So apa lagi yg ditunggu segera bangun masa depan Anda yg lebih baik dan pasti di Smile prioritas sekarang..!
DP
Abdul Shukor Adnan
at Oct 23, 2014 12:33:33 AM
Note: l’ve also been complained by some parties for keeping posting this in my Facebook status. Similarly as well, my answers to them had been; those chauvinistic Chinese had also never given up with their agendas and measures against Malays.

For those who understand Malay, you MUST read this. The English summary for this is about Malaysian Chinese minority, of less than 30% Malaysian population in particular, and Oversea Chinese in general, having ulterior motive with their collaborations with Malay opposition parties as well as manipulating their presence inside and outside the government in their pursuit to take over Malaysia from Malays’ majority of more than 67% Malaysian population, as what they had successfully done over Singapore.

Note:the related link:-
http://www.youtube.com/watch?v=eHna0tP4_NY
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10202763557723708&set=a.1107341657414.16594.1642988968&type=1&theater

They also smartly manipulated the ICT facility in giving bad impression against Malays and UMNO i.e. the Malay ruling party, as to have discriminated and oppressed Chinese in Malaysia so that they’ll be favoured by foreign entities, as well as giving rise to a very bad impression against Malays and UMNO as being so corrupt and tyrant especially to minority Chinese , and this has been done by their, the so-called Red Bean Army and their malicious works could be seen in http://www.malaysiakini.com, http://malaysia.yahoo.com, http://malaysia.msn.com, http://www.themalaysianinsider.com, etc.


Besides, some Malaysian Chinese traders had also adopted Malay and Islamic names for their products in order to get more buyers from Malay and Moslem community, though they despised and insulted Malays continuously and terribly.



Malaysian Chinese had also been smartly misleading Malays so that Malays would not be united but keep hating, fighting and quarrelling with/against each other over whatever potential issues so that Malays would be divided and less strong and therefore Chinese may easily dominate them. As a result, their typical leaders were caught in the photo where they joyously got drunk after they successfully manipulated and undermined Malays.



The latest example could be seen where the opposition’s medias which are controlled by theses chauvinistic Chinese political party’ depicted that the former Prime Minister of Malaysia i.e. Dr. Mahathir had confronted and disliked a promising and brilliant Malays’ young political leader i.e. Khairy Jamaludin. This is in order to kill this young and brilliant political leader’s career as what they did to Anwar lbrahim where they disclosed Anwar’s abnormal sexual activities to Mahathir. Ironically, after Anwar was sacked by Mahathir, they adopted him to be the opposition pact political leader.



Chinese had also been acquiring Malays’ land and developed it into posh and expensive residential and/or commercial areas where most Malays could not afford to purchase them so that Malays would be further divided and marginalized, thus Chinese would be more dominant in almost all Malaysian’s cities and towns.


Their latest effort has been that they attempted to close down several Malay vocational training centers known as Pusat Giat Mara in a state where this chauvinistic Chinese political party has been dominant i.e. Selangor where they tried to repossess the site land, to be developed in favour of these chauvinistic Chinese. One of these chauvinistic Chinese top leader even insisted that he would keep on trying to eliminate and abolish all entities and establishments run by MARA i.e. a Malaysian Government entity whose main duty has been to look after and improvise Malay from being further marginalized.


Their justification and arguments had been that, the said Malay vocational training centers, and other entities & establishments, were meant only for Malays. The matter of fact Malays never complaint against any Chinese-centric establishments like Genting Casino, gambling & gaming activities like Toto & 4D forecast, pig farming and slaughter houses, massage parlors, liquor and non-halal restaurants, Chinese temples & shrines where they worship the spirit so that they could be given jackpot winning 4D forecast, Chinese schools, college and universities where Chinese had been dominant, etc. Although, arguably there had been some Malays in some of those establishments, but Chinese had been dominant and Malays had only become less important passengers.


In another state where these chauvinistic Chinese had been dominant i.e. Penang, they also take the similar approach. Malays here had been oppressed and further marginalized, where tens of Malays’ traditional villages had been demolished in favour of luxury and expensive housing projects where most Malays could not afford to buy them. Similarly to Malay hawker operators where their business stalls had been demolished for no good reasons whereby the nearby Chinese’s stalls had been sustained. This is despite the fact those Malays mostly, had been die hard and hard core supporters of the opposition parties where the political party of these chauvinistic Chinese had won the general election in that state, by virtue of the strong and substantial support from them.


Ironically further, those die hard and hard core Malay supporters of the opposition pact, still defend that the demolition was justified. For what reasons? You have to ask them personally and they will give you funny answers…


They had also manipulated Malay’s opposition leaders and language activists to run demonstrations, protesting against the usage of English for teaching mathematic and science in primary and secondary schools. This has been by virtue of the fact that Malays’ accomplishment and competency in academic, as well as the command of English, had increased as such. Apparently this is due to better command of English after some years of learning mathematic and science in English, and obviuously these chauvinistic Chinese had been very unhappy with this.


Similarly, they would never acknowledge and accept whatever Malays’ numerous accomplishments and merit on anything and many things, as well as they even keep on labeling Malays as lazy people, but on the hand, insisting and boasting that they are the champion of meritocracy in almost all aspects. Nevertheless, in many instances they had been fake champions as such. For example, in the institutions of higher learning, Chinese lecturers tend to favour Chinese students by being lenient in marking examination papers as well as giving them illegal tips during examination.


Therefore, these Chinese students can easily get flying colours in the examination result, where subsequently they can also easily get exemption to repay the study loan, as well as they will also be highly competitive in the job market. Whereas on the other hand, the Chinese lecturers will be very strict against Malay students and will severely penalize and fail them for any potential and possible mistakes, flaws and errors. Thus, these unfortunate Malay students will be unlikely to get exemption from repaying the study loan as well as they will be less competitive in the job market.


This is in order to really give rise to an impression that Malays are really stupid, lazy, incapable, unprogressive, etc., so that Chinese will be perceived to be more capable to take over and to run Malaysia. The matter of fact it would be such very good and exciting news if they could really establish and give rise to a profound impression that Malays had been really lazy, stupid, poor, dormant, ignorant and very weak. Conversely, it will become a disaster and very-very bad and sad news to them if they come across and realize that Malays are actually hardworking, or in some instances are more hard-working, much smarter, more brilliant, more pro-active, a little or much richer, more resilient, etc.


Similarly as well, even those lecturers of lndian origin such as from Punjab and from Southern lndia, quite a number of them have also adopted the similar adverse approach against Malay students. Nevertheless, some lndian and English senior and experienced professors with high integrity had been genuinely good and fair to Malay students. Quite unfortunate and quite sad as well, quite a number of Malay lecturers had even been very arrogant and very hostile against Malay students themselves, where they treated and regard Malay students adversely. This has been in contrary to Chinese lecturers whom had been favourable to Chinese students, but biased against most Malay students.


To make things worse, in many occasions, even the other fellow Malays had been unhappy with the success and the accoplishments of the other fellow Malays. In many instances, they could even collaborate with non-Malays to fail and to sabotage the other fellow Malays’ endeavours from accomplishing excellence and success. Otherwise, these typical jealous and malicious Malays could not sleep soundly and live comfortably.


Now, these chauvinistic Chinese are really desperate to eliminate the centuries old Monarchy system in Malaysia as well. The very reasons have been; all Kings had been Malays up to date and Malays had been strongly associatated with the Monarchy. Maybe we should appoint a Chinese King, then only they may like the Monarchy. Nevertheless, if ever we appoint a Chinese King, they would want more Chinese Kings to be appointed, and higly probably they also would want those Chinese Kings must replace all Malay Kings.


This seems justified than even Australia keeps sending these Chinese immigrants in that country back to China i.e. their own very homeland:-



WAJIB BACA!! PERANCANGAN KAUM CINA (DAP, MCA, GERAKAN) TAWAN MALAYSIA DIDEDAHKAN!!!


Rencana ini adalah diterbitkan oleh sebuah majalah di London. Ditulis di dalam bahasa mandarin dan telah dialihbahasa oleh pelajar melayu yang belajar di sana. Rencana ini telah disebarkan sekitar tahun 2006 dan kebenarannya telah terbukti.


TAJUK: 'BERSATULAH KAUM CINA'


Kita semua kaum Cina di mana sahaja kita berada mestilah berbangga dengan bangsa kita; samada Cina Amerika, Cina Singapura, Cina Taiwan dan Cina Malaysia. Kita mestilah mengekalkan identiti kita. Di Malaysia, kita mesti memberitahu anak-anak kita dan mengajar mereka cara-cara perjalanan halus.


Setakat ini oleh kerana kedudukan kita, kita tiada pilihan untuk memilih kerajaan yang majoritinya dikuasai oleh orang Melayu. Tetapi kita sedar di bidang perniagaan dan perindustrian, orang Melayu tidak ada melainkan mengekalkan bangsa kita (Cina) sebagai unsur utama meninggikan ekonomi Malaysia dengan meletakkan keutamaan Bahasa Mandarin atau Kantonis di dalam akhbar tempatan sebagai syarat penerimaan atau syarat kelayakan perlu. Maka orang-orang Melayu tentunya terpinggir dari bidang pekerjaan tersebut.


Jadi kita mengambil kesempatan ini atas kedudukan kita dan meminta hak-hak politik. Orang-orang kita yang bergiat di bidang pelajaran hendaklah pastikan bahawa generasi yang akan datang tidak akan diajar segala pengorbanan orang Melayu, terutama sekali dalam pelajaran sejarah, Ilmu Alam dan lain-lain mata pelajaran, baikpun di sekolah rendah mahupun di sekolah menengah.


Kita mesti mengajar anak-anak dan anak orang Melayu supaya mempunyai pendirian bahawa kejayaan itu bergantung semata-mata atas kebolehan. Untuk tujuan ini kerajaan Singapura yang kita harus banggakan kerana telah berjaya memecah-belahkan orang-orang Melayu dengan cara membahagikan mereka kepada banyak puak seperti Banjar, Acheh, Bugis, Mandaling, Boyan dan lain-lain.

Dari kesannya jiwa Rancangan ini, orang Melayu yang dulunya merupakan 19% daripada penduduk Singapura, sekarang hanya tinggal 10% sahaja. Sekarang mereka tiada pilihan melainkan memuji kerajaan Singapura kerana memberi mereka satu kestabilan, keadilan dan harapan untuk masa depan iaitu mana-mana bentuk yang kerajaan suka dan fikirkan, pasti mereka terima, sebabnya orang Melayu di sanatiada mempunyai suara lagi dan mereka akan tetap menemui kegagalan.

Sebagai orang Cina tulin, saya juga berbangga dengan cara yang dilakukan oleh En. Lim Chong Eu di Pulau Pinang untuk memecah-belahkan orang-orang Melayu di sana. Beliau telah berjaya mengambil tanah-tanah orang-orang Melayu dan memajukannya sebagai kawasan perumahan dan perindustrian. Oleh kerana harga rumah-rumah itu terlalu tinggi bagi orang Melayu, mereka tiada keupayaan langsung untuk memiliki rumah-rumah tersebut. Polisi ini tidak sahaja harus dilakukan di Pulau Pinang, tetapi juga di lain-lain tempat selain bandar-bandar besar seperti Ipoh, Kuala Lumpur, Seremban, Melaka, Johor Bahru dan Kuantan. Kita orang Cina harus mara ke Alor Setar, Kangar, Kota Bharu dan Kuala Terengganu.

Tujuan kita ialah untuk menguasai segala kegiatan perdagangan yang berkaitan dengan bahan makanan, enjin, bank-bank serta pertanian. Alasan yang munasabah perlu dicari dan dikemukakan kepada kerajaan untuk menaikkan harga barang-barang keperluan harian. Inilah yang kita akan terus gunakan untuk mendapatkan kekuasaan politik di Malaysia. Oleh kerana kita telah kukuh di bidang Antarabangsa, kita mesti menganggap bahawa saluran penyebaran am yang ada pada kita. Setakat ini, dunia menganggap bahawa kerajaan Malaysia sekarang adalah anti Cina dan Pro-Melayu dan juga kita orang Cina ditindas. Orang Cina tersingkir dari kebanyakan peluang, itulah anggapan mereka. Juga bahawa kepakaran dan titik peluh kita telah tidak diberi dan mendapat ganjaran yang sepatutnya. Walau bagaimanapun, kebelakangan ini terdapat langkah-langkah yang diambil oleh elit-elit Melayu untuk mengubah gambaran ini dan menyuarakan apa yang sebenarnya berlaku.


The Mahadi3 July 2013 03:47

Kita sebaliknya mematahkan langkah-langkah itu sebelum ianya berjaya dilaksanakan. Dalam bidang politik, orang-orang Cina haruslah bergembira dengan perpecahan demi perpecahan terlibat di kalangan orang-orang Melayu dengan keluarnya Pas dari Barisan Nasional, keluarnya ahli UMNO ke parti KeAdilan dan semakin perpecahan itu menguntungkan kita.


Saya sebagai orang Cina, sangatlah bergembira untuk memberitahu anda bahawa salah satu sebab penyingkiran itu adalah jarum dan tindak-tanduk teman-teman kita Gerakan dan MCA di dalam Barisan Nasional dan DAP dari luar. Sekarang tibalah masanya untuk kita menanam perasaan benci di kalangan orang-orang Melayu terhadap pemimpin mereka. Kalau kita bijak menjalankan operasi kita, kita akan berjaya mengasingkan Perdana Menteri sekarang ini yang terlalu jujur menjadi seorang Ahli politik. Kalau kita orang-orang Cina bersatu, kita berjaya memecah-belahkan Dato' Sri Dr. Mahathir Mohamed dengan Dato' Sri Anwar Ibrahim, kumpulan Abdullah Ahmad Badawi dengan Kumpulan Najib Tun Razak.


Apabila British meninggalkan Malaysia, pemerintahan adalah di tangan beberapa orang Melayu pilihan. Kita ketahui bahawa pemimpin-pemimpin Melayu ini kiranya disukai oleh orang Melayu sendiri. Pada keseluruhannya, mereka adalah orang-orang miskin tetapi bernafsu besar. Kita berkeupayaan memberikan apa yang mereka mahu. Kita akan terus mendapat apa yang kita kehendaki dari mereka. Kemudian sesudah kita memberi mereka secukupnya, kita akan mendedahkan mereka ini. Kita akan meminta mereka supaya dilucutkan daripada jawatan-jawatan mereka. Kita tidak akan rugi apa-apa dengan pemecahan itu, malah menguntungkan orang-orang Cina. Pekerjaan ini mesti dijalankan dengan licin, supaya intelek-intelek Melayu tidak akan menyedarinya.Setakat ini kawan-kawan kita di bidang perniagaan telah berjaya mengenepikan Dr Mahathir, Dr Abdul Rahman Yaakob dan semua pelampau-pelampau dalam UMNO termasuk juga sector kerajaan.


Kita orang-orang Cina harus bangga kerana orang-orang Melayu yang menerima rasuah ini telah diletakkan di badan-badan berkanun. Di UDA kita telah mendapat keuntungan yang banyak walaupun orang kita nombor dua di situ. Mereka yang tidak mempunyai pandangan yang kuat akan terus sanggup menjual orang-orang dari bangsanya sendiri, kiranya mereka diberi apa yang mereka kehendaki dan kita pula hendaklah menggunakan kelemahan mereka ini untuk kepentingan diri kita.

Kita akan gagalkan mereka dengan Tentera Darat, Laut dan Udara. Kita akan terus gagalkan mereka dalam polis. Kita telah buktikan bahawa tanpa kita orang-orang Cina, mereka tidak akan mendapat apa-apa maklumat berkenaan dengan kegiatan Komunis. Kita juga perlu bekerjasama dengan pergerakan di bawah tanah kerana tujuan kita adalah sama iaitu menguasai Malaysia.


Kepada kita, caranya tidak lain sama ada menerusi politik atau perjuangan bersenjata. Satu perkara lagi yang patut kita gunakan adalah kebencian yang ada pada orang-orang Melayu dengan Sultan-Sultan mereka. Kita mesti menguatkan lagi kebencian ini supaya apabila orang-orang Melayu tidak mempunyai kepercayaan terhadap Sultan-Sultan mereka, mereka akan hilang suatu simbol perpaduan dan kita dengan mudah sahaja dapat membawa mereka kepada kemusnahan mereka sendiri.


Untuk membuktikan apa yang saya katakan, sebagai seorang Cina, kita tahu kerajaan Malaysia sekarang lemah. Kelemahan ini terbukti dengan kegagalan mengawal harga barang-barang keperluan. Kita boleh menurun mana-mana cukai dengan menurunnya harga buah oren menjelang Tahun Baru Cina, tetapi kerajaan tidak berbuat demikian apabila tiba Hari Raya orang-orang Melayu kerana saya tidak pernah ingat harga buah Kurma diturunkan menjelang Hari Raya.


Pemimpin-pemimpin Melayu bertujuan untuk menolong orang-orang melayu dalam rancangan Malaysia ke-7. Kita orang-orang Cina harus menunjukkan sokongan kita terhadap rancangan ini kerana kita tahu mereka tidak akan mencapai matlamatnya. Di sebaliknya, apabila mereka hendak memajukan rancangan Felda, kita orang-orang Cina akan mendapat keuntungan melalui pembinaan jalan, pembinaan bangunan, pembinaan rumah-rumah, parit, pemotongan pokok, penyediaan tanah dan lain-lain.


Segala bentuk pembangunan akan membawa keuntungan kepada orang-orang Cina, yang juga bermakna kejayaan serta kekayaan orang-orang Cina akan bertambah. Sekarang ini saya percaya, orang-orang Cina sudahpun memegang 60% daripada kekayaan negeri ini termasuklah tanah. Sebaliknya orang-orang Melayu hanya memegang 3% berbanding 4% kepunyaan asing.


Kita tidak boleh berpuas hati. Kita orang Cina hendaklah mendapatkan kekayaan orang-orang asing ini sebelum ianya jatuh ke tangan orang-orang Melayu. Taktik kita memberi saham kosong kepada orang-orang Melayu hendaklah disambung terus kepada orang-orang Melayu ini dan akan mengenepikan orang-orang Melayu lain daripada memasuki bidang kewangan terutamanya sebagai akauntan.


Di bidang pelajaran kita mesti mewujudkan Universiti Merdeka secepat mungkin. Kita mesti terus menghantar beribu-ribu anak-anak kita ke Hong Kong, Taiwan , Amerika atau di mana-mana di dunia ini. Apabila mereka pulang kita akan memasukkan mereka di sektor-sektor Swasta yang mengandungi 80% daripada peluang pekerjaan. Oleh kerana keadaan ini, kerajaan sekarang ini yang pro-Melayu tidak akan berjaya menguasai keadaan pasaran. Petani-petani yang terdiri dari 75% orang-orang Melayu terus tidak bertanah. Nelayan akan tetap miskin oleh kerana pegawai-pegawai kerajaan mereka sendiri sudah tidak boleh dipercayai lagi.


Orang Cina harus menolong untuk memusnahkan segelintir pegawai-pegawai Melayu yang dedikasi dengan membawa mereka ke golongan kita. Kita dengan demikian diharapkan akan membuat mereka gagal dalam tujuan asal mereka. Ini kita pastikan lakukan dengan usaha bersama antara sektor swasta atau kerajaan.


Beberapa di kalangan Cina mungkin bertanya sama ada boleh atau tidak mengambil alih negara ini dengan pasukan tentera. Saya menjawab, mereka hanya general-general bodoh. Lihatlah sahaja kelulusan mereka dan pengalaman mereka dan lihat pula apa yang berlaku di Indonesia. Di Indonesia mereka semua boleh dibeli. Jadi, setelah kita memegang kuasa politik, kita boleh ketepikan pasukan tentera ini.


Kita orang-orang Cina mempunyai kebolehan untuk bermuka manis dan dipercayai oleh orang-orang Melayu dan kita harus memainkan peranan kita dengan baik. Kita akan terus bermanis muka dengan berkawan bersama mereka kerana waktu ini kita belum boleh menunjukkan niat dan belang kita yang sebenar.

Contoh yang paling konkrit kita mengalami kekalahan teruk dalam atasan dan saya tahu apa yang ada di dalam otak mereka dan apa yang difikirkan. Pada keseluruhannya, pemimpin-pemimpin sekarang sedang takut menemui pengundi mereka.

Kita mesti mengumpulkan tenaga dan usaha mematahkan mereka dengan cara perlahan-lahan. Pada masa yang sama juga kita mesti perkuatkan dan mengapi-apikan risauan kesangsian orang-orang Melayu terhadap pemimpin-pemimpin mereka. Ini kerana terlalu jelas ketidakstabilan dan kemiskinan masyarakatnya. Akhirnya diharapkan mereka ini tidak akan berminat untuk mengundi dan membiarkan takdir yang menentukannya.

Kita akan membuat penentuan ke atas mereka dan masa depan mereka kerana orang-orang Cina akan menjadi pemimpin-pemimpin mereka itu.
Oleh Dr. Ng. Seng


p/s: Perkara inilah yang merisaukan aku sebenarnya. Perpecahan antara bangsa Melayu itu sendiri. Bersatulah Melayu! Jangan kerana gilakan kuasa hingga Tanah Melayu tergadai!!!!

Shaiful Yazan:

Dato Paduka Mukhriz Mahathir, Alang Pelikat, Izan Yahaya, Latifah Mahfodz, Datuk Zubir, Dato Ramli Wata II, Dato'Seri Zaienal, Seseline Sahar, Puteri Avon, Perkasa Kota Damansara,

Juga, sila baca artikel berikut:-

Boikot Barangan Cina DAP

Sebab mengapa Cina seluruh Malaysia mengundi DAP pada PRU13 yang lalu.


1.PRU13 telah pun berakhir. Hasilnya adalah jelas. BN telah menang dan DAP perlu menerima keputusan walaupun DAP sudah tentu enggan mengakui kekalahan itu. Anwar Ibrahim telah membuat satu strategi untuk DAP supaya dia nampak seperti ikon dan penyelamat pada bangsa Cina. Anwar Ibrahim adalah seorang yang sangat licik, yang akan melakukan apa sahaja untuk mencapai matlamatnya untuk menjadi Perdana Menteri Malaysia.

2.Satu kesan daripada PRU13 kali ini adalah dikenali sebagai 'Tsunami Cina' dan ianya adalah perkara yang benar. Berdasarkan statistik keputusan PRU13 menunjukkan kaum cina di seluruh Malaysia telah memilih DAP secara mutlak. Orang cina di Malaysia yang masih menyokong BN hanyalah sebanyak 3% sahaja dari undi Cina. Mengapa orang Cina Malaysia memberikan undi besar kepada DAP? Ini adalah kerana beberapa sebab utama iaitu:

3.Kaum Cina percaya dengan penuh yakin bahawa mereka boleh "Ubah" atau tukar kerajaan yang ada sekarang iaitu di bawah pimpinan UMNO melalui Barisan Nasional selama lebih dari 5 dekad. Kaum cina fikir mereka mendapat sokongan sepenuhnya daripada majoriti orang Melayu. Kaum cina percaya dengan adanya sokongan PAS iaitu parti yang diterajui oleh Melayu mampu mendapat berjuta-juta penyokong Melayu yang ditambah dari sokongan PKR, dimana terdapat juga sebahagian besar orang Melayu. Jadi 97% kaum cina di seluruh Malaysia ini telah yakin 100% bahawa mereka pasti berjaya menguasai Putrajaya.

4.Orang cina fikir semua orang termasuk orang Melayu telah termakan dan bersama-sama menyahut slogan atau konsep "UBAH" mereka. Kebanyakkan orang cina telah mempromosi "UBAH" hampir kepada semua orang Melayu terutama di negeri milik mereka iaitu diSelangor dan Pulau Pinang, jadi dengan ini keyakinan ini, 97% orang cina seluruh Malaysia telah percaya mereka pasti dapat menumbangkan kerajaan Melayu yang sedia ada.

5.Keadaan DAP yang riuh rendah telah menjadikan sukar bagi mereka untuk melihat penyokong Barisan Nasional yakni UMNO bersuara dalam pilihan raya yang lepas. Kerana kebanyakan orang Melayu yang mengundi UMNO lebih banyak memilih sikap berdiam diri daripada meniru corak sokongan DAP yang huru hara. Atas dasar penyokong BN yang tidak aktif dan suka berdiam diri, orang Cina telah yakin akan dapat menundukkan semua negeri jajahan BN. Tetapi 'over confident' orang cina telah bertukar menjadi sebaliknya kerana majoriti orang Melayu sebenarnya lebih banyak memerhatikan ideologi dan methodologi komunis moden didalam DAP.

6.Orang Melayu dan Bumiputera yang lain sebenarnya tidak termakan dengan slogan dan konsep "UBAH" . Memang orang cina Malaysia boleh melakukan perubahan, tetapi bukan dengan cara Malaysian Spring. Kerana apa? Kerana walau apa pun "UBAH" atau Malaysian Spring yang mahu dibuat, ianya perlulah mendapat sokongan dan persetujuan orang Melayu. Inilah yang orang cina lupa bahawa tanpa persetujuan tuan tanah mereka sebenarnya tidak boleh membuat apa apa perubahan. Akhirnya slogan "INI KALILAH!" telah terkubur dan tidak menjadi kenyataan DAP.

7.Orang Cina di seluruh Malaysia sebenarnya telah terpengaruh dengan berita yang mereka sendiri cipta dan komuniti bangsa mereka sendiri yang menyokongnya ciptaan mereka itu, melalui media alternatif seperti Facebook, Twitter, Blog dan Instagram. Kebodohan orang cina Malaysia jelas dalam mempromosikan "UBAH" dan dakyah-dakyah mereka sebenarnya tertumpu dalam bahasa Mandarin yang disebar meluas di peringkat Facebook. Mereka tidak tahu bahawa sikap perkauman berkomunikasi dalam bahasa Mandarin sahaja akhirnya memakan diri. Dalam masa yang sama mereka merasakan dengan sokongan kuat orang cina di seluruh Malaysia sebanyak 97% ditambah dengan rakan partinya dari PAS pasti dapat enjatuhkan kepimpinan kerajaan melayu Barisan Nasional.

8.Kaum cina juga terperangkap dengan kaedah jahat Red Bean Army mereka sendiri, iaitu jika ternampak mana-mana user yang menyokong BN mahupun UMNO, Red Bean Army ini akan bertubi-tubi maki kepada orang Melayu yang menyokong Barisan Nasional ini. Ini telah menjadikan satu suasana takut kepada penyokong Barisan Nasional di media alam maya, lalu penyokong Barisan Nasional ini telah mengambil keputusan untuk menjadi pengundi senyap dan lebih menjadi pemerhati kepada parti yang berideologi komunis moden ini.

9.Satu bukti hasil RBA adalah Michelle Yeoh telah benar-benar dihancurkan oleh penyokong-penyokong cina DAP. Michelle Yeoh telah disasarkan tanpa belas kasihan kerana beliau menyokong kempipinan kerajaan Melayu Barisan Nasional. Dan barisan askar siber Barisan Nasional telah benar-benar kalah dalam peperangan siber ini, banyak diantara sebabnya adalah kerana kurang agresif dan serangan dari pihak Barisan Nasional yang lebih memainkan taktik bertahan dan menjawab tuduhan sahaja. Tentera-tentera siber DAP pula majoritinya adalah dikalangan orang muda yang berumur dari 21tahun - 30tahun berbanding tentera-tentera siber Barisan Nasional yang dikatakan banyak tentera tua.

10.Dan yang paling buruk adalah Tentera Siber BN telah membuka satu ruang yang sangat besar kepada Tentera Siber DAP kerana cybertrooper BN lebih kelihatan kepada beberapa kumpulan dan tidak teratur dalam bersatu dan memainkan isu. Kebanyakan mereka hanya tidak dapat menjawab tuduhan, dan jika mereka sempat menjawab sekalipun, cybertrooper BN masih tetap tidak sempat menyerang. Mana-mana cybertrooper BN yang menentang konsep "Ubah" akan ditembak mati dalam peperangan siber ini.

11.Dalam keasyikkan orang cina memerangi dan menindas orang Melayu di dunia siber pada PRU13 yang lalu. Orang cina sebenarnya terlupa bahawa media tradisional juga memainkan peranan yang penting sebagai veteran atau orang Melayu luar bandar yang tinggal di kawasan luar bandar seperti Sabah dan Sarawak yang kurang mempunyai akses internet kecuali dibandar bandar utama mereka sahaja. Bumiputera Sabah dan Sarawak tidak termakan dengan konsep mereka kerana mereka tidak percaya "Ubah" orang cina dapat membawa perubahan yang baik pada mereka. Ini kerana bumiputera Sabah dan Sarawak lebih mengetahui selok belok penipuan bangsa cina dan disebabkan itu keputusan pilihan raya secara jelas menampakkan sokongan melayu dan bumpitera telah bertambah walaupun ada pengurangan kerusi dari orang cina.

12.Orang Cina juga telah mengambil ideologi Anwar Ibrahim. Anwar Ibrahim adalah seorang yang menakjubkkan dimata orang cina Malaysia. Tetapi orang Melayu yang sudah lama dalam perjuangan bangsa ini dan ini membuatkan orang melayu lebih kenal siapa itu Anwar Ibrahim yang sebenar. Ini boleh dikatakan "hanya jauhari mengenal manikam", yakni orang Melayu itu sendiri lebih mengenal Anwar Ibrahim. Pada kalangan kaum Cina, Anwar Ibrahim telah menggembirakan kaum Cina dengan janji-janji manis dan impian bulan dan bintang kepada orang cina dalam berkaitan janji menghapuskan hak istimewa Melayu, dimana orang cina telah lama impikan sejak tahun merdeka 1957.

13.Anwar Ibrahim telah menjanjikan kepada kaum cina hak-hak yang sama rata dalam manifesto nya. Tidak terlupa juga kaum India dijanjikan bulan dan bintang sehingga mendapat gelaran agung "Mr.Mansuh" yang akan memansuhkan segala pembayaran yang ada. Anwar Ibrahim rancak memainkan loghat-loghat bahasa negeri lain, baik loghat cina dan india untuk mendapat sokongan dari segenap kaum. Orang Cina terutamanya telah dibeli oleh Anwar Ibrahim dengan janji-janji kosong. Kenapa orang cina boleh termakan janji-janji ini? Kerana orang cina telah bosan dengan hidangan yang diberikan oleh Barisan Nasional. Mereka merasakan ada satu halangan yang dinamakan "hak melayu, hak bumiputera, tuan tanah" dan sebagainya. Kaum cina terlupa bahawa kawalan ekonomi mereka sebanyak 85% adalah berasal dari sokongan padu orang Melayu yang tidak pernah memilih bulu dalam pembelian barang cina atau Melayu.

14.Orang Cina juga telah termakan dengan hasutan DAP iaitu orang Melayu telah mendapat segala-galanya dan kaum Cina sebenarnya tidak mempunyai apa-apa. DAP berjaya mewujudkan sentimen kebencian terhadap orang Melayu dan UMNO. Orang Cina telah di "brain washed" bahawa kaum Cina yang membayar cukai ini sebenarnya tidak di layan dengan adil. Orang Melayu yang ada didalam PAS dan juga PKR telah dibuat untuk mempercayai bahawa orang Cina Malaysia sebenarnya tidak pernah mendapat apa-apa bantuan daripada kerajaan sejak merdeka 1957.

15.Bagi orang muda Cina pula sebenarnya telah didoktrinkan oleh ibu bapa, guru serta pensyarah Cina dimana mereka selalu berkata bahawa orang Melayu adalah bodoh dan orang Cina adalah terpintar daripada mana-mana bangsa yang ada didalam dunia. Tetapi orang cina telah menjadi bodoh dan kurang adab kerana adanya UMNO, semuanya adalah berpunca daripada UMNO sejak merdeka 1957 lagi. Itulah apa yang ibu bapa,guru serta pensyarah mereka telah terapkan setiap hari di minda anak muda Cina ini.

16.Dato' Sri Najib telah dihina sejak 5 tahun lepas dan ini sangat menarik perhatian orang Cina. Orang cina telah secara terang memberi isyarat yang sangat jelas bahawa 97% tidak akan menyokong kempimpinan Najib Razak iaitu dari parti BN. Orang cina telah memberi gelaran kepadanya iaitu Ah jib Gor sebagai satu gelaran untuk memperkecilkan kemampuan Najib Razak. Tetapi penasihat-penasihat di sisi Najib Razak tetap melaporkan benda yang berlainan, dimana penasihat ini juga telah berkomplot untuk memainkan peranan menjatuh kan kerajaan Melayu Barisan Nasional. Manusia mampu merancang, tapi Allah yang menentukkannya. Barisan Nasional tetap ampuh kuat kerana sokongan orang Melayu.

17.Bagi admin, kerajaan hari ini perlu memaklumkan secara jelas kepada 97% pengundi cina ini bahawa slongan dan konsep "Ubah" ini tidak akan berfungsi tanpa sokongan dan persetujuan dari orang Melayu. Tindakan afirmatif bukan sahaja perlu diteruskan tetapi perlu dipercepatkan. Melayu dan Bumiputera perlu dibantu. Golongan cina perlu dibiarkan secara total untuk diberi pengajaran dan kesedaran. Jika kerajaan tidak membela nasib orang Melayu dan Bumiputera, BN pasti akan ditumbangkan oleh orang Melayu sendiri pada PRU14. Orang Cina juga perlu diberitahu bahawa konsep "UBAH" hanya boleh dilakukan secara cepat jika orang Melayu dapat memegang ekonomi secara kukuh. Ramai orang Melayu masih merasakan DAP tidak akan dapat membantu mereka, malah akan terus menekan seperti komunis moden bintang tiga. PM admin di Inbox page untuk senarai penuh barangan cina DAP dan Melayu

-KETUA PENGAKAP FF-

Juga sila baca artikel berikut:-

UNDI PADAH..!!! Padan Muka Orang Melayu Yang Percaya DAP...

Tan Kok Wai-Parlimen DAP Cheras hasil pilihan melayu Cheras telah merampas serta menutup perniagaan Melayu yang hanya berniaga steambot, air tin, apam balik dan banyak lagi stall kecil milik Melayu.

Slogan yang orang Melayu Cheras selalu laungkan iaitu:

"Ini kalilah!"
"kita Tukar!"
"kita Ubah!"

telah bertukar sebaliknya diluar jangkaan mereka. Sehingga ada diantara peniaga Melayu Cheras yang telah mengundi Cina DAP telah makan hati dan terkejut atas tindakan DBKL yang diarahkan oleh Tan Kok Wai itu. Begitulah keadaan peniaga dan penduduk Melayu Cheras yang telah memilih cina DAP sebagai wakil rakyat mereka.

Penduduk Melayu Cheras yang sering memberitahu kepada umum bahawa "kita harus bagi peluang kepada pembangkang memerintah selama 5 tahun dahulu. nanti jika tidak suka, kita ubah kembali, 5 tahun tidak lama pun" telah menjadi trauma akan keadaan yang baru melanda di Downtown Cheras baru baru. Periuk Nasi mereka yang sebelum ini tidak pernah menjadi halangan, dan ini perkara pertama terjadi setelah bertahun-tahun berniaga di tepi jalan Downtown Cheras.

Ini sudah kali ketiga tempat berniaga orang Melayu dirampas serta diserang selepas PRU13.Tempat pertama(1) adalah hasil pilihan Melayu Penang iaitu di Uptown Bandar Perda diatas arahan DAP Lim Guan Eng

Tempat kedua(2) adalah hasil pilihan Melayu Kajang, iaitu di Bazar Ramadhan Reko Sentral Kajang, Tapak depan Econsave. Hasil pilihan Melayu Kajang yang mengundi PKR Lee Chin Cheh. Juga penutupan tapak itu atas arahan Exco Selangor DAP:
-DAP:Teng Chang Kim
-DAP:Fan Yong Hian Wah
-DAP:Hannah Yeoh

Tempat ketiga(3) sekarang adalah hasil pilihan Melayu Cheras iaitu di Downtown Cheras, hasil pilihan Melayu yang mengundi DAP Tan Kok Wai yang telah merampas kesemua stall peniaga Melayu ditepi jalan Downtown Cheras yang sebelum ini tidak pernah menjadi masalah kepada orang Melayu untuk berniaga kerana umum semua orang tahu sejak dibuka lagi kawasan itu memang tempat pencarian wang bagi orang Melayu dan sesak itu adalah perkara normal.

DBKL yang merampas stall-stall ini tidak boleh berbuat apa-apa, kerana mereka berkata, mereka hanya menjalankan tugas dari pihak atasan, yakni dari arahan Tan Kok Wai DAP. Tan Kok Wai hanya memaklumkan dimana rampasan ini hanya bertujuan untuk menambah baikkan kawasan Cheras dan strategi untuk menolong perniaga sahaja. Kedengaran DAP mahu membuat beberapa pindaan dan perubahan dengan penutupan di peniaga kawasan Melayu Kelantan pula selepas ini. Tujuan pindaan dan perubahan tersebyt akan datang kepada Kelantan bertujuan untuk memajukan negeri dengan strategi yang berlainan dari PAS. DAP menasihatkan supaya PAS Kelantan akur sahaja apa apa tindakan DAP yang mahu dibuat di Kelantan, diatas semangat setiakawan.

Cheras antara tempat paling terbesar yang subur dengan kedai mesin slot judi kuda dan pelacur dibawah jagaan DAP.
Juga baca artikel berikut dan rujuk photo pemimpin-pemimpin DAP minum arak:-

Saturday, 5 October 2013 PAS WAJIB TANGGUNG DOSA INI !!! KETIKA orang kampung yang juga rakyat sekitar kawasan Sekinchan mengalami musibah dahsyat hingga merosakkan rumah kediaman, ketika wakil rakyat dari BN menziarahi dan membari bantuan segera kepada rakyat, ADUN Sekinchan, Ng Suee Lim pula asyik leka dengan aktiviti beliau, berseronok dan mabuk-mabuk.

Itulah sikap sebenar wakil rakyat pakatan yang sudah lupa tanggungjawab setelah mendapat mandat dari rakyat. Selain berdemo, hanya aktiviti inilah yang ada masa untuk wakil rakyat dari pakatan. Ingat lagi semasa insiden Celeng Sekinchan ini melanggar seorang pelajar UiTM di Shah Alam pada lewat malam kerana mabuk. Dia menegaskan yang dia tidak mabuk semasa kemalangan itu berlaku.

Maka dipetiknya nama Dr. Khir Toyo sebagai kawan baik ketika itu Selangor masih lagi dibawah BN bagi melepaskan diri dari ditahan polis. Malang bagi rakyat kawasan Sekinchan yang punyai wakil rakyat dari DAP yang lupa diri dan lupa tanggungjawab selepas menang besar dengan sokongan Cina lahanat. Atau boleh kita ambil kesimpulan bahawa kesusahan orang Melayu langsung tidak dihiraukan kerana sibuk menjaga kepentingan Cinabeng. Adakah begitu??? hoho

Juga baca laporan berikut:-

Orang Cina kena halau dari Australia...... Mujurlah kita di Malaysia ini tak buat seperti itu walaupun kita dikhianati Cina Chauvenist pada PRU13 lalu.

Please also read this report:-

Tuntutan COMANGO Tidak Bahaya – Nurul Izzah Hari ini sekumpulan NGO yang bernaung di bawah Gabungan NGO Hak Asasi Manusia (COMANGO) akan membentangkan laporan berkaitan hak asasi manusia di Malaysia kepada Majlis Hak Asasi Manusia (HRC) Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu (PBB) yang bertempat di Geneva.

Laporan oleh COMANGO itu antaranya menuntut PBB mendesak Kerajaan Malaysia supaya menandatangani dan patuh pada Perkara 18 International Covenant on Civil & Political Rights (ICCPR) yang menjamin hak untuk bebas beragama termasuklah dikalangan orang Islam.

Dengan demikian sebarang kekangan undang-undang atau Perlembagaan yang sebelum ini menghalang penyebaran agama lain kepada umat Islam tidak lagi boleh dilaksanakan sekaligus menghalalkan usaha-usaha memurtadkan umat Islam di negara ini.

Dalam laporan itu juga COMANGO memperjuangkan nasib LGBT dan menuntut kumpulan seks songsang itu diberi layanan dan hak sama rata setaraf dengan yang lain tanpa halangan dari sudut undang-undang ataupun agama. Mereka juga menuntut Kerajaan Malaysia patuh pada Prinsip-prinsip Yogjakarta 2006 yang menjamin kebebasan mutlak untuk mana-mana individu yang sekiranya dipraktiskan maka undang-undang jenayah liwat perlu dihapuskan.

Semua tuntutan ini selaras dengan usaha NGO Seksualiti Merdeka yang sebelum ini aktif memperjuangkan hak kumpulan LGBT untuk mengamalkan cara hidup songsang mereka. Nampaknya bantahan ramai selama ini sengaja diabaikan demi kepuasan nafsu kumpulan minoriti luar tabie tersebut. Beberapa lagi tuntutan COMANDO turut menyentuh Enakmen Kesalahan Jenayah Syariah yang didakwa menceroboh kehidupan peribadi individu, maksudnya jika tuntutan COMANGO dikuti maka tiada lagi tangkapan khalwat atau denda atas kesalahan minum arak.

Siapa sahaja berhak melakukannya atas nama hak asasi manusia. Selain itu turut dipertikaikan mengenai Perkara 153 Perlembagaan Persekutuan berkaitan hak-hak istimewa kaum Melayu yang dikatakan bersifat perkauman dengan kata lain setiap rakyat Malaysia mempunyai hak sama rata, sama seperti diperjuangkan oleh DAP.

Semuanya dilakukan atas nama ‘hak asasi manusia’ dan seperti biasa tiada suara bantahan kedengaran dari kalangan pemimpin pakatan pembangkang dalam isu ini. Masing-masing seperti bersetuju dengan COMANGO barangkali kerana perjuangan ‘hak asasi manusia’ ala barat ini sudah sebati dengan mereka.

Mungkin atas sebab itu jugalah agaknya Naib Presiden PKR, Nurul Izzah dengan selambanya beranggapan tuntutan oleh COMANGO “tidak bahayakan negara”, jawapan penuh yakin itu mungkin disebabkan Nurul Izzah terlepas pandang atau brangkali juga kerana Nurul Izzah tidak pernah ambil peduli pun kesannya.

Apapun bagi umat Islam, rata-ratanya penulis percaya masing-masing amat memahami kesan buruk dari tuntutan COMANGO yang terang lagi jelas membahayakan akidah ummah selain boleh menambah burukkan lagi masalah sosial dalam masyarakat.
Sebab Memboikot Barangan Cina DAP
Twitter: www.twitter.com/BBCDrasmi FB Page: www.facebook.com/BoikotBaranganCinaDAP FB Group: www.facebook.com/groups/BoikotBaranganCinaDAP Inilah sebab kenap...
DP
Faisal Malik shared Warga Prihatin's photo.
at Oct 23, 2014 12:19:24 AM
Last week DS Syed Zainal(ex proton)told us; he wanted his kids to be a street smart! Survival is tough ahead....
My father did that to me and am charting the same path for my kids; I replied. But we do it differently, street smart w good grades....insyaAllah
Timeline Photos
ADAKAH MRSM DAN SBP ITU TERBAIK?

Kami ingin kongsikan pengalaman ini sebagai asbab bagi menjawab deretan pertanyaan bagaimana kami mendidik ANAK LELAKI kami selepas artikel GEDIK ANAK PEREMPUAN baru-baru ini.

Kami baru lepas dikunjungi oleh pelajar sebuah universiti swasta tempatan beberapa hari lepas. Mereka mengadakan program CSR seperti aktiviti rekacipta dan membantu kami membuat pembinaan rumah. Tanpa kami ketahui bahawa sebahagian besar mereka adalah alumni dari MRSM rupanya.

Salah seorang dari mereka berbual dan menasihati anak-anak kami agar belajar bersungguh-sungguh supaya selepas UPSR nanti boleh masuk MRSM. Anak kami menjawab yang mereka mahu kekal berada di RPWP dan bukan tempat lain. Mereka terus memujuk dengan mengatakan MRSM ialah sekolah terbaik di Malaysia dan mudah untuk peluang belajar ke luar negara. Namun anak kami tetap katakan "Di sini lebih baik".

Lalu pelajar itu datang kepada kami meminta penjelasan mengapa anak-anak RPWP yang pandai-pandai dalam peperiksaan pun tidak kami hantar ke MRSM. Kami menjawabnya dengan pertanyaan ringkas..

“Mengapa MRSM?”

Jawab beliau kerana belajar di MRSM sistemnya baik dan mudah untuk ke luar negara dengan tajaan. Kami cuba untuk mencari jawapan yang mudah difahami. Pertama sekali, jika kita sudah ada sistem pendidikan Islam yang terbaik dan kita yakini ia yang terbaik mengapa kita masih mengharap ada tempat lain yang boleh memberikan yang lebih baik? Bukankah "Islam itu tinggi dan tiada yang lebih tinggi darinya"?

Memang MRSM ada kelebihan. Tetapi kami mengambil pendasaran Al-Quran dan Sunnah sebagai panduan pendidikan yang kami teliti dan jalankan sendiri secara kaffah dan bersungguh-sungguh.

Ramai di kalangan co-founder yang tidak pernah memasuki SBP ataupun MRSM tetapi masih mampu untuk cemerlang sehingga ke peringkat Ph.D. Salah seorang dari co-founder kami juga merupakan bekas pelajar penyelidikan antara yang terbaik dari Universiti Cambridge, United Kingdom. Beliau juga tidak ke MRSM ataupun SBP pun. Pengasas kami Dr Haji Masjuki juga tidak masuk MRSM atau SBP.

Di RPWP, kami jalankan sistem pendidikan kami sendiri dengan mengekalkan nilai kekeluargaan dalam pendidikan. Kami yakin tiada yang lebih baik jika Quran & Sunnah digunapakai 'sepenuhnya'. Selama ini kami telah gunakannya dan Alhamdulillah, kami tidak perlu tekankan sangat tentang kecemerlangan akademik di dalam peperiksaan besar pada anak kami. Apa yang kami utamakan ialah AKHLAK dan JATIDIRI mereka.

Ada banyak komponen di dalam akhlak itu sendiri, termasuklah penekanan disiplin, kerajinan diri, istiqomah, adab, jatidiri, fungsidiri dan lain-lain.

Yang lebih menariknya, apabila akhlak ditekankan, kecemerlangan akademik secara automatik mengikut sekali. Bahkan ada anak kami yang menjadi pelajar cemerlang sejak Darjah 1 sehingga dinobatkan sebagai PELAJAR TERBAIK dengan ANUGERAH EMAS di tahun 6. Beliau tidak ke MRSM atau SBP namun maih kekal cemerlang hingga kini. Yang di Universiti juga mampu mendapat CGPA lebih 3.5 walaupun sibuk dengan menyertai ROTU.

Dalam banyak kes anak bermasalah yang dirujuk kepada kami untuk sesi kaunseling, kebanyakan mereka juga cemerlang dalam peperiksaan tetapi akhlak mereka yang rosak.

Tidaklah kami katakan MRSM dan SBP tiada penekanan akhlak. Tetapi kami melihat anak kami masih belum bersedia untuk menghadapi pancaroba di dunia luas lagi. Kami ingin bersama mereka di awal usia sehingga akhlak mereka betul-betul dipastikan mampu bertahan, sekalipun tanpa kami bersama mereka dalam lingkungan keluarga.

JIKA ADA YANG TERBAIK, MENGAPA CARI YANG LAIN?

Jika kita lihat, Jepun bangsa yang maju. Mereka memiliki ego ilmu mereka yang tersendiri. Antara tandanya, jika kita mahu belajar dari mereka, kita sendiri perlu belajar bahasa mereka. Mereka juga ego untuk tidak menghantar ramai pelajar mereka ke luar negara macam kita, melainkan hanya sekadar menjadi benchmark atau perbandingan sahaja.

Di RPWP, kami mempunyai keyakinan yang tinggi tentang sistem pendidikan yang kami jalankan dalam skala “butik”. Ia bukan pendidikan yang besar-besaran tetapi tidak juga sekecil home-school individu, tetapi kami praktiskan pendidikan TANPA SUKATAN yang bersifat menyekat.

Kami mengambil Sukatan Pelajaran Malaysia hanya sebagai laluan wajib tetapi pengajaran kami memiliki skop yang lebih besar berdasarkan IQRA (pengkajian) bukan sekadar TILAWAH (pembacaan teksual).

Dengan cara ini, anak-anak kami juga boleh diuji dengan peperiksaan seperti UPSR dan SPM. Tetapi secara dalaman, kami kenal prestasi sebenar mereka melalui tautan kami bersama mereka setiap hari.

Mudah saja, bagi anda yang sempat melihat iklan pemasangan NGV terpakai kami baru-baru ini dan sempat melihat pemasangannya pasti tahu bahawa pemasangan itu dilakukan oleh anak-anak Yatim kami yang tercicir lalu tidak bersekolah dan terjebak dengan jenayah. Tatkala rakan lain seusia 14 tahun terhegeh-hegeh nak ambil PMR sambil melayari internet, anak-anak keciciran ini sudah boleh selesaikan pemasangan hampir 20 buah kereta sebulan.

Selain itu mereka juga terdedah kepada semua kerja teknikal termasuk mengecat kereta, kerja tayar, aircond, eksesori dan pada masa yang sama mereka juga terdedah kepada pengalaman semua kerja binaan seperti kerja simen, kayu, kimpalan, pendawaian dan pemanduan jentera serta pelbagai mesin yang kami gunakan. Sewaktu belajar di Universiti, mereka juga ada lakukan perniagaan sehingga mampu ke luar negara untuk urusan perniagaan ketika cuti.

Secara komersial, untuk pemasangan sistem NGV sahaja mereka layak terima komisyen tidak kurang RM100 SEORANG untuk setiap unit pemasangan. Ini bermakna mereka boleh dapat tidak kurang RM2,000 SEBULAN SEORANG ketika usia 14 tahun. Bayangkan berapa jumlah pendapatan, pengalaman dan tahap keyakinan diri mereka ketika usia 30 tahun nanti?

Satu contoh lagi; Upah pemandu jentera seperti kren, JCB, buldozer dan sebagainya adalah antara kerjaya termahal. Menurut penjual kren yang kami beli, mereka hanya terima pemandu kren sepenuh masa selepas 5 tahun menjadi pembantu. Gaji pokok mereka tidak kurang RM5,000 dan mereka biasa dibayar tidak kurang RM9,000 sebulan termasuk pelbagai elaun tambahan.

Dalam hal ini kebanyakan anak-anak lelaki kami sudah terdedah dan mampu mengendalikan jentera dan mesin seawal usia 15 tahun. Bayangkan betapa tingginya prospek pada diri mereka kelak? Berapa ramai pula graduan kita yang gagal menjaja sijil lalu tidak bekerja kerana tiada kemahiran tangan? Berapa ramai yang terpaksa jadi pelatih seumur hidup atau kerani dengan gaji sekitar RM1000?

Bukan itu sahaja, pada masa yang sama, mereka ini juga sedang menjalani program tahfiz. Setakat ini beberapa darinya telah menghafal lebih 10 juz. Itu juga tidak kami paksa-paksa. Pastinya ia jauh berbeza dengan praktis tahfiz biasa yang hanya duduk menghafaz quran sepanjang hari.

Kami juga persiapkan mereka untuk menjadi ketua keluarga dengan latihan kepimpinan dan kerohanian, termasuklah latihan mengurus jenazah, tahlil, yasin, selawat, menjadi imam solat dan lain-lain. Yang sering menyertai program sebegini bersama anak-anak RPWP mungkin nampak prestasi dan tahap keyakinan mereka, termasuk yang azan, membaca doa, mengurus PA System, livefeed video, menjadi MC/DJ dan sebagainya.

Boleh kami katakan sebahagian mereka lebih baik, yakin dan lancar dari kami sendiri. Hari ini berapa ramai suami yang tidak pandai takbir raya? Tahlil? Mengurus jenazah? Mengimami solat? Mengaji quran? Pernah anda jumpa lelaki yang tak tahu nak hentikan takbir raya? Yang sujud waktu solat jenazah atau ketika imam berhenti membaca doa qunut? Yang niat “USOLLI FARDHUT TARAWIH ARBA’A ROKA’ATIN..” dan bermacam-macam kelemahan lain?

Nah dengan segala persiapan itu, perlukan mereka menunggu sehingga 25 – 30 tahun untuk dapat ijazah atau PhD , kemudian cari duit berpuluh ribu dahulu baru layak kami nikahkan mereka?

Mustahilkah Nabi Sulaiman a.s. mampu mengepalai perang ketika usia 12 tahun? Sultan Ahmed alFateh menakluki Constantinople ketika 18 tahun? Rasulullah SAW berniaga sampai ke luar negeri ketika 12 tahun dan menjadi Komanden perang Fijr ketika usia 15 tahun? dan apa pula kemampuan anak kita ketika 12 tahun?

KESIMPULAN

Pendidikan yang kami jalankan lebih menekankan kepada pendidikan ALAM (IQRA’) berbanding KALAM (TILAWAH). Kami lebihkan konteks (asbab/kritis) berbanding teks (akademik/puitis).

Anak-anak didedahkan melalui syuro harian kami dengan pelbagai MASALAH SEBENAR untuk mereka hadapi dan selesaikan dengan segala ilmu dan kreativiti SECARA BERKELOMPOK. Semuanya dengan konsep apitan dan perkongsian. Tiada persaingan dalam kelas kerana masing-masing perlu berganding bahu bersama-sama dalam menyelesaikan semua jenis permasalahan. Dengan cara ini, anak-anak yang tertinggal dalam akademik juga akan diratakan melalu perlaksanaan secara praktik alami.

Jika diukur pada perlumbaan akademik, anak-anak RPWP mungkin tertinggal dalam bilangan A. Namun dalam sudut kualiti insaniah dan fungsi diri, tidaklah kami rasa mereka tertinggal jauh kerana seawal usia 13 tahun mereka sudah boleh jalankan projek automotif, pertukangan dan sebagainya. Latihan di bidang pertanian dan penternakan anak tadika dan sekolah rendah juga boleh dikembangkan secara komersil.

Yang paling penting ialah persiapan akhlak dan kualiti kepimpinan berteraskan petunjuk dari alquran dan sunnah yang kami ajarkan. Ya, kepandaian mereka itu boleh diurus dan bermanfaat untuk diri mereka, bakal anak-isteri dan kesejahteraan alam di mana sahaja mereka berada. Masalah juga jika pandai akademik dengan sijil bersusun tetapi fungsi dirinya tidak boleh disusun.

Kami tidak persiapkan mereka untuk diperhambakan oleh kilang-kilang atau majikan yang masih mencari pemegang sijil diploma atau degree. Namun kami ingin jadikan mereka 'usahawan' yang bakal 'menggaji rakan mereka' yang sekarang sedang belajar dengan deretan ‘A’ dan sijil itu dan ini. Jika tiada wali gadis yang sanggup jadikan mereka menantu juga kami tidak kisah kerana anak-anak nisak kami juga tidak diajar untuk mengutamakan sijil bakal suami.

Kami merasakan kebanyakan sukatan pelajaran dengan berbagai sistem peperiksaan di dunia ini lebih kepada menyekat potensi pendidikan anak-anak. Kami ingin bentuk anak-anak kami agar menjadi matang dan bertanggungjawab lebih AWAL, namun SUKATAN pelajaran tidak mengizinkan ini berlaku. Disebabkan tiada persaingan dalam peperiksaan, maka kesepaduan dalam hidup bahu-membahu di RPWP menjadi satu kewajiban yang besar bagi mereka.

Kerana itulah kami sangat yakin MRSM dan SBP hanya pilihan kedua sahaja kerana pendekatan ini tiada di sana.

WARGA PRIHATIN
DP
Nazrul Ali shared Warga Prihatin's photo.
at Oct 23, 2014 12:00:41 AM
Best !!!
Timeline Photos
ADAKAH MRSM DAN SBP ITU TERBAIK?

Kami ingin kongsikan pengalaman ini sebagai asbab bagi menjawab deretan pertanyaan bagaimana kami mendidik ANAK LELAKI kami selepas artikel GEDIK ANAK PEREMPUAN baru-baru ini.

Kami baru lepas dikunjungi oleh pelajar sebuah universiti swasta tempatan beberapa hari lepas. Mereka mengadakan program CSR seperti aktiviti rekacipta dan membantu kami membuat pembinaan rumah. Tanpa kami ketahui bahawa sebahagian besar mereka adalah alumni dari MRSM rupanya.

Salah seorang dari mereka berbual dan menasihati anak-anak kami agar belajar bersungguh-sungguh supaya selepas UPSR nanti boleh masuk MRSM. Anak kami menjawab yang mereka mahu kekal berada di RPWP dan bukan tempat lain. Mereka terus memujuk dengan mengatakan MRSM ialah sekolah terbaik di Malaysia dan mudah untuk peluang belajar ke luar negara. Namun anak kami tetap katakan "Di sini lebih baik".

Lalu pelajar itu datang kepada kami meminta penjelasan mengapa anak-anak RPWP yang pandai-pandai dalam peperiksaan pun tidak kami hantar ke MRSM. Kami menjawabnya dengan pertanyaan ringkas..

“Mengapa MRSM?”

Jawab beliau kerana belajar di MRSM sistemnya baik dan mudah untuk ke luar negara dengan tajaan. Kami cuba untuk mencari jawapan yang mudah difahami. Pertama sekali, jika kita sudah ada sistem pendidikan Islam yang terbaik dan kita yakini ia yang terbaik mengapa kita masih mengharap ada tempat lain yang boleh memberikan yang lebih baik? Bukankah "Islam itu tinggi dan tiada yang lebih tinggi darinya"?

Memang MRSM ada kelebihan. Tetapi kami mengambil pendasaran Al-Quran dan Sunnah sebagai panduan pendidikan yang kami teliti dan jalankan sendiri secara kaffah dan bersungguh-sungguh.

Ramai di kalangan co-founder yang tidak pernah memasuki SBP ataupun MRSM tetapi masih mampu untuk cemerlang sehingga ke peringkat Ph.D. Salah seorang dari co-founder kami juga merupakan bekas pelajar penyelidikan antara yang terbaik dari Universiti Cambridge, United Kingdom. Beliau juga tidak ke MRSM ataupun SBP pun. Pengasas kami Dr Haji Masjuki juga tidak masuk MRSM atau SBP.

Di RPWP, kami jalankan sistem pendidikan kami sendiri dengan mengekalkan nilai kekeluargaan dalam pendidikan. Kami yakin tiada yang lebih baik jika Quran & Sunnah digunapakai 'sepenuhnya'. Selama ini kami telah gunakannya dan Alhamdulillah, kami tidak perlu tekankan sangat tentang kecemerlangan akademik di dalam peperiksaan besar pada anak kami. Apa yang kami utamakan ialah AKHLAK dan JATIDIRI mereka.

Ada banyak komponen di dalam akhlak itu sendiri, termasuklah penekanan disiplin, kerajinan diri, istiqomah, adab, jatidiri, fungsidiri dan lain-lain.

Yang lebih menariknya, apabila akhlak ditekankan, kecemerlangan akademik secara automatik mengikut sekali. Bahkan ada anak kami yang menjadi pelajar cemerlang sejak Darjah 1 sehingga dinobatkan sebagai PELAJAR TERBAIK dengan ANUGERAH EMAS di tahun 6. Beliau tidak ke MRSM atau SBP namun maih kekal cemerlang hingga kini. Yang di Universiti juga mampu mendapat CGPA lebih 3.5 walaupun sibuk dengan menyertai ROTU.

Dalam banyak kes anak bermasalah yang dirujuk kepada kami untuk sesi kaunseling, kebanyakan mereka juga cemerlang dalam peperiksaan tetapi akhlak mereka yang rosak.

Tidaklah kami katakan MRSM dan SBP tiada penekanan akhlak. Tetapi kami melihat anak kami masih belum bersedia untuk menghadapi pancaroba di dunia luas lagi. Kami ingin bersama mereka di awal usia sehingga akhlak mereka betul-betul dipastikan mampu bertahan, sekalipun tanpa kami bersama mereka dalam lingkungan keluarga.

JIKA ADA YANG TERBAIK, MENGAPA CARI YANG LAIN?

Jika kita lihat, Jepun bangsa yang maju. Mereka memiliki ego ilmu mereka yang tersendiri. Antara tandanya, jika kita mahu belajar dari mereka, kita sendiri perlu belajar bahasa mereka. Mereka juga ego untuk tidak menghantar ramai pelajar mereka ke luar negara macam kita, melainkan hanya sekadar menjadi benchmark atau perbandingan sahaja.

Di RPWP, kami mempunyai keyakinan yang tinggi tentang sistem pendidikan yang kami jalankan dalam skala “butik”. Ia bukan pendidikan yang besar-besaran tetapi tidak juga sekecil home-school individu, tetapi kami praktiskan pendidikan TANPA SUKATAN yang bersifat menyekat.

Kami mengambil Sukatan Pelajaran Malaysia hanya sebagai laluan wajib tetapi pengajaran kami memiliki skop yang lebih besar berdasarkan IQRA (pengkajian) bukan sekadar TILAWAH (pembacaan teksual).

Dengan cara ini, anak-anak kami juga boleh diuji dengan peperiksaan seperti UPSR dan SPM. Tetapi secara dalaman, kami kenal prestasi sebenar mereka melalui tautan kami bersama mereka setiap hari.

Mudah saja, bagi anda yang sempat melihat iklan pemasangan NGV terpakai kami baru-baru ini dan sempat melihat pemasangannya pasti tahu bahawa pemasangan itu dilakukan oleh anak-anak Yatim kami yang tercicir lalu tidak bersekolah dan terjebak dengan jenayah. Tatkala rakan lain seusia 14 tahun terhegeh-hegeh nak ambil PMR sambil melayari internet, anak-anak keciciran ini sudah boleh selesaikan pemasangan hampir 20 buah kereta sebulan.

Selain itu mereka juga terdedah kepada semua kerja teknikal termasuk mengecat kereta, kerja tayar, aircond, eksesori dan pada masa yang sama mereka juga terdedah kepada pengalaman semua kerja binaan seperti kerja simen, kayu, kimpalan, pendawaian dan pemanduan jentera serta pelbagai mesin yang kami gunakan. Sewaktu belajar di Universiti, mereka juga ada lakukan perniagaan sehingga mampu ke luar negara untuk urusan perniagaan ketika cuti.

Secara komersial, untuk pemasangan sistem NGV sahaja mereka layak terima komisyen tidak kurang RM100 SEORANG untuk setiap unit pemasangan. Ini bermakna mereka boleh dapat tidak kurang RM2,000 SEBULAN SEORANG ketika usia 14 tahun. Bayangkan berapa jumlah pendapatan, pengalaman dan tahap keyakinan diri mereka ketika usia 30 tahun nanti?

Satu contoh lagi; Upah pemandu jentera seperti kren, JCB, buldozer dan sebagainya adalah antara kerjaya termahal. Menurut penjual kren yang kami beli, mereka hanya terima pemandu kren sepenuh masa selepas 5 tahun menjadi pembantu. Gaji pokok mereka tidak kurang RM5,000 dan mereka biasa dibayar tidak kurang RM9,000 sebulan termasuk pelbagai elaun tambahan.

Dalam hal ini kebanyakan anak-anak lelaki kami sudah terdedah dan mampu mengendalikan jentera dan mesin seawal usia 15 tahun. Bayangkan betapa tingginya prospek pada diri mereka kelak? Berapa ramai pula graduan kita yang gagal menjaja sijil lalu tidak bekerja kerana tiada kemahiran tangan? Berapa ramai yang terpaksa jadi pelatih seumur hidup atau kerani dengan gaji sekitar RM1000?

Bukan itu sahaja, pada masa yang sama, mereka ini juga sedang menjalani program tahfiz. Setakat ini beberapa darinya telah menghafal lebih 10 juz. Itu juga tidak kami paksa-paksa. Pastinya ia jauh berbeza dengan praktis tahfiz biasa yang hanya duduk menghafaz quran sepanjang hari.

Kami juga persiapkan mereka untuk menjadi ketua keluarga dengan latihan kepimpinan dan kerohanian, termasuklah latihan mengurus jenazah, tahlil, yasin, selawat, menjadi imam solat dan lain-lain. Yang sering menyertai program sebegini bersama anak-anak RPWP mungkin nampak prestasi dan tahap keyakinan mereka, termasuk yang azan, membaca doa, mengurus PA System, livefeed video, menjadi MC/DJ dan sebagainya.

Boleh kami katakan sebahagian mereka lebih baik, yakin dan lancar dari kami sendiri. Hari ini berapa ramai suami yang tidak pandai takbir raya? Tahlil? Mengurus jenazah? Mengimami solat? Mengaji quran? Pernah anda jumpa lelaki yang tak tahu nak hentikan takbir raya? Yang sujud waktu solat jenazah atau ketika imam berhenti membaca doa qunut? Yang niat “USOLLI FARDHUT TARAWIH ARBA’A ROKA’ATIN..” dan bermacam-macam kelemahan lain?

Nah dengan segala persiapan itu, perlukan mereka menunggu sehingga 25 – 30 tahun untuk dapat ijazah atau PhD , kemudian cari duit berpuluh ribu dahulu baru layak kami nikahkan mereka?

Mustahilkah Nabi Sulaiman a.s. mampu mengepalai perang ketika usia 12 tahun? Sultan Ahmed alFateh menakluki Constantinople ketika 18 tahun? Rasulullah SAW berniaga sampai ke luar negeri ketika 12 tahun dan menjadi Komanden perang Fijr ketika usia 15 tahun? dan apa pula kemampuan anak kita ketika 12 tahun?

KESIMPULAN

Pendidikan yang kami jalankan lebih menekankan kepada pendidikan ALAM (IQRA’) berbanding KALAM (TILAWAH). Kami lebihkan konteks (asbab/kritis) berbanding teks (akademik/puitis).

Anak-anak didedahkan melalui syuro harian kami dengan pelbagai MASALAH SEBENAR untuk mereka hadapi dan selesaikan dengan segala ilmu dan kreativiti SECARA BERKELOMPOK. Semuanya dengan konsep apitan dan perkongsian. Tiada persaingan dalam kelas kerana masing-masing perlu berganding bahu bersama-sama dalam menyelesaikan semua jenis permasalahan. Dengan cara ini, anak-anak yang tertinggal dalam akademik juga akan diratakan melalu perlaksanaan secara praktik alami.

Jika diukur pada perlumbaan akademik, anak-anak RPWP mungkin tertinggal dalam bilangan A. Namun dalam sudut kualiti insaniah dan fungsi diri, tidaklah kami rasa mereka tertinggal jauh kerana seawal usia 13 tahun mereka sudah boleh jalankan projek automotif, pertukangan dan sebagainya. Latihan di bidang pertanian dan penternakan anak tadika dan sekolah rendah juga boleh dikembangkan secara komersil.

Yang paling penting ialah persiapan akhlak dan kualiti kepimpinan berteraskan petunjuk dari alquran dan sunnah yang kami ajarkan. Ya, kepandaian mereka itu boleh diurus dan bermanfaat untuk diri mereka, bakal anak-isteri dan kesejahteraan alam di mana sahaja mereka berada. Masalah juga jika pandai akademik dengan sijil bersusun tetapi fungsi dirinya tidak boleh disusun.

Kami tidak persiapkan mereka untuk diperhambakan oleh kilang-kilang atau majikan yang masih mencari pemegang sijil diploma atau degree. Namun kami ingin jadikan mereka 'usahawan' yang bakal 'menggaji rakan mereka' yang sekarang sedang belajar dengan deretan ‘A’ dan sijil itu dan ini. Jika tiada wali gadis yang sanggup jadikan mereka menantu juga kami tidak kisah kerana anak-anak nisak kami juga tidak diajar untuk mengutamakan sijil bakal suami.

Kami merasakan kebanyakan sukatan pelajaran dengan berbagai sistem peperiksaan di dunia ini lebih kepada menyekat potensi pendidikan anak-anak. Kami ingin bentuk anak-anak kami agar menjadi matang dan bertanggungjawab lebih AWAL, namun SUKATAN pelajaran tidak mengizinkan ini berlaku. Disebabkan tiada persaingan dalam peperiksaan, maka kesepaduan dalam hidup bahu-membahu di RPWP menjadi satu kewajiban yang besar bagi mereka.

Kerana itulah kami sangat yakin MRSM dan SBP hanya pilihan kedua sahaja kerana pendekatan ini tiada di sana.

WARGA PRIHATIN
 Tuty Adzila Mohd Amin likes this
DP
Shafie Vahidi shared Warga Prihatin's photo.
at Oct 23, 2014 12:00:31 AM
Mohd Akmal Vahidi Muaziz Vahidi
Timeline Photos
ADAKAH MRSM DAN SBP ITU TERBAIK?

Kami ingin kongsikan pengalaman ini sebagai asbab bagi menjawab deretan pertanyaan bagaimana kami mendidik ANAK LELAKI kami selepas artikel GEDIK ANAK PEREMPUAN baru-baru ini.

Kami baru lepas dikunjungi oleh pelajar sebuah universiti swasta tempatan beberapa hari lepas. Mereka mengadakan program CSR seperti aktiviti rekacipta dan membantu kami membuat pembinaan rumah. Tanpa kami ketahui bahawa sebahagian besar mereka adalah alumni dari MRSM rupanya.

Salah seorang dari mereka berbual dan menasihati anak-anak kami agar belajar bersungguh-sungguh supaya selepas UPSR nanti boleh masuk MRSM. Anak kami menjawab yang mereka mahu kekal berada di RPWP dan bukan tempat lain. Mereka terus memujuk dengan mengatakan MRSM ialah sekolah terbaik di Malaysia dan mudah untuk peluang belajar ke luar negara. Namun anak kami tetap katakan "Di sini lebih baik".

Lalu pelajar itu datang kepada kami meminta penjelasan mengapa anak-anak RPWP yang pandai-pandai dalam peperiksaan pun tidak kami hantar ke MRSM. Kami menjawabnya dengan pertanyaan ringkas..

“Mengapa MRSM?”

Jawab beliau kerana belajar di MRSM sistemnya baik dan mudah untuk ke luar negara dengan tajaan. Kami cuba untuk mencari jawapan yang mudah difahami. Pertama sekali, jika kita sudah ada sistem pendidikan Islam yang terbaik dan kita yakini ia yang terbaik mengapa kita masih mengharap ada tempat lain yang boleh memberikan yang lebih baik? Bukankah "Islam itu tinggi dan tiada yang lebih tinggi darinya"?

Memang MRSM ada kelebihan. Tetapi kami mengambil pendasaran Al-Quran dan Sunnah sebagai panduan pendidikan yang kami teliti dan jalankan sendiri secara kaffah dan bersungguh-sungguh.

Ramai di kalangan co-founder yang tidak pernah memasuki SBP ataupun MRSM tetapi masih mampu untuk cemerlang sehingga ke peringkat Ph.D. Salah seorang dari co-founder kami juga merupakan bekas pelajar penyelidikan antara yang terbaik dari Universiti Cambridge, United Kingdom. Beliau juga tidak ke MRSM ataupun SBP pun. Pengasas kami Dr Haji Masjuki juga tidak masuk MRSM atau SBP.

Di RPWP, kami jalankan sistem pendidikan kami sendiri dengan mengekalkan nilai kekeluargaan dalam pendidikan. Kami yakin tiada yang lebih baik jika Quran & Sunnah digunapakai 'sepenuhnya'. Selama ini kami telah gunakannya dan Alhamdulillah, kami tidak perlu tekankan sangat tentang kecemerlangan akademik di dalam peperiksaan besar pada anak kami. Apa yang kami utamakan ialah AKHLAK dan JATIDIRI mereka.

Ada banyak komponen di dalam akhlak itu sendiri, termasuklah penekanan disiplin, kerajinan diri, istiqomah, adab, jatidiri, fungsidiri dan lain-lain.

Yang lebih menariknya, apabila akhlak ditekankan, kecemerlangan akademik secara automatik mengikut sekali. Bahkan ada anak kami yang menjadi pelajar cemerlang sejak Darjah 1 sehingga dinobatkan sebagai PELAJAR TERBAIK dengan ANUGERAH EMAS di tahun 6. Beliau tidak ke MRSM atau SBP namun maih kekal cemerlang hingga kini. Yang di Universiti juga mampu mendapat CGPA lebih 3.5 walaupun sibuk dengan menyertai ROTU.

Dalam banyak kes anak bermasalah yang dirujuk kepada kami untuk sesi kaunseling, kebanyakan mereka juga cemerlang dalam peperiksaan tetapi akhlak mereka yang rosak.

Tidaklah kami katakan MRSM dan SBP tiada penekanan akhlak. Tetapi kami melihat anak kami masih belum bersedia untuk menghadapi pancaroba di dunia luas lagi. Kami ingin bersama mereka di awal usia sehingga akhlak mereka betul-betul dipastikan mampu bertahan, sekalipun tanpa kami bersama mereka dalam lingkungan keluarga.

JIKA ADA YANG TERBAIK, MENGAPA CARI YANG LAIN?

Jika kita lihat, Jepun bangsa yang maju. Mereka memiliki ego ilmu mereka yang tersendiri. Antara tandanya, jika kita mahu belajar dari mereka, kita sendiri perlu belajar bahasa mereka. Mereka juga ego untuk tidak menghantar ramai pelajar mereka ke luar negara macam kita, melainkan hanya sekadar menjadi benchmark atau perbandingan sahaja.

Di RPWP, kami mempunyai keyakinan yang tinggi tentang sistem pendidikan yang kami jalankan dalam skala “butik”. Ia bukan pendidikan yang besar-besaran tetapi tidak juga sekecil home-school individu, tetapi kami praktiskan pendidikan TANPA SUKATAN yang bersifat menyekat.

Kami mengambil Sukatan Pelajaran Malaysia hanya sebagai laluan wajib tetapi pengajaran kami memiliki skop yang lebih besar berdasarkan IQRA (pengkajian) bukan sekadar TILAWAH (pembacaan teksual).

Dengan cara ini, anak-anak kami juga boleh diuji dengan peperiksaan seperti UPSR dan SPM. Tetapi secara dalaman, kami kenal prestasi sebenar mereka melalui tautan kami bersama mereka setiap hari.

Mudah saja, bagi anda yang sempat melihat iklan pemasangan NGV terpakai kami baru-baru ini dan sempat melihat pemasangannya pasti tahu bahawa pemasangan itu dilakukan oleh anak-anak Yatim kami yang tercicir lalu tidak bersekolah dan terjebak dengan jenayah. Tatkala rakan lain seusia 14 tahun terhegeh-hegeh nak ambil PMR sambil melayari internet, anak-anak keciciran ini sudah boleh selesaikan pemasangan hampir 20 buah kereta sebulan.

Selain itu mereka juga terdedah kepada semua kerja teknikal termasuk mengecat kereta, kerja tayar, aircond, eksesori dan pada masa yang sama mereka juga terdedah kepada pengalaman semua kerja binaan seperti kerja simen, kayu, kimpalan, pendawaian dan pemanduan jentera serta pelbagai mesin yang kami gunakan. Sewaktu belajar di Universiti, mereka juga ada lakukan perniagaan sehingga mampu ke luar negara untuk urusan perniagaan ketika cuti.

Secara komersial, untuk pemasangan sistem NGV sahaja mereka layak terima komisyen tidak kurang RM100 SEORANG untuk setiap unit pemasangan. Ini bermakna mereka boleh dapat tidak kurang RM2,000 SEBULAN SEORANG ketika usia 14 tahun. Bayangkan berapa jumlah pendapatan, pengalaman dan tahap keyakinan diri mereka ketika usia 30 tahun nanti?

Satu contoh lagi; Upah pemandu jentera seperti kren, JCB, buldozer dan sebagainya adalah antara kerjaya termahal. Menurut penjual kren yang kami beli, mereka hanya terima pemandu kren sepenuh masa selepas 5 tahun menjadi pembantu. Gaji pokok mereka tidak kurang RM5,000 dan mereka biasa dibayar tidak kurang RM9,000 sebulan termasuk pelbagai elaun tambahan.

Dalam hal ini kebanyakan anak-anak lelaki kami sudah terdedah dan mampu mengendalikan jentera dan mesin seawal usia 15 tahun. Bayangkan betapa tingginya prospek pada diri mereka kelak? Berapa ramai pula graduan kita yang gagal menjaja sijil lalu tidak bekerja kerana tiada kemahiran tangan? Berapa ramai yang terpaksa jadi pelatih seumur hidup atau kerani dengan gaji sekitar RM1000?

Bukan itu sahaja, pada masa yang sama, mereka ini juga sedang menjalani program tahfiz. Setakat ini beberapa darinya telah menghafal lebih 10 juz. Itu juga tidak kami paksa-paksa. Pastinya ia jauh berbeza dengan praktis tahfiz biasa yang hanya duduk menghafaz quran sepanjang hari.

Kami juga persiapkan mereka untuk menjadi ketua keluarga dengan latihan kepimpinan dan kerohanian, termasuklah latihan mengurus jenazah, tahlil, yasin, selawat, menjadi imam solat dan lain-lain. Yang sering menyertai program sebegini bersama anak-anak RPWP mungkin nampak prestasi dan tahap keyakinan mereka, termasuk yang azan, membaca doa, mengurus PA System, livefeed video, menjadi MC/DJ dan sebagainya.

Boleh kami katakan sebahagian mereka lebih baik, yakin dan lancar dari kami sendiri. Hari ini berapa ramai suami yang tidak pandai takbir raya? Tahlil? Mengurus jenazah? Mengimami solat? Mengaji quran? Pernah anda jumpa lelaki yang tak tahu nak hentikan takbir raya? Yang sujud waktu solat jenazah atau ketika imam berhenti membaca doa qunut? Yang niat “USOLLI FARDHUT TARAWIH ARBA’A ROKA’ATIN..” dan bermacam-macam kelemahan lain?

Nah dengan segala persiapan itu, perlukan mereka menunggu sehingga 25 – 30 tahun untuk dapat ijazah atau PhD , kemudian cari duit berpuluh ribu dahulu baru layak kami nikahkan mereka?

Mustahilkah Nabi Sulaiman a.s. mampu mengepalai perang ketika usia 12 tahun? Sultan Ahmed alFateh menakluki Constantinople ketika 18 tahun? Rasulullah SAW berniaga sampai ke luar negeri ketika 12 tahun dan menjadi Komanden perang Fijr ketika usia 15 tahun? dan apa pula kemampuan anak kita ketika 12 tahun?

KESIMPULAN

Pendidikan yang kami jalankan lebih menekankan kepada pendidikan ALAM (IQRA’) berbanding KALAM (TILAWAH). Kami lebihkan konteks (asbab/kritis) berbanding teks (akademik/puitis).

Anak-anak didedahkan melalui syuro harian kami dengan pelbagai MASALAH SEBENAR untuk mereka hadapi dan selesaikan dengan segala ilmu dan kreativiti SECARA BERKELOMPOK. Semuanya dengan konsep apitan dan perkongsian. Tiada persaingan dalam kelas kerana masing-masing perlu berganding bahu bersama-sama dalam menyelesaikan semua jenis permasalahan. Dengan cara ini, anak-anak yang tertinggal dalam akademik juga akan diratakan melalu perlaksanaan secara praktik alami.

Jika diukur pada perlumbaan akademik, anak-anak RPWP mungkin tertinggal dalam bilangan A. Namun dalam sudut kualiti insaniah dan fungsi diri, tidaklah kami rasa mereka tertinggal jauh kerana seawal usia 13 tahun mereka sudah boleh jalankan projek automotif, pertukangan dan sebagainya. Latihan di bidang pertanian dan penternakan anak tadika dan sekolah rendah juga boleh dikembangkan secara komersil.

Yang paling penting ialah persiapan akhlak dan kualiti kepimpinan berteraskan petunjuk dari alquran dan sunnah yang kami ajarkan. Ya, kepandaian mereka itu boleh diurus dan bermanfaat untuk diri mereka, bakal anak-isteri dan kesejahteraan alam di mana sahaja mereka berada. Masalah juga jika pandai akademik dengan sijil bersusun tetapi fungsi dirinya tidak boleh disusun.

Kami tidak persiapkan mereka untuk diperhambakan oleh kilang-kilang atau majikan yang masih mencari pemegang sijil diploma atau degree. Namun kami ingin jadikan mereka 'usahawan' yang bakal 'menggaji rakan mereka' yang sekarang sedang belajar dengan deretan ‘A’ dan sijil itu dan ini. Jika tiada wali gadis yang sanggup jadikan mereka menantu juga kami tidak kisah kerana anak-anak nisak kami juga tidak diajar untuk mengutamakan sijil bakal suami.

Kami merasakan kebanyakan sukatan pelajaran dengan berbagai sistem peperiksaan di dunia ini lebih kepada menyekat potensi pendidikan anak-anak. Kami ingin bentuk anak-anak kami agar menjadi matang dan bertanggungjawab lebih AWAL, namun SUKATAN pelajaran tidak mengizinkan ini berlaku. Disebabkan tiada persaingan dalam peperiksaan, maka kesepaduan dalam hidup bahu-membahu di RPWP menjadi satu kewajiban yang besar bagi mereka.

Kerana itulah kami sangat yakin MRSM dan SBP hanya pilihan kedua sahaja kerana pendekatan ini tiada di sana.

WARGA PRIHATIN
 Mohd Akmal Vahidi , Muaziz Vahidi likes this
DP
Hesty Karina Harry Prayogo shared Keliling Jogja's photo.
at Oct 22, 2014 11:56:49 PM
share
Dongeng'e simbah
CERITA DIBALIK NAMA BESAR SULTAN AGUNG

Sultan Agung Adi Prabu Hanyakrakusuma (Bahasa Jawa: Sultan Agung Adi Prabu Hanyokrokusumo, lahir: Kutagede, Kesultanan Mataram, 1593 - wafat: Karta (Plered, Bantul), Kesultanan Mataram, 1645) adalah Sultan ke-tiga Kesultanan Mataram yang memerintah pada tahun 1613-1645.

Sultan Agung adalah seorang raja besar yang pernah memimpin Kerajaan Mataram Islam kurang lebih selama 33 tahun. Raja yang membawa Mataram pada puncak kejayaan. Kebesaran Sultan Agung terlihat dari luasnya wilayah Mataram, kemampuannya mempertahankan dominasi politik Mataram secara internal maupun hubungannya dengan kerajaan-kerajaan di luar Jawa. Kebesaran nama Sultan Agung juga terbukti pada kegigihannya menggempur VOC di Batavia sebanyak dua kali meskipun mengalami kegagalan.

Sangat jarang sekali Sultan Agung dikenalkan sebagai seorang pribadi. Kepribadian seorang raja yang memegang teguh doktrin keagungbinataraan. Raja yang baik adalah raja yang menjalankan kekuasaannya dalam keseimbangan antara kewenangannya yang besar dengan kewajibannya yang besar pula. Begitulah konsep keagungbinataraan. Ditambah lagi berbudi bawa leksana, ambeg adil paramarta. Sifat ini tidak mengurangi besarnya kekuasaan raja, tetapi mengimbanginya.

Orang yang besar maka berpikir besar. Hal inilah yang membawa Sultan Agung pada kejayaannya menjadi seorang Raja. Tidak hanya berbekal pada keturunan darah birunya tetapi juga cara berpikirnya yang jauh ke depan. Saat Anyakrawati wafat, terlepas dari konspirasi politik yang ada pada waktu itu, Sultan Agung berusaha agar dialah yang menjadi penggati raja, bukan Martapura, adek lain ibu yang masih berusia 8 tahun. Sedangkan Sultan agung pada waktu itu telah berusia 20 tahun. Usia 20 tahun merupakan usia matang bagi seorang pangeran menjadi raja. Menurutnya Mataram akan menjadi sebuah kerajaan besar jika berada ditangan seorang raja yang kuat dan siap memikul tanggung jawab besar. Sultan Agung telah memperhitungkan tantangan yang kelak dihadapi Mataram. Tantangan dari dalam yang berupa gejolak daerah-daerah bawahan yang tidak taat maupun tantangan dari bangsa asing, terutama VOC yang mulai mencengkeramkan kekuasannya di Jawa.

Keluasan wawasan politik Sultan Agung membuat ia bertekad mempersatukan seluruh Jawa dibawah Mataram sebagai wujud kekuasaan raja yang utuh dan bulat. Sejarah mencatat kekuasaan Sultan Agung meliputi seluruh wilayah Jawa Tengah, Jawa Barat samapai dengan Kerawang, Jawa Timur sampai dengan Jember dan Madura. Meskipun dalam perjalanannya Sultan Agung belum berhasil menaklukan Banten dan Blambangan. Dibawah pemerintahan Sultan Agung, Mataram menjalin kerjasama dengan siap saja, baik dari kalangan bangsa sendiri maupun bangsa asing. Sultan Agung selalu cermat dan sangat hati-hati saat melakukan hubungan kerjasama. Dia memperhitungkan untung rugi yang akan diperoleh Mataram dengan kerjasama yang terjalin.

Apabila menilik lebih dalam tentang gambaran pribadi Sultan Agung maka hal itu terlihat dari kesan yang diperoleh seorang Eropa bahwa Sultan Agung tidak bisa dianggap remeh. “ Wajahnya kejam, Raja dengan dewan penasehatnya memerintah dengan keras, sebagaimana sebuah negara besar”. Begitulah kesaksian saudagar Balthasarvan Eyndhoven ketika datang ke Mataram pada tahun 1614 bersama dengan Van Surck untuk memberikan ucapan selamat atas pengangkatannya sebagai seorang pemangku pemerintahan.

Keadaan fisik Sultan Agung dapat digambarkan dari pengamatan Dr. H. de Haen yang menyatakan bahwa Sultan adalah seorang yang berada pada puncak kehidupannya, berusia antara 20 – 30 tahun, berbadan bagus. Sedikit lebih hitam dari rata-rata orang Jawa, hidung kecil dan tidak pesek, mulut datar dan agak lebar, kasar dalam bahasa, lamban dalam berbicara, berwwajah tenang, dan tampak cerdas. Cara memandangnya seperti singa, cermat dan waspada.

Kecerdasan Sultan agung tergambar dari sifatnya yang selalu ingin tahu. Sultan Agung pernah menanyakan kepada de Haen dimana letak negeri Belanda, Inggris, dan Spanyol. Kadang-kadang ia menanyakan nama- nama Gubernur Jenderal VOC. Sultan Agung juga bernafsu belajar huruf latin dan bahasa Belanda. Dengan wawasan yang ia miliki, menjadikan Sultan Agung sebagai sosok yang berkharisma.

Sultan Agung dikenal sebagai pemimpin yang tegas dan keras, terutama dalam menegakkan hukum. Sebagai contoh ketika putera mahkota berbuat serong dengan istri Tumenggung Wiraguna seorang panglima perang Mataram, Sultan Agung menghukum putranya dengan mengusirnya keluar keraton. Sultan juga menerapkan hukuman yang keras kepada para tahanan dan siapapun yang dianggap bersalah. Sehingga Sultan Agung menimbulkan rasa takut bagi rakyatnya, meskipun menurut dia pengawasan yang keras lebih baik daripada menimbulkan rasa takut. Bahkan ia menerapkan dua pilihan hukuman bagi tawanan Belanda, dibunuh atau disunat. Sunat/khitan merupakan hal yang sangat asing bagi orang Belanda sehingga tampak mengerikan. Meskipun demikian, Sultan Agung tidak segan-segan memberikan maaf jika terbukti tidak bersalah.

Sebagai seorang muslim, Sultan Agung adalah sosok seorang raja yang saleh dalam pandangan pejabat kerajaan maupun rakyatnya bahkan orang-orang Belanda. Berbeda dengan para priyayi kebanyakan pada waktu itu yang melekatkan agama hanya untuk kepentingan politik. Sultan Agung secara rutin pergi ke masjid yang diikuti oleh para pembesar kerajaan. Ketika hari Jum’at, Sultan mewajibkan seluruh rakyatnya yang laki-laki untuk berduyun-duyun pergi ke masjid. Sejak pukul 9 pagi, Sultan sudah berangkat dan selalu menanyakan siapa saja yang tidak hadir beserta alasan ketidakhadirannya. Sultan juga merayakan hari-hari besar Islam, Idul Fitri, Idul Adha, Maulid Nabi, yang kemudian memunculkan budaya gerebeg dan sekaten.

Seorang raja (pemimpin) menjadi sangat berwibawa dan berkharisma tidak hanya karena kekuasaannya tetapi keteladanannya. Ia memberikan contoh nyata bagi rakyatnya tidak hanya sekedar memerintah. Sultan dikenal sebagai sosok yang sangat taat pada aturan-aturan Islam jauh sebelum pemberlakuan tarikh Islam. Bahkan semakin taat seiring dengan pertambahan usianya dan ketaatannya ini juga diberlakukan bagi orang-orang yang ada di sekelilingnya. Hukum yang diterapkan pun disesuaikan dengan hukum Islam, meskipun sultan juga tetap menghormati hukum adat. Sehingga perpaduan antara keduanya melahirkan undang-undang baru yang lebih dikenal dengan Surya Alam.

Kebesaran Sultan Agung juga ditunjukkan pada perhatiannya yang besar terhadap kesenian dan kebudayaan. Pada masanya, seni sastra mengalami perkembangan yang pesat. Banyak buku-buku sastra yang dihasilkan pada waktu itu, seperti Nitisruti, Nitipraja, dan Sastragending. Seni bangunan juga mengalami perkembangan.

Sultan Agung membangun keraton baru di Kerto. Sultan Agung juga berjasa dalam pembuatan tahun Saka yang merupakan perpaduan antara tahun Jawa dan tarikh Islam. Melekatnya gelar Sultan pada raja-raja Mataram diawali dari Sultan Agung yang mengadopsi dari bangsa Arab. Wawasan kebudayaan Sultan Agung mencerminkan pandangan kebudayaan Jawa yang terbuka terhadap budaya-budaya luar untuk memperkaya budaya yang telah dimiliki orang Jawa. Ia telah memberikan contoh keterbukaan terhadap pengaruh budaya luar tanpa harus mengubur budaya sendiri.***

Kisah Kesaktian Sultan Agung

Kerajaan-kerajaan zaman dulu di tanah air mempunyai ensiklopedia klenik yang menarik. Seperti kisah Sultan Agung dengan Ki Juru Taman, abdinya yang berwujud raksasa siluman. Karena kesaktiannya, Juru Taman selalu mendapat kepercayaan dari Sultan Agung untuk melaksanakan tugas-tugas yang penting dan berat. Tugas-tugas ini adalah tugas negara yang rahasia. Juru Taman itu dulunya abdi Kanjeng Panembahan Senapati, kakek Sultan Agung. Ketika terjadi peperangan di Pajang, Juru Taman berhasil membunuh sultan Pajang. Itulah sebabnya Panembahan Senapati sangat senang kepadanya. Sultan Agung menerima Juru Taman sebagai suatu wasiat yang diwariskan kakeknya almarhum.

SUATU ketika Sultan Agung bermaksud akan pergi ke Banten, jajahannya yang belum takluk. Ia ingin melihat dari dekat wilayah bakal medan perangnya ini. Karena itu, kepergiannya haruslah diam-diam, tidak diketahui orang. Sultan Agung memanggil Juru Taman dan bermaksud menggunakan kesaktian abdi setianya ini untuk tugas rahasia Itu. Setelah sembah hormat, dengan cekatan Juru Taman mengangkat singgasana lalu membumbungkannya ke angkasa, sementara Sultan Agung masih duduk di atasnya. Dengan masih bersinggasana ini, Sultan Agung melesat ke angkasa secepat kilat menuju kerajaan Banten.

Sungguh takjub Sultan Agung dengan kesaktian abdi gaibnya ini karena dalam waktu sekejap saja telah sampai ia di angkasa kerajaan Banten. Dari atas, Sultan Agung dapat dengan jelas melihat keadaan kerajaan di jauh sebelah barat Mataram ini, dengan tanpa diketahui oleh siapapun. Ketika itu di istana Banten sedang berlangsung pertunjukan wayang kulit dengan meriahnya. "Turunkan aku ke bawah, Ki Juru Taman," perintah Sultan Agung tiba-tiba. "Aku ingin melihat wayang Banten apakah sama dengan wayang Mataram," begitu titah raja yang agung ini.

Kemudian Sultan Agung diturunkan oleh Ki Juru Taman di pendapa istana itu. Sultan Agung masih tetap duduk di singgasananya. Sementara Juru Taman dengan wujud gaibnya berjaga demi keselamatan sang raja junjungannya.

Mendapati seorang priyayi yang hadir tiba-tiba di tengah pertunjukan wayang, orang-orang yang ada di pendapa itu terkejut dibuatnya. Mereka heran bagaimana cara datangnya priyayi ini. Apalagi kedatangannya disertai bau harum bagai wangi gunung bunga. Dan yang lebih mengherankan lagi, priyayi ini masih duduk di singgasananya dengan segala kebesaran seorang raja.

Serta merta yang hadir menundukkan muka kena pengaruh wibawa dari wajah Sultan Agung yang bersinar bak rembulan. Raja Banten pun datang dengan sikap sangat hormat dan serta merta menyatakan baktinya. Sultan Agung menaklukan kerajaan Banten tanpa peperangan.

Karena merasa rajanya akan aman di tempat itu, Juru Taman pergi menemui teman-temannya, bangsa siluman di negeri Banten. Sepeninggal Juru Taman, Sultan Agung berpamitan kepada raja Banten. Segera Sultan Agung turun dari singgasananya dan memangil Juru Taman. Yang dipanggil tentu saja tidak datang karena memang sudah tidak ada di tempat itu. Sultan Agung merasa khawatir, sudah ia putari pendapa itu tapi tetap tidak dapat ia temukan abdinya.

Sesudah menemui teman-temannya, Juru Taman segera kembali ke pendapa. Juru Taman terkejut melihat junjungannya tidak berada di tempatnya lagi, kecuali tinggal singgasananya saja. Ia mengira Sultan Agung telah kembali ke Mataram seorang diri dengan cepat. Segera saja Juru Taman menyusul rajanya ke Mataram dengan menjunjung singgasana itu.

Melihat singgasana Sultan Agung yang tiba-tiba hilang lenyap dalam tempo sekejap mata, sultan Banten beserta rakyatnya melongo. Tidak habis rasa heran mereka bagaimana seorang raja yang mampu datang secara tiba-tiba, masih dengan singgasananya pula, dan ketika pulang singgasannya bisa hilang pula dalam sekejap..

ntah benar atau tidak cerita diatas... semua bisa kita ambil maksud baik didalam cerita tersebut

#duniapusaka — with Iwan Bw Kamidi and 3 others.
 Ridhoo Slankers likes this
DP
Bknlg CikSya shared Warga Prihatin's photo.
at Oct 22, 2014 11:56:28 PM
Halmi Mohd
Timeline Photos
ADAKAH MRSM DAN SBP ITU TERBAIK?

Kami ingin kongsikan pengalaman ini sebagai asbab bagi menjawab deretan pertanyaan bagaimana kami mendidik ANAK LELAKI kami selepas artikel GEDIK ANAK PEREMPUAN baru-baru ini.

Kami baru lepas dikunjungi oleh pelajar sebuah universiti swasta tempatan beberapa hari lepas. Mereka mengadakan program CSR seperti aktiviti rekacipta dan membantu kami membuat pembinaan rumah. Tanpa kami ketahui bahawa sebahagian besar mereka adalah alumni dari MRSM rupanya.

Salah seorang dari mereka berbual dan menasihati anak-anak kami agar belajar bersungguh-sungguh supaya selepas UPSR nanti boleh masuk MRSM. Anak kami menjawab yang mereka mahu kekal berada di RPWP dan bukan tempat lain. Mereka terus memujuk dengan mengatakan MRSM ialah sekolah terbaik di Malaysia dan mudah untuk peluang belajar ke luar negara. Namun anak kami tetap katakan "Di sini lebih baik".

Lalu pelajar itu datang kepada kami meminta penjelasan mengapa anak-anak RPWP yang pandai-pandai dalam peperiksaan pun tidak kami hantar ke MRSM. Kami menjawabnya dengan pertanyaan ringkas..

“Mengapa MRSM?”

Jawab beliau kerana belajar di MRSM sistemnya baik dan mudah untuk ke luar negara dengan tajaan. Kami cuba untuk mencari jawapan yang mudah difahami. Pertama sekali, jika kita sudah ada sistem pendidikan Islam yang terbaik dan kita yakini ia yang terbaik mengapa kita masih mengharap ada tempat lain yang boleh memberikan yang lebih baik? Bukankah "Islam itu tinggi dan tiada yang lebih tinggi darinya"?

Memang MRSM ada kelebihan. Tetapi kami mengambil pendasaran Al-Quran dan Sunnah sebagai panduan pendidikan yang kami teliti dan jalankan sendiri secara kaffah dan bersungguh-sungguh.

Ramai di kalangan co-founder yang tidak pernah memasuki SBP ataupun MRSM tetapi masih mampu untuk cemerlang sehingga ke peringkat Ph.D. Salah seorang dari co-founder kami juga merupakan bekas pelajar penyelidikan antara yang terbaik dari Universiti Cambridge, United Kingdom. Beliau juga tidak ke MRSM ataupun SBP pun. Pengasas kami Dr Haji Masjuki juga tidak masuk MRSM atau SBP.

Di RPWP, kami jalankan sistem pendidikan kami sendiri dengan mengekalkan nilai kekeluargaan dalam pendidikan. Kami yakin tiada yang lebih baik jika Quran & Sunnah digunapakai 'sepenuhnya'. Selama ini kami telah gunakannya dan Alhamdulillah, kami tidak perlu tekankan sangat tentang kecemerlangan akademik di dalam peperiksaan besar pada anak kami. Apa yang kami utamakan ialah AKHLAK dan JATIDIRI mereka.

Ada banyak komponen di dalam akhlak itu sendiri, termasuklah penekanan disiplin, kerajinan diri, istiqomah, adab, jatidiri, fungsidiri dan lain-lain.

Yang lebih menariknya, apabila akhlak ditekankan, kecemerlangan akademik secara automatik mengikut sekali. Bahkan ada anak kami yang menjadi pelajar cemerlang sejak Darjah 1 sehingga dinobatkan sebagai PELAJAR TERBAIK dengan ANUGERAH EMAS di tahun 6. Beliau tidak ke MRSM atau SBP namun maih kekal cemerlang hingga kini. Yang di Universiti juga mampu mendapat CGPA lebih 3.5 walaupun sibuk dengan menyertai ROTU.

Dalam banyak kes anak bermasalah yang dirujuk kepada kami untuk sesi kaunseling, kebanyakan mereka juga cemerlang dalam peperiksaan tetapi akhlak mereka yang rosak.

Tidaklah kami katakan MRSM dan SBP tiada penekanan akhlak. Tetapi kami melihat anak kami masih belum bersedia untuk menghadapi pancaroba di dunia luas lagi. Kami ingin bersama mereka di awal usia sehingga akhlak mereka betul-betul dipastikan mampu bertahan, sekalipun tanpa kami bersama mereka dalam lingkungan keluarga.

JIKA ADA YANG TERBAIK, MENGAPA CARI YANG LAIN?

Jika kita lihat, Jepun bangsa yang maju. Mereka memiliki ego ilmu mereka yang tersendiri. Antara tandanya, jika kita mahu belajar dari mereka, kita sendiri perlu belajar bahasa mereka. Mereka juga ego untuk tidak menghantar ramai pelajar mereka ke luar negara macam kita, melainkan hanya sekadar menjadi benchmark atau perbandingan sahaja.

Di RPWP, kami mempunyai keyakinan yang tinggi tentang sistem pendidikan yang kami jalankan dalam skala “butik”. Ia bukan pendidikan yang besar-besaran tetapi tidak juga sekecil home-school individu, tetapi kami praktiskan pendidikan TANPA SUKATAN yang bersifat menyekat.

Kami mengambil Sukatan Pelajaran Malaysia hanya sebagai laluan wajib tetapi pengajaran kami memiliki skop yang lebih besar berdasarkan IQRA (pengkajian) bukan sekadar TILAWAH (pembacaan teksual).

Dengan cara ini, anak-anak kami juga boleh diuji dengan peperiksaan seperti UPSR dan SPM. Tetapi secara dalaman, kami kenal prestasi sebenar mereka melalui tautan kami bersama mereka setiap hari.

Mudah saja, bagi anda yang sempat melihat iklan pemasangan NGV terpakai kami baru-baru ini dan sempat melihat pemasangannya pasti tahu bahawa pemasangan itu dilakukan oleh anak-anak Yatim kami yang tercicir lalu tidak bersekolah dan terjebak dengan jenayah. Tatkala rakan lain seusia 14 tahun terhegeh-hegeh nak ambil PMR sambil melayari internet, anak-anak keciciran ini sudah boleh selesaikan pemasangan hampir 20 buah kereta sebulan.

Selain itu mereka juga terdedah kepada semua kerja teknikal termasuk mengecat kereta, kerja tayar, aircond, eksesori dan pada masa yang sama mereka juga terdedah kepada pengalaman semua kerja binaan seperti kerja simen, kayu, kimpalan, pendawaian dan pemanduan jentera serta pelbagai mesin yang kami gunakan. Sewaktu belajar di Universiti, mereka juga ada lakukan perniagaan sehingga mampu ke luar negara untuk urusan perniagaan ketika cuti.

Secara komersial, untuk pemasangan sistem NGV sahaja mereka layak terima komisyen tidak kurang RM100 SEORANG untuk setiap unit pemasangan. Ini bermakna mereka boleh dapat tidak kurang RM2,000 SEBULAN SEORANG ketika usia 14 tahun. Bayangkan berapa jumlah pendapatan, pengalaman dan tahap keyakinan diri mereka ketika usia 30 tahun nanti?

Satu contoh lagi; Upah pemandu jentera seperti kren, JCB, buldozer dan sebagainya adalah antara kerjaya termahal. Menurut penjual kren yang kami beli, mereka hanya terima pemandu kren sepenuh masa selepas 5 tahun menjadi pembantu. Gaji pokok mereka tidak kurang RM5,000 dan mereka biasa dibayar tidak kurang RM9,000 sebulan termasuk pelbagai elaun tambahan.

Dalam hal ini kebanyakan anak-anak lelaki kami sudah terdedah dan mampu mengendalikan jentera dan mesin seawal usia 15 tahun. Bayangkan betapa tingginya prospek pada diri mereka kelak? Berapa ramai pula graduan kita yang gagal menjaja sijil lalu tidak bekerja kerana tiada kemahiran tangan? Berapa ramai yang terpaksa jadi pelatih seumur hidup atau kerani dengan gaji sekitar RM1000?

Bukan itu sahaja, pada masa yang sama, mereka ini juga sedang menjalani program tahfiz. Setakat ini beberapa darinya telah menghafal lebih 10 juz. Itu juga tidak kami paksa-paksa. Pastinya ia jauh berbeza dengan praktis tahfiz biasa yang hanya duduk menghafaz quran sepanjang hari.

Kami juga persiapkan mereka untuk menjadi ketua keluarga dengan latihan kepimpinan dan kerohanian, termasuklah latihan mengurus jenazah, tahlil, yasin, selawat, menjadi imam solat dan lain-lain. Yang sering menyertai program sebegini bersama anak-anak RPWP mungkin nampak prestasi dan tahap keyakinan mereka, termasuk yang azan, membaca doa, mengurus PA System, livefeed video, menjadi MC/DJ dan sebagainya.

Boleh kami katakan sebahagian mereka lebih baik, yakin dan lancar dari kami sendiri. Hari ini berapa ramai suami yang tidak pandai takbir raya? Tahlil? Mengurus jenazah? Mengimami solat? Mengaji quran? Pernah anda jumpa lelaki yang tak tahu nak hentikan takbir raya? Yang sujud waktu solat jenazah atau ketika imam berhenti membaca doa qunut? Yang niat “USOLLI FARDHUT TARAWIH ARBA’A ROKA’ATIN..” dan bermacam-macam kelemahan lain?

Nah dengan segala persiapan itu, perlukan mereka menunggu sehingga 25 – 30 tahun untuk dapat ijazah atau PhD , kemudian cari duit berpuluh ribu dahulu baru layak kami nikahkan mereka?

Mustahilkah Nabi Sulaiman a.s. mampu mengepalai perang ketika usia 12 tahun? Sultan Ahmed alFateh menakluki Constantinople ketika 18 tahun? Rasulullah SAW berniaga sampai ke luar negeri ketika 12 tahun dan menjadi Komanden perang Fijr ketika usia 15 tahun? dan apa pula kemampuan anak kita ketika 12 tahun?

KESIMPULAN

Pendidikan yang kami jalankan lebih menekankan kepada pendidikan ALAM (IQRA’) berbanding KALAM (TILAWAH). Kami lebihkan konteks (asbab/kritis) berbanding teks (akademik/puitis).

Anak-anak didedahkan melalui syuro harian kami dengan pelbagai MASALAH SEBENAR untuk mereka hadapi dan selesaikan dengan segala ilmu dan kreativiti SECARA BERKELOMPOK. Semuanya dengan konsep apitan dan perkongsian. Tiada persaingan dalam kelas kerana masing-masing perlu berganding bahu bersama-sama dalam menyelesaikan semua jenis permasalahan. Dengan cara ini, anak-anak yang tertinggal dalam akademik juga akan diratakan melalu perlaksanaan secara praktik alami.

Jika diukur pada perlumbaan akademik, anak-anak RPWP mungkin tertinggal dalam bilangan A. Namun dalam sudut kualiti insaniah dan fungsi diri, tidaklah kami rasa mereka tertinggal jauh kerana seawal usia 13 tahun mereka sudah boleh jalankan projek automotif, pertukangan dan sebagainya. Latihan di bidang pertanian dan penternakan anak tadika dan sekolah rendah juga boleh dikembangkan secara komersil.

Yang paling penting ialah persiapan akhlak dan kualiti kepimpinan berteraskan petunjuk dari alquran dan sunnah yang kami ajarkan. Ya, kepandaian mereka itu boleh diurus dan bermanfaat untuk diri mereka, bakal anak-isteri dan kesejahteraan alam di mana sahaja mereka berada. Masalah juga jika pandai akademik dengan sijil bersusun tetapi fungsi dirinya tidak boleh disusun.

Kami tidak persiapkan mereka untuk diperhambakan oleh kilang-kilang atau majikan yang masih mencari pemegang sijil diploma atau degree. Namun kami ingin jadikan mereka 'usahawan' yang bakal 'menggaji rakan mereka' yang sekarang sedang belajar dengan deretan ‘A’ dan sijil itu dan ini. Jika tiada wali gadis yang sanggup jadikan mereka menantu juga kami tidak kisah kerana anak-anak nisak kami juga tidak diajar untuk mengutamakan sijil bakal suami.

Kami merasakan kebanyakan sukatan pelajaran dengan berbagai sistem peperiksaan di dunia ini lebih kepada menyekat potensi pendidikan anak-anak. Kami ingin bentuk anak-anak kami agar menjadi matang dan bertanggungjawab lebih AWAL, namun SUKATAN pelajaran tidak mengizinkan ini berlaku. Disebabkan tiada persaingan dalam peperiksaan, maka kesepaduan dalam hidup bahu-membahu di RPWP menjadi satu kewajiban yang besar bagi mereka.

Kerana itulah kami sangat yakin MRSM dan SBP hanya pilihan kedua sahaja kerana pendekatan ini tiada di sana.

WARGA PRIHATIN
DP
Franchise Sekolah BahasaInggris shared Belajarbahasa Inggrisdari Ahlinya's photo.
at Oct 22, 2014 11:38:51 PM
Learn English Join Group Belajarbahasa Inggrisdari Ahlinya
Photos from Belajarbahasa Inggrisdari Ahlinya's post in GROUP BELAJAR BAHASA INGGRIS
Ha..Ha...Komen Temen-Temen Macem-Macem Aja, Ada yang Serius ingin Belajar, Ada yang Cuma Nge Test, Parahnya Ada juga yang Gak Nyambung Alias Jaga Sembung Bawa Golok! But Thank You Very Much I appreciate them much.
Well Now Monday Morning, Let's Start to study English again (Bukan Bahasa Lainnya loh ya kwkwkwkwkw).

Dalam Bahasa Inggris Kita Mengenal yang Namanya Parts of Speech (Jenis Kata), Kita Sebutkan 4 aja dulu :

Noun - Adjective - Verb - Adverb.

Noun Berpasangan dengan Adjective (Noun Modifier)
Verb Berpasangan dengan Adverb (Verb Modifier)

Ex : Adj-Noun (Fungsi kata sifat adalah untuk menjelaskan kata benda)
This is a bag (Ini adalah sebuah Tas)
It is beautiful (Tas ini cantik)
= Ini adalah sebuah tas yang cantik
This is a bag which is beautiful = ini salah
Harusnya = This is a beautiful bag
Diatas adalah contoh simple, tapi pada kenyataannya ketika kita menulis, berbicara dan kita menemukan jenis pola kalimat semacam ini, kita sering salah.

Ok then, supaya belajarnya gak panjang-panjang and gak bikin ribet, Pembahasana Verb-Adverb kita lanjut besok lagi ya.

Oh ya buat kalian yang malu berlajar bahasa Inggris rame-rame nih, kita ada program promo khusus buat Private ( 1 Guru 1 siswa) Potongan Khusus Setiap Pendaftaran Hari SELASA aja yah. — with Smki Sukawati and 15 others.
DP
Sinta Hartono shared Brian Fausto's photo.
at Oct 22, 2014 11:37:58 PM
Goodluck ya brian
Photos of Purebaby Indonesia
Purebaby Photo Contest
Purebaby Hand and Mouth Baby wipes: #AmanDanHigienisUntukMulutDanTanganBayi.
Nama anak: brian fausto L
Usia: 1,5 tahun
Nama ibu: fauziah

Judul foto: Purebaby Hand & Mouth Baby Wipes sahabatku dalam mejaga kebersihan Tangan dan mulut si kecil saat belajar makan sendiri.

Si kecil sekarang. Lagi belajar makan sendiri. Dalam tahap belajar makan sendiri , si kecil kadang memasukan tangannya ke dalam makanan atau makanan ☀̈ɣǟñģ belepotan di mana- mana.
Untung Άϑª purebaby hand and mouth baby wipes , si kecil jadi bisa belajar sendiri cara membersihkan tangan dan mulutnya baik sebelum ataupun sesudah makan.

Itu semua selalu ku percayakan kepada purebaby hand and mouth baby wipes krn higienis dan aman jika terjilat sama si kecil saat belajar membersihkan mulut dan tangan sendiri dan Jǚğά sudah teruji 99,9% membunuh kuman .

Si kecil sehat,ibu jadi senang.
 Lidwan Suhardjo likes this
DP
Sue Haida Tamrin
at Oct 22, 2014 11:31:23 PM
So many things they can do..headache...l
Ustaz Nazmi Karim (Original)
Warkah Terbuka Untuk Mak Ayah Yang Sayang Anak.

Anda ada anak gadis.
Umurnya 14 tahun. Tktn 2.
Manis. Sedikit cantik.
B'mana budak lelaki boleh 'tackle' dia ?

Masa di sekolah - dalam dan luar kelas.
Dalam perjalanan rumah-sekolah-rumah
Kecuali mak-ayahnya hntar dia.
Barangkali petang - aktiviti ko-K
Mungkin 2-3 kali seminggu ke tuisyen.
Atau tika aktiviti hujung minggu di sekolah.

Ternyata terbatas. Memang terhad.
Syabas anak anda terkawal.

Tetapi kini tidak lagi. Sepanjang masa
Anak gadis anda terdedah
Hampir anytime
Hampir anyday
Hampir anywhere :
Mana-mana budak, remaja, malah dewasa lelaki boleh hubungi dan berbicara dgn anak gadis anda tanpa anda ketahui. Yes, yes, yes. That's true. Very true.

Sampai ke bilik tidurnya
Sampai jam 12 tengah malam
Sampai boleh berbicara bersemuka
Sampai boleh lontar ayat2 pujuk rayu
Sampai boleh pujuk dia tunjuk semua yg ada pada dirinya termasuk yg sesulitnya
CUMA tak boleh sentuh dan pegang
Tak apa itu lain kali "bisa diatur"

Bagaimana semua boleh berlaku ? Mudah saja. Puncanya kerana "sayang" anak !!

Anak 14 tahun.
Malah ada yang 11, 12 tahun sudah diberikan Samsung, Lenovo, Asus, Oppo, Sony ... malah i-Phone. (Maaf Nokia 3310 tak main la !)
Asal berinternet
Asal berselfie
Asal berFB
Asal berWhatsApp
Asal berWeChat
Asal bertelegram
Asal berinstagram

DAN ASAL MAK-AYAH
Beli telefon pada anak tapi ...
-- tak pernah pantau
-- tak tahu pantau
-- tak ada masa nak pantau

Maka tunggulah saatnya.
Bukan dia pandai2. Tidak.
Dia terikut kawan.
Dia belajar dari kawan.

Lambat laun pasti menyesal
Anak itu kini boleh dan akan:
-- masuk video lucah
-- anak p'puan tengok kemaluan lelaki
-- anak lelaki tengok kemaluan p'puan
-- tonton video lucah tengah beraksi
-- nampak semua jenis aksi
-- seks lelaki sama p'puan
-- seks p'puan sama p'puan
-- seks sorang p'puan 2-3 lelaki
-- seks lelaki sama lelaki
-- terima video dihantar orang lain
-- kekadang dia juga hntr kat orang lain

Itu belum masuk:
-- foto berahi
-- cerita berahi

Anak yg tersangkut fenomena ini
Lupa sasaran.
Lupa pelajaran.
Ditakuti lupa Tuhan.

Bagi telefon KONONnya
-- anak senang contact ibubapa
-- ibubapa mudah contact anak
-- takut ada kecemasan
-- anak nak bicara hal pelajaran dgn rakan
KONON ... itu tidak lagi berlaku kini.

Kalau setelah baca setakat ini
Masih relaks, tak rasa risau, bimbang dan takut anaknya memiliki handphone ... entahlah I'm dumbfounded.

Mak ayah fikir 19 kali sebelum:
- izinkan anak miliki handphone
- berkata "tak apa" anak aku tak camtu

Sayang anak ... kawal
Sayang anak ... tegas
Sayang anak ... renung dalam posting ini

SHARE untuk kita sebarkan kpd seramai mungkin mak ayah hal ini!!

yang benar
JKKK UNK
Sign Up for Free
SignUp for Idolbin
rss twitter facebook gplus